Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Lamaran belum terjawab


__ADS_3

Seminggu setelah pembicaraan malam itu akhirnya Khairani pindah ke rumah Farhan. Pemugaran telah dimulai dilakukan. Dan akan selesai dalam waktu satu bulan.


Dan dalam waktu sebulan ini Farhan berniat mendekati Khairani dengan dukungan adik adiknya.


Weekend ini seperti biasa Farhan ada di Pekanbaru. Dia akan memulai misinya. Pagi ini anak anak pada berenang di kolam renang yang ada di rumah Farhan.


Khairani sedang mengamati mereka dari teras samping dengan ketiga bayi yang ada di Stroller mereka masing masing. Sambil sesekali di suapi dengan buah oleh Khairani.


Farhan yang tiba tiba datang, langsung menciumi pipi gemul ketiga bayi itu. Khairani yang berada terlalu dekat dengan posisi Farhan memundurkan kursinya.


Farhan menyadari ketidak nyamanan Khairani, tersenyum tipis .Lalu dia malah duduk di dekat Khairani sambil mengeluarkan beberapa kertas kecil dan menyodorkan kehadapan Khairani.


" Apa ini ?" Tanya Khairani bingung.


"Itu voucher gratis dikasi temanku, dia baru buka cabang di sini. Itu untuk tiga orang dan selama satu bulan. "


Farhan memberikan Khairani voucher dari Klinik kecantikan berupa paket lengkap perawatan selama satu bulan. Dari wajah, rambut dan badan juga.


" Bawa Nisa sama Ega aja biar kamu ada temannya jadi seru rame rame. " Sambung Farhan.


" Aku tidak pernah melakukan ini, nanti malah bingung sampai sana. Malas ah ! "Jawab Khairani sambil mengembalikan kertas itu ke Farhan.


" Makanya bawa Nisa dan Ega ,biar kamu juga terbiasa melakukan perawatan. Jangan cuma ngurus anak dan rumah melulu, sesekali manjakan diri. " Terang Farhan sok perhatian.


" Hari ini biarkan anak anak dengan ku ,pergilah nikmati hari libur mu. Jangan lupa pompa ASI. " Ucap Farhan sambil berdiri dan melangkah ke dalam rumah. Tidak lupa dengan senyuman puas melihat reaksi Khairani yang terpana dan tak dapat berkata kata.


Semua orang telah berkonspirasi sebenarnya. Sejak Irul mengetahui bahwa Farhan menginginkan Kakaknya untuk dijadikan istri. Tentu saja semua mendukung.


Mereka sangat menyayangi Khairani, dan sejak Bakri meninggal tentu saja mereka khawatir dengan keadaan Khairani. Melihat Farhan yang begitu perhatian kepada keluarga nya tentu Irul tak akan menghalanginya.


Apalagi selama mengenal Farhan mereka bisa melihat sisi positif dari Farhan di samping masa lalunya. Tapi setiap orang bisa berubah, begitulah pemikiran Irul.


Ketika mendengar dari Nisa kalau Khairani kurang percaya diri, maka mereka merencanakan misi voucher gratis perawatan tubuh di sebuah Klinik Kecantikan ternama di Pekanbaru.


Alhasil disinilah mereka sekarang, melakukan berbagai macam perawatan yang terbilang mahal dan berkelas . Apa sih yang tidak bisa Farhan lakukan demi mendapatkan wanita yang entah kapan dia cintai.


*****


Sebulan telah berlalu. Sudah sebulan pula Khairani melakukan berbagai perawatan . Kini Khairani punya rutinitas baru yaitu memakai Skin Care. Hal yang sudah sangat lama tidak lagi dilakukannya.


Bukan karena malas ataupun Bakri tidak mau membelikan, tetapi memang kondisi keuangan mereka yang tidak mengizinkan.


Kini Khairani terlihat lebih putih, segar dan tentu saja glowing. Harga tidaklah mengkhianati hasil. Khairani yang pada dasarnya memang cantik kini lebih bersinar. Usianya terlihat sepuluh tahun lebih muda.


Rumah yang diperluas juga sudah selesai. Khairani tidak pernah melihat proses pemugaran rumahnya ,karena memang sudah diserahkan pada Irul untuk mengawasi.


Rumah yang sedianya berlantai satu, kini telah berubah menjadi rumah bertingkat dan jauh lebih luas. Dan pastinya tanpa sepengetahuan Khairani.



Kira kira inilah rumah lama Khairani ya 😄



Wuihh... !!! Rumah barunya dah jadi 😍 (rumah idaman Author padahal )


*****


Hari ini semua sedang berkumpul di rumah Farhan. Mereka membantu membantu Khairani berkemas, karena besok Khairani akan pindah ke rumahnya sendiri. Farhan pun baru datang dari Singapura siang ini.


