
Rasa penasaran Farhan tidak tertahankan lagi, ada suatu dorongan dalam dirinya yang ingin tahu apapun tentang Khairani. Wanita sederhana yang memiliki karisma.
"Hanya penasaran" itulah yang ditekankan nya di dalam hati nya.
"Kamu pernah jatuh cinta... " tanya Bakri
"Tidak "jawab Farhan singkat.
"Sayang sekali...
"Kenapa... apakah rugi jika tak jatuh cinta...
"Tidak juga... tapi jatuh cinta pada orang yang tepat itu indah... bahagia... nyaman dan tenang, itulah makna jatuh cinta bagi ku. "jelas Bakri dengan senyuman.
"Apa kamu merasakan itu semua dengan Khairani...
"Pasti, dia my First Love " Jawab Bakri bangga.
"Kami bekerja di perusahaan yang sama, dia junior ku. Gadis cerewet, ramah, dan hamble.. penyayang ,baik ,berhati lembut. Waktu itu aku banyak saingan.. eh... he"Bakri terkekeh ." Tapi aku pemenangnya " lanjutnya dengan bangga.
"Boleh bagi rahasianya ,kenapa kamu jadi pemenang... ?!
"Aku tidak mengajaknya pacaran... tapi aku langsung melamarnya pada ibunya" jawabnya tertawa renyah.
"Kamu langsung tebang pokoknya untuk mendapatkan buahnya.....
"Yaa begitulah daripada keduluan orang lain....
"Tapi satu hal kekurangannya... dia suka menyimpan masalahnya sendiri, tersenyum di depan orang lain, walau hatinya berdarah. Asalkan orang lain bahagia dia akan memendam sakitnya. Itulah yang terkadang membuat ku takut. Aku takut Raniku sebenarnya tak bahagia. Dan aku merasa gagal membuat nya bahagia. ..."Suara yang tadi lantang kini telah melemah.
"Kenapa kamu beranggapan begitu..." tanya Farhan selidik.
"Raniku yang cerewet sekarang pendiam, Raniku yang dulu ceria sekarang jarang tersenyum, Raniku yang berbinar kini terlihat suram... kamu tahu Han... !!! Ketika kami pergi reuni karyawan kantor dulu, teman teman ku berkata Khairani telah membeku karena hidup terlalu lama sama es balok.. " terdengar kekehan Bakri miris.
"Es balok... ??!!
"Iya... dulu es balok adalah julukan ku di kantor. "Huuft... "terdengar helaan napas kasar dari mulut Bakri. " Aku tumbuh besar ditangan laki laki yang hari harinya habis buat bekerja saja. Tidak ada sentuhan seorang ibu. Itulah yang membuat aku jadi pria kaku. Yang sulit untuk mengungkapkan perasaan dan berkata kata manis ataupun romantis ..."Bakri terdiam beberapa saat sambil menyesap Cappuccino Float di hadapannya. " Aku belum pernah sekalipun mengatakan cinta kepada Khairani " lanjutnya
"What...." ya ampun kau benar benar es balok "Farhan geleng geleng kepala mendengar nya.
"Yah begitulah aku... hah... sangat lega rasanya bisa bicara dengan mu. Hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya, aku tak pernah bisa mengeluarkan isi hatiku. Tapi bersamamu aku bisa bicara lepas... aneh... "ungkap Bakri merasa aneh.
"Kamu memang tidak aneh... " kata Farhan sambil tertawa .
"Heii... kamu yang aneh...mengajakku Makan hanya untuk mendengarkan kisah cintaku.... "protes Bakri cemberut
"Yaa ampun... aku jadi lupa... "Farhan menepuk dahinya. Baiklah.. sebenarnya aku mau menawarkan kerja sama, tapi aku tidak tahu usahamu sekarang " lanjutnya.
"Bagaimana kalau nanti kita ke toko ku biar lebih mudah kamu mengerti. Sekarang sebaiknya kita kembali ke rumah sakit. Bukankah ini waktunya si kembar diberi ASI... ???Bakri mengingatkan.
