
Sore ini Farhan dan Khairani sedang bersantai di halaman belakang rumah mereka. Sambil menikmati minuman dan camilan mereka merebahkan diri di kursi malas dekat kolam renang. Terlihat anak anak sedang asik berenang dan bermain bersama sama.
Senyum yang terukir di bibir Farhan menggambarkan kebahagiaannya saat ini. Menikahi wanita yang dicintainya dan dikaruniai anak anak yang banyak adalah anugerah yang paling disyukurinya.
Hidupnya yang selama ini terasa sepi kini terasa berwarna. Farhan yang sejatinya anak tunggal dan hidup di lingkungan orang orang yang tidak menyukainya membuatnya lebih suka menyendiri. Hanya ibu dan ayah angkat nya yang menyayanginya tetapi merekapun sibuk dengan urusan mereka.
Dan saat ini melihat anak anaknya tertawa dan berlarian kesana kemari mengukir senyuman yang tak luntur dari bibir itu. Sementara Khairani yang melihat suaminya pun ikut tersenyum bahagia.
"Abang mulutnya jangan lupa ditutup dan giginya kering. "Canda Khairani.
Spontan saja Farhan menutup mulutnya sambil melihat ke arah Khairani yang terkekeh melihat reaksi Farhan.
"Dosa kamu Yang, ngerjain suami. " Balas Farhan sambil mencubit hidung istrinya lembut.
"Habis dari tadi nyengir aja, tuh kopinya diminum, Abang."
"Khai, aku bahagia melihat mereka. Inilah hidup yang aku inginkan dari dulu. Hidup tenang, punya banyak anak dan yang pasti punya istri cantik yang perhatian dan pengertian kayak kamu. " Ucap Farhan dengan senyuman.
" Jangan menggombal ,nanti kupingku kembang. " Khairani yang merona jadi salah tingkah. Wanita dewasa ini seperti gadis remaja yang sedang digombali .
" Wah istriku makin cantik kalau lagi merona, jadi gemas. " Farhan mencuri kecupan di pipi Khairani. Dan dibalas pelototan dari istrinya itu.
"Abang !! Ada anak anak. " Khairani terpekik tertahan karena kelakuan Farhan.
"Meraka sedang sibuk , Yang . Ayo kita ke kamar, kita lanjutkan di sana saja " Ucap Farhan dengan kerlingan nakal ala Farhan.
"Enggak mau. " Khairani cemberut menanggapi permintaan suaminya. Sedangkan Farhan terkekeh senang karena telah berhasil mengerjai istrinya.
Tak lama berselang, obrolan mereka terputus oleh suara HP milik Farhan. Farhan mengangkat panggilan itu dengan sedikit menjauh dari istrinya.
Selesai bicara di telepon Farhan kembali duduk di samping Khairani. Terdengar helaan napas yang sedikit berat dari mulut Farhan. Khairani hanya menatap suaminya tanpa bertanya apapun. Farhan menyadari tatapan sang istri yang menunggu penjelasan darinya.
"Minggu depan aku harus ke Singapura. "Akhirnya Farhan menjelaskan sambil melihat reaksi Khairani. Namun Khairani hanya diam saja.
"Pengalihan perusahaan di Singapura butuh tanda tangan terakhir dariku. Ini yang terakhir. Setelah ini semua urusan ku di Singapura selesai. Perusahaan, Apartemen, tanah dan aset aset yang lain mutlak milik Mr Luo. Dan aku akan fokus di sini saja. "
Melihat reaksi Khairani yang hanya terdiam sambil menatapnya, Farhan pun mengerti. Ada kegelisahan di mata istrinya. Raut wajah yang ayu itu terlihat cemas dan sendu.
Farhan meraih tangan mungil istrinya yang mengusap perut buncit itu. Farhan tahu Khairani berusaha menekan gejolak di hatinya. Terlihat dari refleknya yang langsung memegang perutnya.
"Kenapa... ? Kamu mencemaskan aku ? Kamu belum percaya padaku Khaira ? " Ucap Farhan lembut sambil menggenggam jemari Khairani.
"Aku percaya padamu, Bang .Tapi tidak dengannya. " Khairani menunduk menyembunyikan matanya dari tatapan Farhan.
"Kalau begitu ikutlah denganku, sekalian kita Honeymoon. " Khairani langsung mengangkat wajahnya yang tadi menunduk. Dengan tatapan tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
"Bolehkah... ? " Binar mata itu kembali bercahaya.
"Tentu saja boleh, siapa yang berani melarang. "Ucap Farhan sambil mengecup jemari yang tahu digenggamnya.
"Tapi Bagaimana anak anak ?"
"Mereka sudah besar dan punya pengasuh, jangan terlalu mengkhawatirkan itu. Kita hanya pergi dua hari saja.
"Baiklah kalau begitu. " Senyuman Khairani tanpa sadar menulari Farhan.
