Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Hanya kamu


__ADS_3

Mr Luo mengajak Farhan dan Khairani makan di sebuah resto ternama di Hotel mewah. Tentu saja Jeany dan Ken selalu menemani sang CEO. Tapi Khairani dan Farhan tidak terlalu memperdulikannya.


Farhan masih dengan semua perhatiannya kepada Khairani. Dari hal terkecil sekalipun .Dan semua itu tak luput dari pantauan semua yang ada di sana.


Terlebih Jeany yang sesekali melihat mereka dengan seringai liciknya tanpa ada yang menyadari. Senyuman palsunya mengembang di bibir seksi yang merah marun itu.


Selesai bersantap siang dan berbincang sebentar akhirnya mereka pun mengakhiri jamuan makan dadakan itu. Mr Luo dan rombongannya kembali ke kantor ,sedangkan Farhan dan Khairani menginap di Hotel tersebut.


Khairani yang ingin jalan jalan dipaksa Farhan untuk istirahat terlebih dahulu. Sejak sampai di Singapura tadi pagi mereka belum istirahat sama sekali. Apalagi kondisi Khairani yang lagi hamil, membuat Farhan mengkhawatirkannya.


" Bang, bangun ! Katanya mau jalan, ini udah sore. " Rengek Khairani sambil memencet hidung Farhan.


"Mhm... Yang !?! Farhan yang merasa terusik mulai mengeliat. " Istriku sudah tidak sabar kiranya. " Ucapnya dengan mata yang masih berat.


" Kalau hanya untuk tidur saja lebih baik aku tidak usah ikut saja ke sini . " Khairani sudah memasang wajah cemberutnya.


"Jangan gitu wajahnya, aku jadi pengen ini . " Farhan langsung menangkap pinggang Khairani dan memeluknya.


"Abang kan udah janji tadi. Katanya mau ajak aku shoping dan kulineran. Ayo mandi aku udah siap nih. " Khairani mengelus kepala Farhan yang memeluk dan menciumi perut Khairani.


" Baiklah sayang ,sini cium dulu biar aku semangat. " Ucap Farhan sambil memonyongkan bibirnya.


Khairani langsung mengecupnya sekilas agar Farhan segera bangkit ,namun Farhan tidak membuang kesempatan yang ada. Farhan menahan tengkuk Khairani dan menguasai setiap sudut di rongga mulut Khairani.


Puas dengan aksinya Farhan pun segera membersihkan dirinya. Dia berniat menyenangkan hati istrinya hingga malam nanti karena besok pagi mereka harus kembali terbang ke Pekanbaru.


Setelah lelah berkeliling dan belanja serta membeli beberapa oleh oleh akhirnya di sinilah mereka berada di sebuah tempat makan bernuansa out door.


" Makanannya enak banget. Suatu saat nanti aku ingin bawa anak anak kesini. Pasti menyenangkan. " Ucap Khairani sumringah.


"Setelah anak kita lahir nanti aku janji bawa kamu dan anak anak kesini. Asalkan kamu bahagia, aku akan lakukan apapun. " Farhan menatap mata bulat kesayangannya yang sedari tadi nampak berbinar.


" Kamu pandai sekali menggombal. Pasti disini sudah banyak korban gombalan mu, iya kan ? Selidik Khairani dengan lirikan tajam.


" Percaya atau tidak jujur aku tidak pernah menggoda wanita manapun ,yang ada para wanita itu yang menggoda ku. Dan kamulah satu satunya wanita yang aku perlakuan seperti ini , Khai... "


Farhan terus menatap ke dalam mata bulat yang sayu itu. Seakan berusaha meyakinkan wanita yang dihadapannya ini.


Khairani akhirnya menunduk ,menutupi rona wajahnya. Farhan yang melihat kegugupan istrinya tersenyum tipis.


"Tunggu aku di sini sebentar, aku mau ke sana. " Farhan menunjuk sebuah pertokoan di seberang tempat makan mereka. Khairani hanya mengangguk mengiyakan.