"Oh ya ampun ternyata aku sudah mulai
pikun.. padahal aku belum merasa kan jatuh cinta "ucap Farhan mengejek ,kemudian mereka tertawa bersama.
*****
__ADS_1
Kali ini Khairani diantar Bakri ke ruang Intensif ,sementara Farhan berjalan mengekori dari belakang. Fariz dan Alma sudah pulang di jemput Irul. Dan Gaza di ruang Bayi.
"Bang Farhan... nama si kembar siapa... ?? tanya Khairani
Farhan terkesima sesaat. "Belum dikasi nama" jawabnya enteng.
"kamu ini, umurnya udah dua minggu loh.." sela Bakri
"Bantu aku cari nama yang bagus dong..
"Aliya dan Alika.. gimana" Ide Bakri
"Bagus... tapi terlalu pendek. " jawab Farhan
"Aliya Fahira dan Alika Farhana.. " Tambah Khairani.
"Setuju " Jawab Farhan cepat.
"Nama yang bagus " ucap Bakri.
Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Khairani masuk dibantu Suster. Duduk dengan nyaman ditempat yang telah disediakan .Khairani menatap tubuh ringkih itu dengan seksama. Tak banyak yang mirip dengan Farhan. Hanya hidung yang mancung dan kulit tak terlalu putih. Sementara mata dan bibirnya mungkin mirip ibunya. Kedua bayi kembar itu sangat mirip, susah membedakannya. Tapi Khairani bisa membedakan nya. Karena raut wajah mereka berbeda, satu lonjong dan yang lain agak bulat dan dagu mereka satu berdagu runcing dan yang lain berdagu tak terlalu runcing.
Selesai menyusui bayi kembar itu bergantian , Khairani keluar setelah merapikan pakaiannya. Terlihat hanya Farhan disana .Bakri entah kemana .Melihat wajah Khairani yang yang penuh tanda tanya Farhan pun berkata...
"Mencari siapa...
"Bang Bakri kemana...
"Pakai yang ada aja ,jangan nyari yang tak ada...
"Aku juga serius jawabnya...
Khairani tak lagi menjawab. Sudah terlanjur kesal, dia hanya menatap tajam kearah Farhan tanda dalam mode marah.
"Jangan melotot gitu, nanti aku khilaf... " ucapnya sambil tersenyum jahil.
Khairani tidak menanggapi lagi, dia langsung membuang muka kearah lorong berharap ada Bakri muncul disana. Farhan pun tidak kehabisan akal.
"Bakri pergi menemui karyawan nya di parkiran ,jadi kamu udah diserahkan padaku " ungkapnya
"Maksudnya...
"Maksudnya mengantar ke kamar...
"Cepatlah kalau begitu aku sudah lelah" ucapnya dengan sedikit ketus. Farhanpun mulai mendorong kursi roda Khairani dengan pelan.
"Baiklah Khaira ku...
"Rani aja...
"Tidak mau...
"Yaa udah.. terserah...
Farhan tersenyum di belakang Khairani. Merasa senang mencandai Khairani.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya Bakri dan Farhan berencana pergi melihat toko milik Bakri. Mereka sekarang berada di dalam mobil Farhan menuju lokasi toko. Perjalanan dari rumah sakit ke toko mereka tempuh selama tiga puluh menit. Setelah memarkirkan mobil dengan aman mereka pun turun menuju ruko tiga pintu tersebut.
"Ayo, tokonya yang paling pinggir itu " ajak Bakri. Mereka pun melangkah menuju toko. Bakri membuka pintu rolling door lebar sehingga nampak isi toko yang tak seberapa .
Farhan masuk sambil mengamati dengan seksama .Berjalan pelan sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Bakri sudah berada di meja kerjanya yang ada di sudut ruangan. Membersihkan meja dari debu dan sedikit berantakan. Kemudian dia mendekati Farhan yang masih mematut material yang tertata tak rapi lagi.