Menjelang sore semua telah siap di packing, dan besok tinggal angkut. Para wanita sedang sibuk menyiapkan makan malam sedangkan para pria duduk santai di teras samping sambil mengawasi anak anak berenang. Sedangkan para bayi bersama pengasuh mereka.


Lelah hari ini terbayarkan dengan menu makan malam yang mengugah selera. Mereka makan dengan berbagai cerita. Wajah ceria, penuh tawa seperti sebuah keluarga besar yang bahagia.

__ADS_1


Setelah menyantap makan malam mereka melakukan aktivitas masing masing. Karena mereka sepakat menginap di rumah Farhan malam ini. Sebagian mereka telah memasuki kamar masing masing, termasuk anak anak.


Ketika Khairani sedang membereskan sisa menu makan malam ke dalam kulkas, tiba tiba Farhan mendatanginya.


"Khai...bisa kita bicara sebentar ? " Ucap Farhan.


"Mau bicara apa Bang ? Tanya Khairani balik.


"Bicara di teras samping atau di balkon di atas ? Farhan pun balas bartanya.


"Samping aja Bang. " Jawab Khairani setelah menutup pintu kulkas.


Mereka berjalan beriringan menuju teras samping dekat kolam renang.


"Duduklah !" Farhan menarik sebuah kursi santai untuk Khairani. Mereka duduk bersisian menghadap kolam renang.


Setelah sama sama terdiam beberapa saat, akhirnya Khairani menoleh ke arah Farhan .Tatapannya terkunci dengan mata Farhan yang ternyata sedang memandanginya.


" Ada apa ? Kenapa memandang ku begitu ? Ada sesuatu di Wajah ku ? Tanya Khairani bertubi sambil memegang wajahnya.


" Tidak ada, aku memandang karena ada yang indah buat ku pandang. " Jawab Farhan santai.


"Kalau mau menggombal ,aku pergi.. " Ucap Khairani sambil berdiri. Seketika langkahnya terhenti karena tangannya dipegangi Farhan. Khairani spontan menepis.


"Maaf.. duduklah aku mau bicara . " Ucap Farhan memohon. Dan Khairani duduk kembali di kursi semula.


" Bicaralah... " Titah Khairani sambil menatap ke kolam renang.


"Khai... Aliya dan Alika sudah hampir delapan bulan. Mereka sudah bisa makan sekarang. Apa mereka sudah aman jika lepas ASI. ?


"Apa Bang Farhan berniat untuk membawa mereka ke Singapura ? Raut terkejut dan cemas tidak bisa disembunyikan dari wajah Khairani.


" Itu opsi kedua " Jawab Farhan singkat.


"Kalau yang mau hidup dengan ku disini, maka aku akan menetap disini. Jika tidak ada , aku pake opsi kedua mau tidak mau aku harus kembali ke Singapura. "


"Kalau begitu carilah orang yang mau hidup dengan mu .Aku rasa banyak yang mau hidup denganmu, pasti tidak akan sulit mencarinya. "


"Aku sudah menemukan orang tepat. Tapi aku tidak tahu apa dia bersedia hidup bersama ku atau tidak. "


" Hah ...benarkah, kalau begitu tanyakan padanya segera. " Ada kecewa di sudut hati Khairani. Tapi dia tidak yakin akan rasanya.


"Baiklah, apakah kamu bersedia hidup dengan ku Khairani ,menemaniku di sisa hidup ini, menjadi ibu bagi anak anak aku. Baik dalam susah atau pun senang. " Farhan mengucapkan semua itu dengan posisi berlutut di depan Khairani. Sambil memegang sebuah cincin bertahtakan berlian.


Khairani hanya terpana tak percaya, terdiam dan tidak tahu untuk mengatakan apapun. Farhan telah membuatnya lupa cara bicara. Hanya mata bulat itu yang terlihat semakin bulat dan mengemaskan menurut Farhan.


"Kenapa diam, jawablah ! Tadi kamu menyuruhku bertanya sekarang tinggal kamu menjawabnya. " Ucap Farhan dengan seringai nakalnya.


"Kok aku... aku tak pantas untuk mu. Carilah yang lebih layak, kamu masih bisa dapat yang masih muda. " Khairani menunduk dalam agar Farhan tidak bisa membaca raut wajahnya.


" Bagi ku kamu yang layak Khaira, wanita yang penuh kasih sayang. Aku tidak butuh usia muda ,yang ku butuhkan adalah wanita yang membuat ku susah memejamkan mata. "


" Sejak kapan ...?"


"Sejak pertama bertemu dengan mu. "


"Di rumah sakit ?"