Lima belas menit kemudian Farhan datang dengan meneteng sebuah tote bag bermerek sebuah toko perhiasan.


"Apa itu Bang ? Kamu beli perhiasan ?" Tanya Khairani

__ADS_1


"Ini pesanan ku ,udah dua bulan lalu. " Ucap Farhan tanpa menjelaskan lebih lanjut.


" Sudah malam, ayo kita kembali. Kamu tidak boleh terlalu capek. Apalagi besok kita harus pulang, kan ?" Khairani mengangguk dan berdiri dibantu Farhan.


Mereka kembali ke Hotel dengan berjalan kaki dengan santai sambil bergandengan. Sesekali mereka saling tersenyum dan bercanda sepanjang jalan.


Setibanya di kamar mereka membersihkan diri bergantian. Khairani telah selesai dan sekarang merapikan belanjanya tadi. Memasukan satu persatu ke dalam koper sembari menunggu Farhan yang sedang mandi.


"Besok saja rapikan Khai, kita kan pulangnya tidak terlalu pagi. Jangan capek capek sayang. " Ucap Farhan yang baru keluar dari kamar mandi.


"Enggak capek, Bang. Cuma dikit aja kok ,ini juga udah siap. "


" Istriku ini memang best deh. " Farhan menjewer hidung Khairani lembut dan mencium pipi yang terasa agak tembem itu.


Kini mereka telah siap untuk tidur. Khairani berbaring di ranjang dengan bantal agak tinggi serta guling yang menyanggah kakinya untuk mengurangi letih betisnya.


Farhan mendekat dengan membawa tote bag dari toko perhiasan tadi. Dia duduk bersila menghadap Khairani sambil menyerahkan ke Khairani tote bag tersebut.


"Ini untuk mu, hadiah untuk kekasih pertamaku."


" Ini untukku, terimakasih yaa. " Khairani duduk kembali untuk melihat hadiahnya.


"Ini aku pesan waktu terakhir ke sini, khusus untuk istriku tercinta. Sebagai ucapan terimakasih karena telah mengisi hidupku dengan kebahagiaan." Ucap Farhan sambil menatap manik gelap milik Khairani. Tangan kekar itu tak henti mengusap pipi tembem istrinya itu.


" Aku yang harus berterimakasih padamu. Yang menjadikan aku ratu dan menyayangi anak anak dengan tulus. Dan memenuhi ku dengan cinta yang berbeda cara dan lebih bahagia." Mata Khairani berkaca kaca karena terharu.


"Selalulah begini jangan pernah berubah. " Lanjutnya.


" I Love you always and forever . Dan tetaplah di sisi ku seumur hidupmu. Apapun yang terjadi kelak tetaplah yakin aku hanya untukmu. " Farhan meyakinkan Khairani dan menghujani Khairani dengan kecupan di setiap kulit wajahnya sehingga Khairani cekikikan kegelian.


Suara panggilan telepon menghentikan kemesraan pasangan suami istri itu.


"Ya, Jack ! " Farhan mengangkat panggilan yang ternyata dari Mr Luo. Setelah berbicara beberapa menit , hingga akhirnya pembicaraan itu berakhir.


Farhan mendekat kembali pada Khairani dengan raut wajah yang sulit diartikan. Khairani menatap suaminya penuh dengan tanda tanya.


"Ada apa Bang ?


"Maaf Khai, Mr Luo ingin bertemu dengan ku tapi...


" Tapi kenapa Bang ?"


" Ketemunya di Club ,ada beberapa orang teman sesama kuliah dulu di sana ingin ketemu . Bolehkah... ? "


"Pergilah, jangan minum dan jangan terlalu malam. " Ucap Khairani dengan perasaan cemas.

