Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Badai itu belum berlalu...


__ADS_3

Setelah kepergian Farhan tadi malam, paginya tinggallah Khairani dan Irul saja di ruang rawat itu. Mereka juga berencana untuk kembali ke Pekanbaru pada sore nanti. Hanya menunggu Dokter untuk mengecek kondisi Khairani sekali lagi saja .


Tapi Khairani malah dikagetkan oleh kedatangan Jack yang membawa semua barang barang Khairani dan Farhan yang tertinggal di Hotel.


" Selamat pagi, maaf apa aku mengganggu. " Ucap Jack ketika melihat Khairani sedang berbincang dengan Irul.


" Pagi, Oh Mr Jack. Anda datang tapi Farhan tidak ada disini. " Jawab Khairani.


" Aku tahu, aku hanya ingin mengantarkan ini. " Jack memberikan sebuah koper dan beberapa totebag yang segera Irul ambil alih.


" Terimakasih Mr Jack, maaf merepotkan. " Ucap Khairani sungkan.


" Tidak sama sekali, Khairani. Jangan terlalu formal, panggil Jack saja biar lebih nyaman. " Ucap Jack.


" Maaf, aku belum terbiasa. Oh iya Ja ...Jack, boleh aku tanya sesuatu ? " Khairani sedikit gugup.


" Boleh, silakan ."


"Apa Jeany masih bekerja ?


" Dia mengundurkan diri dari kemarin. Ada apa ? " Tanya Jack balik.


" Oh tidak, hanya bertanya saja. " Jawab Khairani.


" Khairani maaf kalau aku lancang ikut campur ,tapi satu hal yang perlu kamu tahu aku kenal Farhan sudah lebih duapuluh tahun lebih. Yang aku tahu baru kali ini Farhan terlihat bahagia walaupun dia harus kehilangan Perusahaannya. Hanya karena ingin dekat dengan keluarganya. Percayalah Farhan benar benar sangat mencintaimu. Makanya dia berani mengambil keputusan ekstrim seperti itu. "


" Yah, aku tahu. Aku pun juga begitu. " Jawab Khairani.


" Baiklah aku hanya mampir saja, lain kali kalau Farhan telah menyelesaikan urusannya, aku ingin sekali pergi ke tempat kalian.


" Aku tunggu itu ." Ucap Khairani.


" Oke aku pamit dulu, sampai jumpa lagi Khaira. " Jack pun berlalu setelah berjabat tangan dengan Irul.


Tiba tiba Irul mendekat pada kakaknya itu.


" Kenapa Kak Rani menanyakan tentang wanita itu ?" Tanya irul dengan wajah tidak senang. Khairani langsung tersentak mendengar pertanyaan Irul.

__ADS_1


"Rul, kamu mengetahui sesuatu ? "


" Iya, aku tahu semuanya ,Kak . Bang Farhan sudah menceritakan semuanya padaku. "


" Huuft , padahal aku mau menyimpan semua itu, tapi Bang Farhan malah sudah membeberkannya."


" Kak Rani jangan lagi terpengaruh oleh wanita itu, kalau tidak mau berakhir seperti ibunya Sikembar. " Ucap Irul mengingatkan.


" Iya, aku tahu. "


" Dan selama Bang Farhan tidak ada, apapun yang terjadi cepat kabari aku . Kakak juga harus kembali konseling dan terapi ke Dokter Mia ya ? Aku tidak mau Kak Rani kayak dulu lagi. Jangan biarkan masalah berlarut larut dan belajarlah untuk lebih terbuka pada ku . " Ucap Irul.


" Baiklah , Pak guru. " Ucap Khairani sedikit disewot sewotkan.


*****


Seminggu sudah Khairani dan Irul kembali ke Pekanbaru, berarti seminggu juga Farhan berada di Jepang. Dan selama seminggu ini tidak ada komunikasi yang terjadi antara kedua suami istri itu kecuali ketika Farhan baru saja mendarat di Jepang.


Khairani juga sudah mulai lagi konseling dengan Psikiater yang menanganinya dulu. Wanita lima puluh tahun itu bernama Dokter Mia. Dengan telaten Dokter Mia mendengarkan dan mensugesti Khairani untuk membuang prasangka prasangka yang menghantuinya.


Khairani memang mengalami Mental trust Issues .Dia kehilangan rasa percaya terhadap Farhan. Merasa terkhianati oleh suaminya itu. Dan sekarang dia merasa curiga kalau suaminya ke Jepang hanya untuk menghindarinya.


" Dia tidak menghubungi ku, Tante. Ini udah seminggu lebih. Aku takut ini hanya siasat saja untuk pergi dariku. "


" Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kamu harus belajar mempercayai suamimu. Mungkin dia sibuk, apalagi kamu mengatakan kalau mertuamu sedang sakit dan Perusahaannya sedang bermasalah."


" Tapi apa untuk menelepon saja dia tidak bisa. "


" Khairani, kita berada di negara yang berbeda waktu yang cukup jauh. Bisa saja karena itu agak sulit baginya menyesuaikan waktu untuk menghapus hubungimu.Begini saja, bagaimana kalau kamu saja yang menghubungi duluan. "


" Aku takut mengganggunya, Tante. "


" Kadang kadang pemikiran yang seperti itu yang membuat hubungan pasangan suami istri itu semakin jauh. Tidak ada salahnya kita sebagai istri mendahului. Siapa tahu karena kesibukan suami lupa, jadi kita yang mengingatkan. Kalau kita selalu berpikir suami yang harus begini dan harus begitu, maka itu akan membuat kita semakin berprasangka buruk jika suami tidak melakukan yang kita mau.