" Mudah sekali membuatmu bahagia, Sayang. Bahagialah terus jangan pernah menangis lagi, apalagi karena aku. "Ucap Farhan lembut dan dalam.
"Selagi kamu bersama dengan ku dan tidak menduakan ku, aku yakin tidak ada yang akan aku tangis kecuali kematian. " Khairani membalas tatapan Farhan penuh arti.
__ADS_1
"Tentu , takkan ada yang lain Sayang. Only you ..."Farhan menyandarkan kepala Khairani ke dadanya dan mengecupnya berkali kali.
Khairani tersenyum bahagia dengan perlakuan Farhan yang selalu membuat Khairani merasa sangat dicintai .Seketika mereka lupa dimana mereka saat ini.
*****
Pagi ini Farhan dan Khairani berangkat ke Singapura. Setelah kemarin mereka konsultasi dengan Dokter kandungan dan diizinkan untuk terbang dengan durasi waktu yang pendek. Karena kondisi Khairani yang hamil diusia diatas empat puluh tahun tidak lagi diizinkan untuk terbang terlalu lama atau terlalu jauh.
Farhan langsung membawa Khairani ke Perusahaan untuk menyelesaikan urusannya. Setelah itu barulah beristirahat dan jalan jalan keliling Singapura.
Sesampainya di Perusahaan Farhan disambut oleh mantan karyawannya. Farhan yang notabennya pemimpin yang ramah dan hangat disukai oleh para karyawannya.
Percakapan dalam bahasa inggris
"Selamat datang Mr Jonhson dan Mrs Jonhson. "Sapa seorang pria muda yang sengaja menunggu Farhan di lobi. " Mr Luo sudah menunggu, silakan" Lanjutnya sambil memberi jalan.
"Terimakasih, Ken "Balas Farhan kepada pria yang berama Ken yang merupakan Asisten Mr Luo.
Mereka berjalan beriringan menuju ruang meeting yang berada di lantai lima. Farhan berjalan dengan menggandeng tangan Khairani. Selain karena perut Khairani yang membuncit juga karena ingin memperlihatkan kemesraannya kepada seseorang.
Ketika pintu ruang meeting itu terbuka terlihatlah seorang pria seumuran Farhan dengan stelan jas lengkap. Aura seorang CEO terlihat dari karismanya.
Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Khairani, melainkan seorang wanita dewasa yang terlihat anggun dan cantik disamping pria tersebut.
Khairani sangat tahu siapa wanita yang menatap suaminya penuh rindu itu. Ya , Jeany sekarang telah menjadi Sekretaris Mr Luo. Farhan sudah tahu sebenarnya. Karena yang menghubunginya waktu itu adalah Jeany dengan menggunakan nomor kantor.
Khairani meremas lengan Farhan tanpa sadar. Kecemasan sang istri dapat dirasakan Farhan .Sambil tetap tersenyum Farhan memperkenalkan istrinya kepada Mr Luo.
"Selamat datang Mr Jonhson dan ...
"Khairani Jonhson, istriku. " Ucap Farhan memperkenalkan istrinya.
" Terimakasih, saya juga senang bisa bertemu dengan anda tuan. " Balas Khairani sambil menangkup kedua tangannya di depan dada.
"Oh iya, kenalkan ini Jeany Wang Sekretaris ku dan ini Kennedy Lim Asisten ku. "Mr Luo memperkenalkan.
"Senang bertemu lagi Mr Jonhson. " Ucap Jeany tersenyum sambil mengulurkan tangan menyalami.
"Terimakasih Jeany, tidak usah terlalu formal, kita sudah saling mengenalkan ,"Tolak Farhan.
Melihat tangan Jeany menggantung di udara, Khairani langsung menyambut menggantikan.
" Senang juga bertemu anda Nona Jeany, kenalan saya istrinya Farhan. Khairani seakan memperjelas statusnya.
Ucapan Khairani hanya dibalas senyuman palsu oleh Jeany.
Selesai berkenalan mereka dipersilakan duduk .Khairani duduk bersebelahan dengan Farhan, sedangkan Mr Luo, Jeany dan Ken duduk berseberangan dengan mereka.
Pembicaraan yang berlangsung tidak begitu dimengerti oleh Khairani. Selain karena membicarakan masalah bisnis juga dikarenakan mereka menggunakan bahasa inggris. Tapi Khairani tidak ambil pusing.
Khairani hanya jengah melihat tatapan Jeany yang mendamba ke arah suaminya. Sementara Farhan tidak mempedulikannya sama sekali. Malah Farhan sengaja menggenggam jemari Khairani di atas meja tanpa rasa sungkan.
Khairani membiarkan saja tindakan suaminya itu. Disela pembicaraan Farhan sesekali menoleh ke arah Khairani sambil tersenyum. Kemudian membukakan tutup botol air mineral yang tersedia untuk Khairani tanpa diminta.
