Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Kenalkan... Saya Farhan


__ADS_3

Siang ini di ruang serba putih yang berukuran tiga kali empat itu ,dipenuhi dengan canda tawa. Khairani dikunjungi oleh kedua adiknya beserta keluarga masing masing. Tidak ketinggalan Fariz dan Alma.


Semua terlihat bahagia menyambut anggota baru keluarga mereka. Apalagi Alma yang paling antusias, dari tadi sedikitpun tak bergeser dari duduknya di samping Khairani yang sedang menggendong Adek bayi nya. Tangannya sibuk menoel noel pipi lembut bayi mungil itu.


Sementara Bakri , Irul dan Syafi'i duduk di sofa ,sibuk dengan obrolan mereka. Nisa duduk di kursi samping tempat tidur Khairani sambil memangku anak keduanya yang masih berumur dua tahun. Sedangkan Fariz duduk ditempat tidur dekat kaki bundanya. Istri Irul dan anaknya tidak ikut karena masih di sekolah. Begitu juga anak pertama Nisa.


Mereka bercengkerama hingga jam besuk iya berakhir.


"Kami pulang dulu Kak, bang ...udah sore !Sekalian mau jemput anak anak di sekolah. "ucap Irul sambil berdiri.


"Oh iya... baiklah terimakasih karena udah datang... "jawab Bakri, sementara Khairani hanya senyum sambil mengangguk mengiyakan.


"Ayo Alma, Fariz kita balik... kasihan ruh adiknya mau istirahat". Ajak Nisa .Terlihat wajah sendu Alma yang beranjak dengan enggan.


"Terimakasih ya Nis, udah jaga anak ku " ucap Khairani


"Ok Kak, santai aja ...keponakan aku juga kali... " jawab Nisa " Ya udah kami jalan bang, kak... bay bay adek bayi sehat terus ya yaa "lanjutnya sambil menoel iya pipi bayi yang sudah berpindah ke box bayi.


"Terimakasih Syaf..udah luangkan waktu itu buat kesini " ucap Bakri ketika saling berjabat tangan dengan suami Nisa.


"Sama sama bang... maaf tidak bisa bantu abang, kondisi kami tak jauh berbeda dari abang " balas Syafi'i.


"Tak apa Syaf...ini sudah cukup membantu, semoga kita bisa melewati ujian ini " ucap Bakri sambil menepuk pelan lembut bahu Syafi'i.


"Aamiin... "jawab mereka serentak.


Setelah mereka keluar dari ruang rawat Khairani, tinggal Bakri dan Khairani diruangan. Bayi mereka telah dibawa suster kembali ke ruang bayi untuk di mandikan.


"Ran... mau makan buah ?? abang bukakan. "ucap Bakri menawarkan.


"Boleh deh... apel aja bang "


Lalu mereka kembali diam, sementara Bakri membuka buah, Khairani diam diam menatap suaminya. Banyak yang mau ditanyakan nya, tapi tersangkut di tenggorokan nya.


"Ini makanlah... " Bakri menyodorkan apel yang sudah dibuka ke pangkuannya Khairani.Abang pengen ngopi dulu ke kantin ,boleh?? lanjutnya.


"Boleh bang, pergi aja" jawab Kairani.


Sebenarnya Bakri sengaja menghindari Khairani.Dia tahu Khairani akan bertanya tentang biaya rumah sakit. Bakri belum bisa memberikan jawaban kepada Khairani. Dan yang pasti dia tidak ingin Khairani tahu bahwa dia belum punya jalan keluarnya.

__ADS_1


Alhasil sampai lah dia di loket Administrasi.


"Ada yang bisa saya bantu pak ?? tegur seorang Suster Disana .


"Maaf Sus... bolehkah saya tahu total biaya perawatan atas nama Khairani ruang Lili no dua... ??


"Sebentar pak, saya cek dulu... " setelah mengetik beberapa saat... "Totalnya sampai hari ini 17,5 juta pak, kemungkinan sampai akhir masa rawatan mungkin berkisar 19 jutaan.Nanti dikurangi dengan Dp yang telah dibayarkan."lanjut Suster tersebut.


"Terimakasih info nya ,Sus... " Bakri bangkit dari duduknya, seraya menghela napas kasar ,untuk mengurangi sesak yang menghimpun dadanya.


Langkah gontai itu bergerak menuju kantin rumah sakit .Bakri pergi menemui Luki yang baru saja sampai di kantin. Waktu keluar dari ruang rawat Khairani Bakri menghubungi Luki supaya menemuinya segera. Luki duduk disalah satu kursi dengan kopi yang masih mengepul. Ketika melihat Bakri sampai di pintu kantin dia langsung mengacungkan tangan agar Bakri menemukan nya.


"Sudah lama Ki... " sapa Bakri


"Belum pak ,nih kopi aja belum disentuh" jawabnya. "Ini pak... totalnya tujuh juta tiga ratus ribu. Ini penjualan dalam tiga hari ini. "lanjutnya sambil menyerahkan segepok uang yang telah diikat rapi.


