
" Je... !"
Farhan tidak bisa berkata kata. Tiba tiba lidahnya kelu dan pikirannya buntu. Dia lupa mau berkata apa. Mendengar suara Jeany yang lembut mengungkapkan kerinduannya .
Bukan karena Farhan memang merindukan Jeany, melainkan tatapan datar Khairani yang seakan menusuk jantungnya. Ketakutan akan kesalah pahaman sang istri yang akan berkelanjutan.
Apalagi mendengar ucapan Jeany barusan, yang sangat bisa menghancurkan kepercayaan istrinya. Begitulah Jeany bersikap ,selalu manja pada Farhan. Dia selalu memperlakukan Farhan seperti seorang kekasih.
Sejauh ini Farhan tidak mempedulikan itu, tapi sekarang menjadi bumerang untuknya. Seharusnya Farhan bersikap tegas, agar Jeany bisa mengubah sikapnya. Nyatanya Farhan menganggap biasa dan Jeany terbiasa.
Farhan baru menyadari keteledorannya.Sekarang dia bukan lagi pria bebas. Ada hati yang harus dia jaga. Apalagi sekarang istrinya dalam kondisi yang sangat sensitif karena kehamilannya.
Walaupun beberapa waktu belakangan ini Farhan tidak lagi memberikan harapan pada Jeany, ternyata tidak membuat Jeany patah arang. Dia selalu memperlakukan Farhan seperti biasa dan berharap Farhan akan kembali kepadanya.
Sepertinya Farhan harus sedikit keras agar Jeany tidak lagi mengganggu dirinya dan keluarganya . Cukup sudah apa yang telah Jeany lakukan untuk menghancurkan rumah tangganya. Dan sejauh ini Jeany sudah terlalu berani masuk ke ranah pribadinya.
"Han..., kau masih disana , Honey ? " Farhan tersentak dari lamunan nya. Dan berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Oh iya Jeany, ada yang ingin aku tanyakan, dan tolong jawab dengan jujur, oke !" Ucap Farhan tegas.
"Oke ! Apa itu "
"Apakah kamu yang menghapus riwayat panggilan dan pesan dari istriku ?! " Ucap Farhan langsung ke intinya.
"Oh itu..., aku hanya ingin membantumu untuk fokus, Han ." Jawab Jeany sedikit gugup.
" Kamu juga begitu berani mengangkat panggilan dari istriku. Dan kamu tidak beritahukan kepadaku. " Suara Farhan agak meninggi.
"Aku mengangkatnya karena terlalu berisik, sementara kamu baru tertidur , Honey .Aku kasihan padamu, kau sangat kelelahan dan wanita itu tidak memahami itu. " Suara Jeany dibuat semanja mungkin dan selembut mungkin ,karena Jeany tahu Farhan sedang marah padanya.
__ADS_1
" Apa hak mu melakukan itu, kau sudah melewati batasanmu. Dan aku memang tidak pernah mengatakan sesibuk apa aku disana pada istriku. Jadi bukan dia yang tidak mengerti melainkan aku yang tidak ingin dia tahu. Kau tau maksudku. !"
"Aku tidak mau istriku banyak pikiran sewaktu kutinggalkan bekerja. Tapi kamu malah membuatnya banyak pikiran dan berpikir seolah olah aku sibuk bercinta denganmu waktu itu. "
"Han, kau banyak berubah. Apa kau lupa, kita sudah tujuh tahun bersama dan kau mencampakkan ku ketika kau bosan. " Jeany sedikit bergetar. Dia masih terkejut dengan apa yang barusan didengarnya. Farhan tidak pernah semarah ini padamya.
" Jangan bawa bawa urusan kita dulu dengan hal ini. Kita sudah berakhir jauh sebelum aku menikah, kau ingat itu. "
"Yah aku tau, tapi kau tak pernah menjauhi ku seperti ini. Aku masih bisa melihat mu dan selalu di samping mu. Tapi sekarang kau pergi hanya karena seorang janda banyak anak itu. "
"Stop Jeany , kau sudah keterlaluan. She is my wife, my love and my life. You know that ! Jadi berhenti menghinanya. Karena dia lebih berharga darimu. " Teriakan Farhan tidak hanya mengejutkan Jeany, tapi juga Khairani yang menatap Farhan dengan gentar.
" I love you , Honey ! .Kau mengabaikan cintaku, padahal aku yang selalu ada untukmu. Hanya aku yang bisa memahamimu , Han . Kenapa kau tidak bisa melihat ke arahku. Apa kurangnya aku. " Suara lirih Jeany sedikit bergetar membuat Khairani merasa kasihan.
