Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Kisah masa lalu


__ADS_3

"Apa yang terjadi sebenarnya dengan istrimu ...


"Ibu si kembar bukan istriku...


"Hah...maksudnya... "Bakri kaget dengan pernyataan Farhan.


"Si kembar adalah hasil kesalahan satu malam, mereka anak luar nikah.... " Ucap Farhan sambil menunduk ."Apa istrimu mau masih mau menyusui mereka setelah tahu kenyataan ini nantinya...


Bakri tidak langsung menjawab, dia masih terkejut dengan apa yang barusan didengarnya.


"Huuuft... kamu aja udah kecewa apalagi Khaira... " ucap Farhan putus asa


"Bu.. bukan begitu, aku hanya kaget... bagiku tak masalah anak itu berasal darimana, bagaimana dan siapa. Anak yang lahir itu suci dan tidak membawa dosa orang tuanya...." Cuma aku ingin tahu bagaimana ..." Bakri terdiam bingung mau melanjutkan, takut menyinggung masalah pribadi Farhan.


" Ceritanya panjang, lain kali aku ceritakan... "seakan memahami jalan pikiran Bakri. "Sudah malam.. kasihan istrimu sendirian. Ini terimalah... "lanjutnya sambil meletakkan uang duapuluh juta itu di tangan Bakri.


"Baiklah... kamu sudah menjatuhkan harga diri ku" ucap Bakri pura pura merengut.


"Harga diri mu tidak akan jatuh, hanya karena kamu menerima bantuan dalam memperjuangkan keluarga, yang ada anak anak mu akan bangga padamu suatu saat nanti... "ucap Farhan


"Baiklah... baiklah ...terimakasih bro... ini sangat membantuku" ucap Bakri sambil menyalami Farhan.Setelah berdiri mereka berpelukan ala pria normal.


*****


Pagi ini matahari telah menampakkan binarnya ,secerah senyuman Khairani yang dikelilingi oleh ketiga buah hatinya. Hari ini akhir minggu Fariz dan Alma tentu saja tak melewatkan hari libur mereka tanpa menjumpai ayah dan bunda mereka, apalagi adek mereka Gaza yang mereka rindukan.


Ketukan pintu dari luar menghentikan keriuhan di dalam sana. Bergegas Fariz berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Cari siapa om... "sapa nya


"Bakri ada...


"Ayah... ? ada ,sebentar... "Fariz kembali ke dalam memanggil ayahnya "Yah... ada tamu nari ayah... " lanjut nya


Bakri membuka pintu lebar, dan melihat Farhan yang datang dengan mendorong sebuah kursi roda dan kantong belanjaan berukuran sedang.


"Eh kamu... masuklah.. "sapa Bakri


"Terimakasih... " Farhan berjalan dibelakang Bakri, lalu memarkirkan kursi roda di dekat sofa. "Wah lagi Rame ini... apa mereka anak anak mu " lanjutnya


"Iya.. kebetulan lagi libur sekolah.... " Ayo nak salim om nya dulu."menyeru anak anak nya.


Kemudian Fariz dan Alma bergantian menyalami Farhan.


"Siapa ini namanya... "Tanya Farhan


"Yang laki laki Alfarizi yang perempuan Almaheera dan yang kecil Algazali.. " bukan anaknya yang menjawab, melainkan Bakri yang lagi menggendong Gaza.


"Bagus bagus deh nama mereka, siapa yang kasih nama mereka...


"Aku lah, siapa lagi "jawabnya bangga


Ditanggapi dengan kekehan oleh semua yang ada di ruangan itu.


"Ngomong ngomong kamu ngapain kesini bawa kursi roda " tanya Bakri heran.

__ADS_1


"Oh iya jadi lupa, apa Khaira bisa menyusui si kembar sekarang... " tanya Farhan sambil menatap Khairani


"Bisa bang... kebetulan Gaza udah selesai tadi. "jawab Khairani


"Tadi pagi aku udah izin sama Dokter Anak... katanya menyusui si kembar hanya boleh di ruangan intensif... belum boleh dibawa keluar... karena masih ada beberapa alat yang masih menempel. Jadi Khairani akan menyusui mereka tiga kali sehari, yang selebihnya boleh dipompa saja. " terang Farhan "Apa kamu keberatan tiga kali bolak balik " tanya Farhan.