"Iya ,tapi aku tak berniat untuk merebut istri orang. " Jawab Farhan sambil terkekeh.


"Tapi aku tidak bisa. " Lagi lagi Khairani menunduk.


"Kenapa"

__ADS_1


"Entahlah aku merasa tak yakin ."


" Baiklah ,kalau begitu hanya ada opsi kedua. "Farhan berdiri dan hendak melangkah. Tetapi Khairani menahan ujung kaos Farhan. Farhan hanya melihat ke arah tangan Khairani di ujung kaosnya.


" A... aku belum bisa menjawab sekarang, beri aku waktu. " Ucap Khairani terbata.


"Sayangnya aku tidak punya waktu. " Farhan menghadap Khairani dengan posisi sempurna. " Begini saja ,sekarang baru jam sepuluh, aku tunggu jawaban mu sebelum jam dua belas tengah malam. Ketuk saja ruang kerjaku. Aku menunggu mu !!"


Farhan kembali membalikan badan hendak masuk ke rumah. Baru dua langkah dia berhenti dan menghadap kepada Khairani lagi .


" Khaira... !"


" Iya... " Khairani spontan berdiri berhadadapan dengan Farhan.


"Jangan ambil keputusan karena Si Kembar ,tapi tanyakan hatimu apakah kamu bisa bila aku pergi darimu. Aku hanya ingin kamu bahagia, walaupun bukan denganku , aku ikhlas. "


Setelah bicara Farhan langsung pergi menuju ruang kerjanya. Dan tidak menoleh lagi. Sementara Khairani hanya terdiam sambil menatap punggung kekar itu menjauh.


Tak jauh dari situ, dibalik sebuah dinding seorang remaja berdiri mengusap air mata. Ada rasa kecewa dalam hatinya. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan siapa siapa.


Fariz tidak sengaja mendengar pembicaraan Farhan dan Khairani. Tadinya dia hendak mencari Bundanya ,ternyata dia dikagetkan oleh lamaran Farhan kepada Bundanya.


Ada rasa tak rela dalam hatinya. Mengingat Ayahnya baru lima bulan lalu dikuburkan. Tapi dia juga takut egois , toh Ayahnya juga tidak akan kembali lagi.


Fariz tersentak kaget ketika seseorang merangkul bahunya. Kemudian dia menunduk menyembunyikan bekas air mata yang belum mengering.


"Ayo ikut om, ada yang ingin om bicarakan denganmu. Bicara sebagai sesama pria ."Irul yang dari tadi mengetahui apa yang terjadi, mencoba untuk bicara baik baik dengan Fariz.


"Duduklah ." Mereka duduk di balkon lantai atas, dekat kamar yang Fariz pakai saat ini.


"Waktu seusia kamu Om ingin sekali punya ayah, tapi sampai akhirnya Om jadi ayah Om tidak mendapatkannya. Kamu tau kenapa?


Fariz hanya mengeleng lemah.


"Karena Nenek terlalu sibuk bekerja demi kami, dan hidupnya hanya mengurus kami. Dia tidak lagi memikirkan dirinya. dan itu sangat menyedihkan ."


"Begitulah wanita yang tak bersuami, dia akan kehilangan dunianya ,karena mereka sangat menyayangi anak anak mereka. Sementara mereka tidak punya tulang punggung lagi. "


" Apa kamu tega melihat Bunda seperti itu, Nak ? Walau wanita itu terlihat kuat pada dasarnya mereka itu lemah, makanya mereka butuh laki laki di sampingnya sebagai penopangnya. Kamu paham yang Om katakan. ?"


"Apa Om menyetujui pernikahan bunda dengan Om Farhan ? "


"Tentu saja, karena sejak Ayahmu meninggal, Om melihat Bunda seperti Nenek dulu .Kehilangan cahaya hidupnya, dan Om tidak tega melihatnya. Apa kamu tega melihat Bunda seperti itu ?"


Fariz kembali menggelengkan kepalanya.


"Apa Om Farhan itu akan baik sama kami nantinya ?"


" Apa kamu melihat ada keburukan pada Om Farhan ?? Kalau pun ada suatu saat nanti, biar Om Rul yang menghadapi nya .Om Rul tidak akan lengah mengawasi kalian. Apa kamu bisa percaya sekarang ?! "


Kali ini Fariz menjawabnya dengan anggukan.


" Baiklah kalau kamu udah setuju, percayalah semua akan baik baik saja"


Akhirnya keduanya melangkah ke kamar masing masing. Menunggu esok yang lebih baik.


SEMOGA....


...----------------...


🌺HAI READERS... 💖


Minta kritik dan saran dong ,jangan lupa tekan Love nya karena Author Love you all 🌺

__ADS_1


__ADS_2