
Tidak jauh berbeda dengan kehamilan sebelumnya Khairani benar benar dibuat tak berdaya. Muntah dan mual yang berlebihan membuatnya susah untuk menelan makanan.
Alhasil tubuhnya lemah dan tidak bertenaga. Hari harinya hanya berbaring di tempat tidur. Dia bangun hanya untuk urusan kamar mandi saja.
Tentu saja kondisi Khairani yang seperti ini sangat mempengaruhi pekerjaan Bakri. Bakri terpaksa harus membagi waktu nya antara toko dan rumah. Dia terpaksa mengorbannya sebagian pekerjaan nya di lapangan, karena tidak bisa mengabaikan Khairani begitu saja.
Pagi ini setelah membuat sarapan pagi dan mengantar anak anaknya ke sekolah, Bakri kembali ke rumah .Menyiapkan sarapan dan segelas susu lalu membawanya ke kamar untuk Khairani.
Melihat wajah istrinya yang pucat, Bakri tahu kalau Khairani pasti habis muntah muntah lagi. Rasa kasihan menyelinap di relung hati nya melihat beratnya penderitaan istrinya. Setelah membuka gorden Bakri duduk di sisi ranjang sambil menepuk pelan bahu Khairani, membangunkan istrinya .
" Rani ...bangun yuk , Abang bantu mandi habis itu sarapan ."
Tanpa berkata Khairani duduk dengan pelan lalu menyandarkan di dashboard tempat tidur. Dengan berlahan dia berdiri dibantu Bakri dan melangkah pelan ke arah kamar mandi . Selesai mandi dan berpakaian tentu saja dengan bantuan Bakri, Khairani kembali duduk ditempat tidur dengan posisi menyandar.
Dengan telaten Bakri menyuapi Khairani yang menatap suami nya dengan tatapan penuh arti , seraya berkata...
"Bang... maaf menyusahkan abang lagi... pasti Abang capek banget ."
"Udah kewajiban Abang Ran . Tidak usah dipikirkan, yang penting sekarang kamu sehat dan Adek bayi juga . "
"Bagaimana kerjaan abang .Toko siapa yang jaga. " Tanya Khairani
" Sementara abang di rumah aja ada Luki sama Bayu. Habis ini minum obat dulu ya. Susunya diminum setengah jam kemudian. Abang mau jemur cucian dulu . Kamu bisa sendirikan ? " Bakri berusaha mengalihkan pembicaraan, dia takut Khairani bertanya tentang pemasukan yang kian menurun. Tak ingin membebani Khairani dengan masalah keuangan, cukup masalah kehamilannya yang berat saja yang Khairani hadapi.
Enam bulan kemudian....
Masa masa sulit kehamilan bisa dilewati Khairani dengan baik, hingga usia kandunganya sudah 36 minggu.
Tapi tidak dengan usaha Bakri....
Bukan saja toko yang sudah kekurangan bahan material, tapi juga tagihan dari beberapa distributor pun sudah menumpuk. Belum lagi hutangnya kepada beberapa teman nya yang jumlahnya tidaklah sedikit.
__ADS_1
Tapi cobaan itu tak cukup sampai disitu saja. Sore ini Khairani dan Bakri pergi memeriksakan kandungan . Setelah menunggu waktu beberapa waktu kini giliran Khairani dipanggil perawat.
" Ibu Khairani Annisa ,silakan masuk bu ." Sesampainya mereka di dalam ruangan Dokter Ridha mempersilakan duduk.
"Selamat sore bu Khairani . Bagaimana kabarnya, apa ada keluhan ? "
"Hanya agak susah tidur dan sering sakit pinggang , Dok. " Jawab Khairani
" Itu sudah hal lumrah buat kehamilan mendekati kelahiran ya bu . Karena semakin besar perut maka semakin berat pula beban pinggang dan punggung . Itu menyebabkan pinggangnya agak terasa sakit. " Terang Dokter Ridha .
"Ayo kita tengok Adek bayinya ,Bu . Silakan tiduran dulu, suster !! Bantu Ibu Khairaninya, yaa ." Lanjutnya.
"Baik, Dok . Ayo Bu berbaring disini." Arahan Suster itu.
Setelah Khairani berbaring dengan nyaman , Suster itu menaikkan gamis Khairani dengan sebatas pinggang dan menutupi tubuh bagian bawah nya dengan selimut. Kemudian Dokter Ridha mengoleskan gel di perut gue khairani lalu mulai menggerakkan sebuah alat disana.
"Wah adeknya udah besar Pak..buk.. . sehat, dan beratnya juga cukup, air ketubannya juga bagus . " Kata Dokter Ridha menjelaskan.