"Tidak masalah ,aku bersedia, " jawab Khairani.


"Bakri sambil boleh aku bawa Khairani yang sebentar. " izin Farhan


" Silakan... semoga di kembar bukan cepat sehat yaa. "ucap Bakri tulus


"Ayo kalau gitu " Oh iya hampir lupa ,ini... alat pumping elektrik buat pompa ASI nya udah lengkap sama botol dan dot nya. "ucapnya sambil menyodorkan kantong plastik itu kepada Khairani.


Setelah Khairani menerimanya dan menaruhnya di nakas. Farhan mengambil kursi roda dan mendorong nya mendekati tempat tidur Khairani. Sedangkan Khairani berusaha turun dari tempat tidur dibantu oleh Bakri. Dengan hati hati Khairani melangkah ke kursi roda yang dipegang oleh Farhan. Setelah duduk dengan nyaman ,barulah Farhan mendorong dengan pelan sembari mereka berpamitan.


*****


Dari dinding kaca Farhan menatap punggung Khairani yang duduk sembari melihat menyusui mereka si kembar bergantian. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang yang jelas perasaannya jadi tak menentu.Sehingga dia tak menyadari satu jam telah berlalu.


Farhan tersentak dari lamunannya, ketika melihat Khairani berbalik menghadap pada nya.Tak lama kemudian Khairani keluar dari ruangan itu dibantu seorang suster mendorong kursi roda nya.


Farhan kini telah mengambil alih kursi roda dan mendorong nya berlahan menuju ruang rawat Khairani.


"Khaira... terimakasih, setelah telah bersedia menjadi ibu dari anak anak ku " ucap Farhan ambigu.


"Ibu susu.. " ucap Khairani meralat.


"Sama saja kan..." balas Farhan tersenyum tanpa disadari nya Khairani.


"Kau ini pintar sekali, padahal tadi aku mau menjebak mu... "ucap Farhan setelah berhasil meredakan tawanya.


"Hei...aku istri teman mu, kalau kau lupa... " ucap Khairani tak senang dengan kata kata siapa Farhan.


"Bercanda Khaira... bercanda... !!! Kamu ini kaku sekali " jawab Farhan sambil tersenyum puas telah berhasil membuat Khairani cemberut.


"Lagian nama panggilan ku Rani bukan Khaira... "lanjut Khairani ketus.


"Aku sukanya Khaira , kalau Rani itu milik Bakri " ucap Farhan menahan tawa nya.


Ucapan Farhan itu mendapat pelototan tajam dari mata bulat Khairani yang sengaja menoleh kebelakang. Dengan pipi gembung dan bibir monyongnya membuat Farhan merasa gemas dan lucu hingga Farhan tak bisa menahan tawanya .


Akhirnya mereka telah sampai di lorong terakhir. Hanya melewati beberapa ruangan saja mereka sampai di ruangan Khairani


"Tersenyum lah ....nanti Bakri malah curiga, menuduhku telah mencium mu hingga bibir mu monyong gitu" Farhan yang belum puas masih saja bermain kata. Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya.


Khairani yang kehabisan kata kata hanya bisa diam, seraya menghela napas lelah seraya memperbaiki suasana hatinya dan mengurangi rasa gugupnya.


Sesampainya di ruangan mereka disambut oleh Bakri .Kemudian Bakri mengambil alih kursi roda Khairani dan mendorongnya kearah tempat tidur. Sementara Farhan berjalan kearah sofa.


Setelah membantu Khairani untuk berbaring ,Bakri mengambil air mineral dan membantu Khairani untuk minum.


"Minumlah... habis itu istirahatlah, kamu pasti capek. " ucapnya pelan. dibalas anggukan oleh Khairani.


Semua yang di lakukan Bakri tak lepas dari pandangan Farhan. Dia melihat Bakri sampai akhirnya Bakri selesai menyelimuti kaki Khairani.

__ADS_1


Selesai menyelimuti Khairani, Bakri berjalan ke sofa menemui Farhan.Ditangannya membawa dua botol air mineral.


