
Hai sista π
Disaat kau pergi udah mau tamat yaa.
Mungkin para Readers ku banyak yang kecewa dengan karya tulisku ini. Mohon maaf sebelumnya, ini karya pertama yang aku publikasi. Aku masih belajar untuk membuat karya yang lebih enak buat dibaca, enggak ngebosanin dan lebih layak . Terimakasih telah mendukung ku ya Sista ...π
Semoga novel yang berikutnya lebih bagus lagi.
Rencananya mau buat lanjutannya di tulisanku yang akan datang tentang Fariz ( anak dari Bakri dan Khairani )π€© Aku lagi coba buat kerangka ceritanya biar alurnya lebih teratur.
Mungkin lebih modern dan khas anak muda ya tentunya. Sedikit ada sentuhan mafianya, kriminalnya juga.
Doain aku semoga mampu membuat kalian pada tegang dan berdebar ya, yang pastinya juga meleleh karena cinta πππ .
Tapi sebelumnya jangan lupa baca novel keduaku ya πHARGA DIRI YANG TERJUAL π
"Sayang, kamu tidak mau pulang ke rumah Asha? " Ucap Kamila memulai pembicaraan. Seketika Asha mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Enggak, kenapa. Kamu bosan pada ku ? "Tanya Rey balik.
"Bukan begitu sayang, walau bagaimana pun dia tetap masih istrimu , kan ?"
"Kalau kamu sudah membuat ku puas, untuk apalagi aku ke sana " Ucap Rey sambil membelai pipi Kamila mesra.
"Apa kamu tidak merindukannya ? "
"Tidak Sugar ,malah aku tidak ingat lagi padanya sejak kamu ada disisiku. Kamu seperti air yang datang disaat aku kehausan. Dan aku tidak butuh yang lainnya." Rey yang berkata tidak menyadari ada hati yang tercabik di balik dinding kaca.
Asha tidak sanggup menahan ratapannya. Suara yang begitu menyayat hati bagi yang bisa mendengarnya. Tapi sayangnya ruangan itu kedap suara. Hanya Asha yang tahu betapa dahsyat tangisannya.
Dan di luar sana terlihat tangan Rey sudah tidak bisa dikondisikan lagi .Menyentuh tempat yang kini jadi favoritnya. Asha menatap nanar dengan sakit tak berperi.
"Tidak apa apa Sugar ,aku tak bisa menahan kalau sudah di dekatmu. Ini yang tidak aku rasakan ketika dengan Asha. Kamu seperti candu Sugar. Aku tidak bisa berhenti. " Rey sudah berhasil membuka blazer Kamila menyisakan Tank top yang memperlihatkan perut ratanya .
"Sebentar aku tutup pintu dulu. " Kamila berjalan kearah meja, meraih remot dan kembali ke sofa. Rey langsung menarik Kamila duduk dipangkuannya dengan posisi mengangkang.
"Sayang, kamu tidak ada puasnya ya " Ucap Kamila yang sudah setengah polos. Dan hanya di balas gelengan oleh Rey karena mulutnya penuh dengan mainan favoritnya.
__ADS_1
"Kalau tau begini ngapain kamu dulu menolak ku. "
Seketika Rey menghentikan mulutnya tapi tidak tangannya.
"Karena aku terpikat kembang perawan. " jawabnya asal.
"Enak dong perawan. " Ucap Kamila pura pura sewot.
"Enaknya cuma sekali coblos, setelah itu biasa aja. Malahan kamu lebih enak , semakin hari tambah enak. Aku selalu puas dengan mu bisa berkali kali dan rasanya mau lagi dan lagi. Kenapa kamu bisa senikmat itu ...mhm ?" Rey tak henti memuja dan terus menjelajah.
"Aku perawatan sayang, tubuhku ini mahal karena selalu di servis berkala, tau " Kamila berkata sambil menikmati sentuhan Rey yang memabukan.
Jangan di tanya kondisi Asha sekarang ,tak hanya mata yang panas, hati dan telinganya sudah terbakar.
π Yuk dikepoin Sista.....πΊπΊπΊ
LOVE YOU ALL π
Jangan lupa terus dukung ya
__ADS_1
like ,vote ,dan komentar dong
See you gaiis π