__ADS_1


"Aku hanya menampakkan diri saja, dan aku janji takkan minum. Tidurlah tidak usah menunggu ku. "Farhan pun membantu Khairani untuk berbaring dan mengecup kening sang istri.


"Ketika Farhan hampir sampai di pintu, tiba tiba Khairani menghentikan.


"Bang ,apa Jeany ada di sana ? Khairani merasa tidak tenang.


"Aku tidak tahu. Jangan khawatir aku akan menjauhinya ." Farhan kembali mendekati Khairani dan memeluknya. "Percayalah padaku, hanya kamu yang di sini. " Ucapnya sambil menunjuk dadanya.


Akhirnya pintu kamar hotel itu tertutup setelah punggung Farhan menghilang dibalik pintu. Bersamaan dengan hati Khairani yang mulai gelisah. Firasatnya mulai tak enak.


"Kenapa aku cemas. Semoga tidak terjadi apa apa. "


Khairani mencoba memejamkan matanya, tapi terasa sulit. Beberapa kali dia mengubah posisi, namun tak juga mendapatkan kenyamanan Sesaat matanya melirik jam dinding. Ternyata sudah pukul sebelas, berarti sudah satu jam Farhan pergi.


Sementara di sebuah Club malam yang terdapat di lantai paling atas Hotel tempat Farhan dan Khairani menginap ,Farhan tengah duduk dengan beberapa temannya.


Mereka ada di ruangan VVIP yang memang disediakan untuk para Pengusaha . Farhan terlihat mulai gelisah melirik jam tangannya.


Percakapan dalam bahasa inggris


"Aku minta maaf, harus kembali ke kamar. Istriku sendirian. " Ucap Farhan kepada teman temannya.


" Pergilah, kasihan istrimu lagi hamil pula. " Balas Mr Luo.


" Kau banyak berubah Han, hebat sekali istrimu bisa membuat seorang Farhan tidak menyentuh minuman ." Sela seorang pria berwajah bule.


Farhan hanya tersenyum tipis saja menanggapinya. Farhan memang hanya minum jus jeruk saja tadi .Membuat dia jadi bahan olokan teman temannya, dan tapi Farhan tidak peduli.


" Baiklah aku pergi dulu ." Farhan menyalami mereka dengan salam ala pria. "Sampai ketemu lagi semoga Perusahaan makin maju ditangan mu " Ucapnya pada Jack Luo.


" Oke Han, semoga kau juga sukses. Sampaikan salam ku untuk Khairani. " Balas Mr Luo.


Farhan pun berlalu dari tempat yang penuh hiruk pikuk itu. Farhan sudah gelisah dari beberapa waktu lalu. Dia merasa ada yang tak beres dengan dirinya. Farhan tahu betul reaksi tubuhnya saat.


Pengalaman beberapa tahun lalu yang menyebabkan hubungan terlarang antara dia dan Jeany terjalin. Dan saat ini Farhan merasakan hal yang sama. Bahkan lebih kuat.


Sejenak Farhan tak sengaja melihat Jeany ada di Club itu. Firasatnya mengatakan semua yang di alaminya ada hubungannya dengan Jeany. Tapi dia merasa ada pengkhianat diantara temannya tadi. Tapi siapa ?


Tak ingin berlama lama Farhan bergegas menuju lift, namun naas dia dihadang dua orang pria yang tak dikenal. Belum sempat bertanya salah seorang diantara mereka telah mengunci pergerakan nya.


Farhan di bekap dan diseret menuju sebuah kamar. Dengan kondisi yang lemah dan tengah menahan hasratnya, Farhan tidak bisa melawan dua orang yang menyeretnya.


Beberapa kali Farhan mencoba meronta, namun tidak berhasil. Kedua tangannya telah dikunci ke belakang. Dalam kondisinya saat ini Farhan teringat Farhan Khairani.


Farhan khawatir keselamatan istrinya. Siapakah dibalik semua ini. Dan bagaimana keadaan istrinya. Farhan hanya berharap Khairani baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2