"Huuft..." terdengar helaan napas Bakri. "Ki... kalau motor saya itu berapa ya lakunya kalau dijual.


"Kalau mau cepat paling laku tujuh jutaan pak ,tapi kalau bapak mau nunggu saya bisa bantu jualkan dengan harga sembilan juta...


"Saya tak punya waktu lagi Ki... kamu bisa jualkan tujuh setengah juta gak,saya butuh besok...


"Saya coba ya pak... kemarin ada teman yang nyari motor bekas mudah mudahan aja belum dapat... Bapak yakin mau jual ...maksud saya gimana transportasi bapak


"Baik pak... saya usahakan terjual lebih mahal dan cepat.... cuma ini yang bisa saya bantu pak... "kata Luki dengan wajah sendu.


"Dak papa kok Ki....syukur ada kamu, kalau gak sama siapa saya minta tolong"


"Kalau begitu saya tinggal Ki ,lanjutkan minum kopinya....."Bakripun berdiri hendak pergi


"Baik pak...


*****


Bakri berniat hendak kembali ke ruangan Khairani. Telah terlalu lama dia meninggalkan istrinya .Setidaknya sekarang dia telah punya jawaban dari pertanyaan Khairani nanti. Walaupun dia tak akan mengatakan dari mana dia mendapatkan uang itu.


Ketika pintu dibuka berlahan, terlihatlah Khairani yang tertidur pulas dengan menumpu telapak tangan dengan pipinya. Tak ingin mengganggu istrinya ,Bakri pun menutup pintu dengan berlahan.Kemudian dia melangkah ke arah taman samping rumah sakit. Duduk sendiri sekedar melepas lelah dan sesak. Hanya ditemani helaan napas yang kadang kasar, sesekali mendesah.


Tiba tiba seseorang duduk menghempas disampingnya tanpa permisi .

__ADS_1


"Huuft.... " terdengalah hembusan napas kasar seorang pria di samping Bakri. Kemudian dia menoleh kearah Bakri yang sedang menatap heran ke arah pria itu." Maaf ...numpang duduk ya ?"lanjutnya segan. "Eh... kamu... !!! "Jumpa lagi kita... "sambungnya sambil mengulurkan tangan menyalami.


"Kenalkan.... saya Farhan


Sesaat Bakri sambil tertegun mengernyitkan dahi tanda berfikir ,kemudian tersenyum lalu menyambut tangan sang pria..


"Bakri... ooo kamu... di ruang bayi ??


Kedua pria dewasa itupun terkekeh bersama.


"Bagaimana kabar si kembar... "tanya Bakri


"Ya... begitulah ,masih butuh waktu lama untuk bisa normal... "keluh Farhan .


"Kenapa... apa ada masalah dengan organ dalam...


"Bukan... organ mereka sudah bekerja dengan normal... hanya saja... mereka kurang bisa menyerap nutrisi dari asupan .Mereka butuh ASI, sementara mereka tak punya ibu... " Raut sedih tergambar diwajah Farhan.


"Apa rumah sakit tidak menyediakan donor ASI... ?Bakri bertanya


"Ada... tapi tak mencukupi .Kadang ada kadang tidak. Selain itu Dokter mengatakan kalau bayi yang disusui langsung lebih cepat pertumbuhan nya dari pada bayi yang minum ASI dari dot. "Aku bingung... kemana harus mencari ibu susu buat mereka. Yang mau menghabiskan waktunya untuk mendekap anak anak ku., Bukan ASI yang dipompa.


"Mungkin aku bisa membantu mu, tapi aku harus bicara sama istri ku dulu. "kata Bakri kemudian


"Apa istrimu ASI nya cukup...


"Alhamdulillah ASI nya banyak


"Mudah mudahan istrimu mau yaa, aku benar benar dibuat putus asa. "lagi lagi Farhan berwajah sendu.


"Tenanglah, aku tahu betul istriku ,dia baik, orangnya tak tegaan, rasa empati nya tinggi... dia paling tak tahan melihat orang lain menderita... apalagi bayi... "Bakri mendeskripsikan istrinya dengan berbinar.


Farhan bisa melihat kebahagiaan Bakri ketika menceritakan tentang istrinya. Terbesit rasa penasaran sama di dalam diri Farhan tentang istri dari teman barunya ini.


"Terimakasih ya mau membantu ku... kamu tahu...betapa bingungnya iya aku ,tak punya keluarga, saudara, ataupun teman disini...benar benar sendiri. " sambil tersenyum menutupi miris Farhan menjelaskan.


"Kamu bukan dari kota ini.....


*****

__ADS_1


🌺SALAM HANGAT SEMUAAA 😘😘


udah ketemu Farhan kan... tunggu kelanjutan nya yaa,. semangat nya mana... 😍


__ADS_2