Khairani tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang terlihat memanasi. Lebih tepatnya ingin memberitahu kalau dia mencintai istrinya.
Semua perhatian Farhan kepada Khairani tidak lepas dari mata ketiga orang di depan mereka. Terlebih lagi Jeany yang dari tadi sudah mengetatkan rahangnya.
Beberapa saat kemudian, setelah menanda tangani beberapa berkas Farhan berniat untuk undur diri. Tapi terhenti karena Khairani minta izin ke toilet.
__ADS_1
"Sayang, aku mau ke toilet sebentar. "
"Biar aku antar. "Ucap Farhan hendak berdiri.
"Tidak usah, biarkan aku sendiri saja. Tunjukkan saja dimana toiletnya. "
"Kamu yakin sendirian ?" Dijawab anggukan oleh Khairani . "Hati hati ya, toiletnya sebelah kanan paling ujung. " Jawab Farhan.
Setelah Khairani menghilang dibalik pintu. Farhan kembali duduk sambil menunggu sang istri.
"Kau kelihatan sangat mencintainya. " Ucap Mr Luo yang tidak lagi formal. Karena Farhan dan Jack Luo serta Jeany adalah teman satu kampus dulunya.
"Sangat, kau paling tahu kalau aku tidak pernah jatuh cinta. Sekali jatuh langsung dalam ." Ucap Farhan sambil terkekeh.
"Ya, aku dapat melihatnya .Dan aku ikut bahagia untuk itu. " Mr Luo tersenyum bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya. " Dan sebentar lagi kau akan punya anak, pasti sangat menyenangkan. "Sambungnya.
"Ini anak keenam kami, anak ketiga ku, dan anak pertama dari pernikahan ku dengannya. " Terang Farhan dengan aura bahagianya. Jeany merasa perih mendengar semua pembicaraan itu. Tangannya mengepal kuat dibawa meja.
"Waw , Selamat kawan semoga kau selalu bahagia. " Ucap Mr Luo.
"Terimakasih, kapan kapan mainkan ke tempat ku. Aku akan menjamu mu dengan masakan istriku. Dia koki terhebat ."Puji Farhan
"Oke, pasti aku kesana jika ada kesempatan. " Balas Mr Luo.
"Aku permisi mau ke atas dulu, menaruh berkas ini. " Merasa tidak nyaman Jeany akhirnya memilih untuk keluar saja.
" Oke Jeany, jangan lupa ambillah tas dan kunci mobilku ,kita akan menjamu Farhan dan istrinya. Kebetulan sudah waktunya makan siang. " Perintah Mr Luo.
"Oke... " Jeany pun berlalu.
Khairani yang baru keluar dari toilet bertemu dengan Jeany tepat di pintu lift.
"Kau boleh tersenyum sekarang ,sampai Han bosan denganmu dan kembali ke pada ku. " Ucap Jeany sinis.
"Kau begitu yakin ya. " Balas Khairani santai .
"Tentu, hanya aku yang bisa melayani dan paling mengerti tentangnya. Baik itu di kantor ataupun di ranjang. " Ucap Jeany berbisik di telinga Khairani. " Kau tahukan, kalau Farhan garang di ranjang .Dia akan puas dengan sekali main. Dan aku rasa kau tak sanggup untuk itu. "Jeany bicara dengan nada mengejek.
Khairani terdiam sejenak.
" Aku tidak peduli dengan ucapanmu nona, bagiku akulah pemenangnya. " Khairani pun berlalu karena malas meladeni Jeany.
"Ini belum berakhir, kau lihat saja nanti aku yang akan memenangkannya diakhir." Ucap Jeany menghentikan langkah Khairani.
Khairani mendengarkan setiap ucapan Jeany sambil memejamkan matanya sejenak dan melangkah kembali tanpa menoleh ke belakang.
Kata kata Jeany sangat mengganggunya. Banyak pertanyaan di kepalanya. Farhan tidak pernah bermain kasar dengannya dan jarang sekali Farhan meminta bermain dua kali. Dan lagi tidak setiap hari.
Apa Farhan menahan diri dengannya. Karena dia merasa Khairani sudah tua dan tidak sanggup. Semua ucapan Jeany berputar putar di kepalanya. Apalagi ancaman Jeany sangat mengganggunya.
...****************...
๐บ Maaf ya Readers ku sudah beberapa hari tidak up. Tensi drop bikin tidak bisa nulis dan menciptakan gempa di kepalakuh ( goyang dah ).
Tapi sekarang udah aman, gempanya udah bisa dinetralkan dan udah bisa Up lagi.
Jangan bosan ya kasi kritik, maklum ini tulisan pertama ku. Masih harus banyak belajar.
Kirim semangatnya ya Readers ku ter๐ Love you all ๐บ
__ADS_1