"Minumlah cuma ini yang ada " ucapnya


"Terimakasih, ini yang ku butuhkan" balas Farhan. Sambil membuka botol minumnya dan langsung meneguknya sampai tersisa setengah.


"Gimana kabarnya si kembar ,apa dia kesulitan menyesuaikan diri, apalagi belum pernah minum ASI langsungkan" tanya Bakri.


"Kamu tanya saja sama Khaira , aku belum tanya soalnya...


"Oh iya yang menyusui kan Rani bukan kamu " Balas Bakri cekikikan.


"Ri ...aku mau ngomong sama kamu penting... "ucap Farhan menahan serius. "Sekalian makan siang yuuk ,ajak anak anak sekalian. Kita cari restoran dekat dekat sini. " sambungnya


"Aku siapkan makan buat Rani dulu ya.." ucap Bakri sambil berlalu.


*****


Akhirnya sampailah Bakri dan Farhan di sebuah Restoran yang tak jauh dari rumah sakit. Dengan mengendarai mobil Fortuner hitam milik Farhan. Fariz dan Alma tidak jadi ikut, mereka lebih memilih makan di kantin rumah sakit supaya bisa menemani bundanya.


Farhan memesan ruang privat untuk lebih leluasa bicara dengan Bakri. Sedangkan Bakri sedikit tegang ,bertanya tanya dalam hati apakah yang ingin dibahas oleh Farhan dengannya.


"Kita makan dulu ya, udah lapar banget nih aku. " Ucap Farhan sambil melihat buku menu, kemudian memesan beberapa makanan pada pelayan restoran yang telah menunggu.


Sambil menunggu makanan sampai ,Farhan mengajak Bakri berbincang....


"Ri ...kamu asli orang sini...


" Bukan... aku dari jawa barat tapi menetap disini sejak umur delapan belas tahun.


"Terus orang tuamu...


"Ibuku sudah meninggal waktu umurku lima tahun. Kalau ayah... aku tak tahu.


"Kok bisa..


Bakri menarik napas panjang lalu melanjutkan cerita nya.


" Ayahku menikah lagi setelah dua bulan ibuku meninggal. Tapi ibu tiriku telah hamil tujuh bulan. Waktu itu aku kecewa sekali sama ayah. Ternyata ayah telah mengkhianati ibuku selama dua tahun. Alasannya karena ayah tak mencintai ibuku , mereka dijodohkan. Dan kamu tahu Han... ibuku meninggal karena bunuh diri. "Bakri bercerita dengan mata berkaca kaca, sesekali menghela napas menahan sesak.


"Semua cerita itu baru aku dengar, setelah berumur tujuhbelas tahun. Itupun dari ibu tiriku...Dia marah karena aku minta uang untuk kuliah sama ayah, dan dia mengatakan kalau aku anak yang tidak diinginkan... akhirnya aku pulang tanpa membawa apa apa. " lanjutnya...


"Pulang... ? memang kamu tinggal dimana.."tanya Farhan balik bingung.


"Sejak ibu meninggal aku tinggal sama paman , adik ibu...dan semua cerita itu sudah aku konfirmasi ke paman dan ternyata benar... Dan pamanku lah yang membawa ku ke kota ini. Sejak itu aku tidak tau kabar ayah karena kami putus komunikasi. Ayah pun tak pernah mencariku sama sekali. Akhirnya aku terdampar sendiri disini karena pamanku menetap di Palembang sekarang di kampung istrinya. " diakhiri nya ceritanya dengan kekehan.


Cerita Bakri terputus karena makanan yang mereka pesan telah datang, setelah terhidang mereka pun segera menyantap nya. Selesai makan Farhan kembali bertanya tentang kisah masa lalu Bakri.


"Gimana cerita nya kamu dan Khairani menikah ....


*****


🌺SALAM HANGAT SEMUAAA 😘😘


Semoga makin suka yaa... ada Bang Farhan yang menghangat suasana. Gimana jadinya ya Bakri dan Rani... Farhan dan Khaira. PENASARAN.....

__ADS_1


LOVE YOU ALL 🌺


__ADS_2