"Beginilah keadaan ku sekarang, sudah bisa dikatakan bangkrut. " Keluh Bakri. Dan hanya dibalas beberapa kali anggukan oleh Farhan. Setelah puas mengamati Farhan melangkah ke luar ruko ,kemudian melihat ke samping ruko .Mengamati dengan dahi mengkerut seakan sedang memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian dia kembali ke hadapan Bakri. Dan mulai bicara.
"Usaha yang bagus ,prospek nya menjanjikan. Cuma butuh sedikit sentuhan...." Ayo kita duduk dan bicara... "lanjutnya sambil berjalan menuju meja kerja Bakri.
Bakri mengikuti tanpa berkomentar.
"Ayo ceritakan kenapa toko ini sampai mengenaskan begini " ledek Farhan.
"Toko ini dulu ada pemodal nya , aku hanya menjalankan saja, dengan pembagian lima puluh persen. Tapi setahun lalu investor itu menarik dananya. Aku tidak siap dengan kondisi itu. Tagihan yang menumpuk, material yang tersendat, dan tidak ada armada transportasi barang yang mengharuskan aku mengeluarkan uang untuk sewa pick up kapan diperlukan. Sekarang inilah akhir nya, seperti yang kamu lihat... "jelas Bakri panjang lebar.
"Apa saja yang kamu jual disini selain yang ku lihat disini... " Tanya Farhan.
"Toko ini tujuan awalnya menjual Baja ringan, tapi setelah berjalan beberapa waktu banyak yang bisa dijual disini. Seperti Baja berat, Galvalum, Galvanis, besi macam macam sekrup, baut, paku. Bahkan lebih berbagai jenis cat. Aku juga menjual kebutuhan plafon dan atap....
Penjelasan Bakri didengarkan oleh Farhan sambil mengetik di HP nya. Dia menulis beberapa poin penting disana.
"Aku lihat ada tanah kosong di sebelah, apa pemiliknya sama dengan riko ini... ? tanya Farhan.
"Setahu ku iya... kenapa.. ?
"Begini.... Aku tertarik menjadi investor di toko ini... apa kamu setuju ?
"Tentu saja aku setuju.. tapi banyak pr yang harus diselesaikan Farhan... ini tidak sekadar toko yang kosong, tapi tagihan ku yang menumpuk.... " ucap Bakri menjelaskan.
"Yang penting kamu setuju ,tugas mu mengumpulkan semua tagihan toko ini secepatnya. Dan aku menentukan konsep pengembangan toko. Dan suruh karyawan mu yang waktu itu... siapa namanya... ? tanya nya sambil berfikir
"Luki... "jawab Bakri singkat singkat.
"Ya Si Luki untuk mencari tiga karyawan lagi. Satu wanita untuk Administrasi, satu supir, dan satu lagi karyawan biasa... nanti aku kirim kan kriteria nya " Farhan bicara sambil sibuk dengan HP nya.Sedangkan Bakri terdiam sambil menatap Farhan yang masih sibuk, entah apa yang dia ketik. Setelah selesai Farhan memasukan Hp nya ke kantong celana dan kaget melihat Bakri menatap nya.
"Kenapa menatap ku begitu...
"Han...kamu serius... ini tak main main nilainya..
"Apa kamu melihat ku sedang main main. Aku tidak pernah main main untuk urusan pekerjaan. Percayalah pada ku, masalah dana jangan khawatir.... " Ucap Farhan menenangkan
"Baiklah aku percaya pada mu. Kalau begitu mari bekerja.. "Ucap Bakri sambil mengacungkan tangan bersalaman. Dan disambut Farhan sambil terkekeh.
"Gitu dong semangat... sekarang antarkan aku ketemu yang punya tanah disebelah...
*****
🌺 SALAM HANGAT SEMUAAA 😘😘
Semoga suka ya... Author senang karena Readernya nambah terus... jadi semangat... 😁
YUUK SEMANGAT IN AUTHOR TERUS LOVE YOU ALL 🌺
__ADS_1