"Ini tentang cinta Je, kau tidak bisa memaksa untuk itu. Kau tahu betul alasan kenapa aku tidak bisa bersamamu. Sebelum hubungan itu berlanjut aku pernah mengingatkan mu untuk tidak membawa rasa didalamnya. "
" Dan ingat Jeany aku memaafkan mu kali ini, tapi tidak lain kali. Aku harap kau bisa menghargai hubungan ku dan istriku. Maaf kalau aku tidak bisa membalas perasaan kamu. Dan terima kasih atas semua yang kau lakukan untukku. " Farhan langsung mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Jeany.
Sementara Jeany di seberang negeri sana, mengetatkan rahangnya menahan amarah. Dia merasa hak miliknya direnggut orang lain. Dan dia harus merebutnya kembali.
Jeany merasa telah berkorban banyak demi mendapatkan Farhan. Setelah apa yang telah Jeany lakukan sedikitpun Farhan tidak pernah melihatnya sebagai seorang yang spesial.
Farhan hanya menganggapnya wanita pemuas dan rekan kerja saja. Walaupun sesungguhnya Jeany lebih sering merayu Farhan agar mau bersamanya. Karena Jeany telah jatuh cinta kepada Farhan sejak masa kuliah.
Tapi cinta memang tidak bisa dipaksakan. Tak ada yang tahu kepada siapa cinta itu akan berlabuh. Begitu juga Farhan, dia tidak menyangka kalau cintanya berlabuh pada seorang wanita sederhana ,janda dari sahabatnya sendiri.
Kalau dibandingkan dengan Jeany, tentu Jeany lebih cantik dan seksi. Kulit putih dan body bak model, lebih berkelas. Tapi ternyata tidak bisa menarik perhatian dari seorang pria seperti Farhan.
"No Honey, aku tidak bisa melepaskan mu. Tunggu saja kau pasti akan merindukan ku nanti. " Ucap Jeany dengan seringainya.
__ADS_1
" Hallo Mr Luo.....
*****
Setelah perdebatan Farhan dan Jeany tadi sore, Khairani sedikit lega. Setidaknya dia mengerti kalau selama ini Jeany lah yang mengejar suaminya. Dan Farhan telah memutuskan hubungan terlarang mereka jauh sebelum mereka menikah.
Walaupun ada sedikit rasa kecewa dengan masa lalu Farhan,tapi harus bagaimana lagi semua sudah terjadi. Khairani berusaha untuk bisa menerimanya.
Malam ini Khairani ingin melupakan apa yang terjadi. Dia hanya ingin merasakan kehangatan dalam pelukan suaminya. Sudah sebulan lebih mereka berpisah dan gara gara masalah kemarin Khairani malah semakin menjauh dari Farhan.
Khairani tenggelam dalam pelukan hangat itu. Entah kenapa sejak hamil ini Khairani selalu merindukan aroma tubuh Farhan. Dia menghirup dengan puas sambil sesekali menciumi dada suaminya.
Farhan hanya terkekeh geli melihat tingkah istrinya yang tiba tiba manja. Sejak mandi tadi Khairani tidak mengizinkannya memakai baju. Malah menyuruhnya berbaring dan berpelukan.
" Khaira , kamu harus tanggung jawab sekarang karena ada yang bangun akibat perbuatan mu. " Suara Farhan terdengar berat dan serak.
"Salah Abang sendiri kenapa Abang biarkan dia bangun. " Jawab Khairani enteng.
"Kamu yang membuatnya bangun sayang. Kamu tau , kan kalau dia sudah sangat lama tidur. Dan pawangnya telah ada di dekatnya, pastilah dia bangun. " Ucap Farhan yang sesekali mengigit lembut jari Khairani yang menari nari di dadanya.
"Alasan, buktinya di sana ada pawang yang lain. Sampai sampai tidak ingat dengan istrinya. " Gumam Khairani yang jelas terdengar.
"Jangan mulai Khai, kamu membuat ku merasa bersalah. Maaf , membuatmu tersakiti tanpa aku sengaja. " Farhan mengetatkan dekapannya.
" Aku sudah memaafkan mu, asal jangan mendekat lagi padanya. Supaya dia tidak baper dan salah paham dengan sikapmu."
"Tidak lagi sayang, aku tidak mau melihat air mata istriku lagi. Aku mencintaimu Khairaniku dengan sepenuh hatiku. Selalu...
...****************...
__ADS_1