" Baiklah, Tan. Nanti aku coba untuk menghubungi nya. Tapi aku masih sulit menerimanya. Setiap kali teringat peristiwa itu aku masih mual, Tante. "


" Ran, inti dari masalah kamu ini adalah memaafkan .Kamu harus belajar menerima bahwa semua itu telah berlalu dan tidak akan terjadi lagi. Coba sugesti dirimu sendiri dengan keyakinan semua yang kamu lihat bukan kesalahan suamimu. Dia terjebak dan tidak berdaya. Kamu sudah melihat hasil test suamimu kan. Zat yang terkandung dalam urine dan darahnya adalah zat yang kuat. Jika di tidak melampiaskannya malam itu bisa saja terjadi kerusakan pada syaraf atau jantungnya. Atau paling parah kematian. Kamu tidak ingin iru terjadikan ? "

__ADS_1


Khairani mendengarkan perkataan sang Dokter hanya bisa mengangguk angguk dalam diam. Khairani sudah mendengar penjelasan yang serupa dari Dokter yang di Singapura sebelum meninggalkan rumah sakit. Tapi tetap saja Khairani merasa sulit untuk menerima kenyataan itu.


" Apa yang suamimu lakukan sudah benar secara medis, walaupun itu tetap saja menyalahi ajaran agama kita. Jujur aku sendiri tidak tahu hukumnya dalam agama kita, jika ini sesuatu yang darurat dan membahayakan nyawa. Tapi yang harus aku tekankan sebagai seorang manusia yang lemah, bahwa suamimu tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan, Khairani. "


" Berusahalah lebih kuat untuk mengendalikan pemikiranmu. Agar tidak berprasangka buruk lagi. Belajar memaafkan dan banyak banyaklah berdoa. Sholatlah ketika kamu merasa resah karena suatu yang memenangkan jiwa hanya ketika kamu bisa berpasrah diri pada Sang pemiliki kehidupan ini. "


" Baik Dokter akan aku coba berusaha lebih keras lagi. " Khairani sedikit merasa lega setelah berbicara banyak dengan Dokter Mia.


Sementara Farhan dibelahan bumi sebelah timur sana, sedang berkecimpung dengan peliknya masalah yang terjadi di Perusahaan milik keluarganya. Saham milik Papanya terjual secara tak sengaja karena kecurangan yang dilakukan oleh keponakan Padanya.


Itulah penyebab Papanya kena serangan jantung ketika sahamnya telah terjual. Beruntung saham terbesar besar masih milik Farhan. Jika tidak mungkin sekarang perusahaan itu telah jatuh ke tangan orang lain.


Sementara Papanya sekarang dinyatakan koma sejak seminggu lalu. Farhan hanya bolak balik antara rumah sakit dan kantornya saja. Kalau siang hari dia di kantor, maka malamnya dia akan berada di rumah sakit.


Karena jadwal yang terlalu padat dan kesibukan mengurus sang ayah, Farhan jadi belum sempat memegang Hpnya. Tanpa dia sadari ternyata waktu seminggu berlalu begitu saja.


Malam ini Khairani berniat untuk menelepon Farhan. Jam menunjukkan pukul delapan malam. Berarti di Jepang diperkirakan sekitar jam sebelas malam.


Baru saja hendak menekan panggilan tiba tiba notifikasi pesan masuk terdengar dari Hpnya .Sebuah Foto terkirim dari nomor tidak dikenal. Khairani merasakan sesak seketika. Dia berusaha menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melihat lebih teliti foto tersebut.


Sambil menarik napas dalam Khairani memejamkan matanya. Setelah agak tenang barulah Khairani membuka foto itu kembali. Jeany !!? Ya, foto itu terlihat Jeany duduk disebuah tempat makan karena terlihat beberapa hidangan berjejer di atas meja di depan Jeany.


Foto itu terlihat diambil dari samping Jeany. Tapi yang membuat Khairani meradang adalah seseorang yang berada di sisi meja samping Jeany. Seorang pria yang Khairani rindukan sedang menunduk menyantap hidangan di depannya.


Khairani melihat tanggal dari foto itu. Ternyata itu mungkin jam makan siang di hari ini. Berbagai pertanyaan muncul di otak Khairani. Bagaimana bisa ? Apakah Farhan ke Jepang bersama Jeany. Jika Farhan tidak menyukai Jeany, kenapa mereka makan bersama.


Khairani berusaha berpikir positif, kembali teringat percakapan antara Farhan dan Jeany tempo hari. Mungkin ini yang Jeany lakukan saat meneror Citra sampai depresi berat.


Hal yang sama dilakukan padanya saat ini. Khairani menarik napas dalamnya dan membuangnya perlahan. Seperti yang Dokter katakan, Khairani harus bisa mengendalikan pikirannya.


" Tidak Rani, jangan terpengaruh. Wanita itu jahat, dia hanya ingin menyakitimu. Percayalah Farhan hanya untukmu. Dia mencintaimu. Pasti ada penjelasan logis untuk semua ini. Tenanglah... tenang. "


Khairani mensugesti dirinya. Napasnya mulai sesak dan pusing mulai menyerangnya. Dengan sedikit sempoyongan Khairani berjalan ke nakas, mengambil obat dan meminumnya .


Obat itu adalah penenang yang aman buat kandungannya. Bersyukur Dokter Mia selalu mengingatkan Khairani untuk meminum obat itu hanya disaat membutuhkan saja.


Dan saat ini adalah pertama kali Khairani mengkonsumsinya. Dia sangat membutuhkan obat saat ini agar bisa tetap waras dan tenang. Khairani tidak mau berakhir seperti Citra dan membuat wanita yang terobsesi pada suaminya itu menang.

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkan kau...


__ADS_2