"Ibu Khairani dan Bapak ...ada sedikit yang harus saya jelaskan . Berhubung usia kandungan Ibu sudah memasuki bulan kelahiran, perlu saya ingatkan bahwa ibu tidak bisa melahirkan secara normal. Mengingat ini kehamilan ketiga dari dua kali persalinan secara SC . Sangat beresiko jika dilakukan persalinan secara normal . Hal ini sudah penah sampai kan juga beberapa waktu lalu ,dan saya sekedar mengingatkan kembali bahwa usia ibu yang hamil di atas 40 tahun juga menjadi faktor yang memperbesar resiko tersebut ." penjelasan Dokter Ridha.
" Apa ada yang mau ditanyakan Buk... Pak .?? Lanjutnya
" Kapan waktu yang tepat untuk melakukan operasi nya , Dok. " Tanya Bakri .
" Sebenarnya dalam dua minggu ini sudah bisa dilakukan , karena jika kita menunggu waktu terlalu lama takutnya ibu keburu kontraksi ."
" Kenapa kalau saya mengalami kontraksi Dokter. " Sela Khairani
" Dikhawatirkan pergerakan bayi mencari jalan lahir itu akan melukai rahim ibu yang sudah dua kali di SC apalagi kalau sampai ketubannya pecah . Sebaiknya kita hindari hal hal penunjang resiko yang saya jelaskan tadi. Gimana Pak ...Bu ,sampai disini udah paham ya . Masih ada yang perlu ditanyakan lagi ? "
" Tidak Dokter , saya rasa sudah cukup jelas . Terimakasih , Dokter kalau begitu kami permisi . " Ucap Bakri sambil membantu Khairani untuk berdiri.
__ADS_1
"Sama sama Pak . Silakan , Semoga dilancarkan ya, Bu." Dokter Ridha berkata .
Khairani menjawab dengan senyuman dan anggukan saja. Pasangan suami istri itu keluar dari ruangan dengan wajah yang sulit diartikan .Mereka berjalan menyelusuri koridor rumah sakit dalam diam dengan tangan saling menggenggam. Seakan saling menguatkan. Mereka sama sama memahami masalah baru yang akan terjadi. Dan harus dihadapai.
Sementara itu di rumah mereka kedua kakak beradik Fariz dan Alma sengaja duduk di teras .Mereka sengaja menunggu waktu orang tuanya dengan tidak sabar. Apalagi Alma iya sangat antusias sekali ingin punya adik.
"Kok lama ya, Bang ? " Ucapnya .
" Sabar , sebentar lagi juga juga datang " Balas Fariz .
"Alma gak sabar Bang . Pengen tahu kapan lahirnya, duh senang deh punya Adek bayi. " Ucapnya sambil tersenyum menutupi mulutnya gemas. Fariz yang melihat tingkah Alma hanya terkekeh saja. Tidak lama kemudian sebuah motor matic memasuki halaman rumah.
Khairani turun hati hati dengan berpegang dengan lengan kokoh suaminya. Setelah dirasa aman barulah dia melangkah dan disambut teriakan Alma.
"Bundaaa...,gimana adeknya ?Sehatkan, kapan lahirnya ? Alma udah dan sabar Bun , terus...
"Stoooop... apa sih Alma nyerocos aja. Bunda bingung mau jawabnya ." Sela Fariz yang jengah dengan tingkah Adek nya.
"Ayo masuk dulu, kasihan bunda capek, nanti Ayah jelaskan di dalam ." ajak Bakri yang habis memarkirkan motornya. Merekapun masuk kedalam rumah.
Mereka duduk di ruang tengah , kemudian Bakri menjelaskan kalau Bunda mereka akan melakukan operasi SC dalam dua minggu ini. Fariz dan Alma begitu senang hati dengan ekspresi berita yang mereka dengar.
Tapi tidak dengan sepasang suami istri itu, mereka tersenyum menutupi rasa cemas, tak ingin merusak suasana hati anak anaknya. Tidak ada yang tahu hati mereka sibuk dengan rasanya masing masing.
Selesai sholat magrib dan makan malam, keluarga kecil itu memasuki kamar masing masing .Khairani duduk selonjor di tempat tidur dengan posisi bersandar. Sambil mengelus elus perutnya yang sudah sangat keras.
Matanya tidak lepas dari pintu kamar mandi , menanti pintu itu terbuka. Bakri yang baru saja keluar dari kamar mandi menyadari kalau istri nya kini lagi menunggunya.
"Kenapa ....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1