
Kesalah pahaman antara Khairani dan Farhan dapat mereka selesaikan. Kehangatan Farhan yang menghujani Khairani dan kemanjaan Khairani yang membuat Farhan semakin ingin dekat dengannya.
Hari hari mereka lalui dengan penuh cinta. Khairani lebih leluasa mengekspresikan dirinya. Cerewetnya, cerianya , manjanya, marah serta tidak suka dapat terlihat tanpa dia tutupi.
Cara Farhan memperlakukannya membuatnya nyaman . Kadang mereka berdebat dan akan berakhir dengan rengekan khairani karena kejahilan Farhan. Kadang mereka seperti ABG yang dimabuk cinta.
Mungkin karena Farhan yang baru merasakan cinta di usia kepala empat. Sementara Khairani yang selama pernikahannya dengan Bakri yang terasa kaku dan dingin.
Sifat Bakri yang terlalu berwibawa dan irit bicara serta ekspresi yang dingin jarang senyum, membuat Khairani segan dan sedikit takut mengekspresikan dirinya. Takut menyatakan keinginannya.
Bertolak belakang dengan Farhan yang jahil, hangat dan tidak segan memperlihatkan perhatiannya. Tidak hanya kepada Khairani tapi juga terhadap anak anaknya dan orang orang sekitar Khairani.
Begitulah hidup ,kadang wanita itu akan terlihat bahagia apabila berada di tangan yang tepat. Meskipun dengan kadar cinta yang sama, tapi dengan perlakuan yang berbeda, maka akan menghasilkan rasa bahagia yang berbeda pula.
*****
Dua bulan setelah kesalah pahaman itu, tepatnya setahun setelah kematian Bakri. Dan kandungan Khairani memasuki bulan kelima. Khairani juga tidak lagi mengalami morning sickness .
Kehamilannya kali ini dia terlihat lebih energik dan lebih sehat. Mungkin karena kebahagiaan yang Farhan berikan untuknya, sehingga semua terasa mudah untuk Khairani.
Pagi ini mereka sedang sarapan bersama. Rencananya Khairani dan Farhan serta anak anak mereka akan pergi ke makam Bakri. Mereka hendak berziarah kesana.
Dengan berjalan kaki mereka menuju makam, karena lokasi yang tidak jauh dari rumah Khairani. Setiba disana Farhan dan Fariz membersihkan rumput rumput liar.
"Bang, semoga kamu tenang disana, aku dan anak anak sudah bahagia disini. Bang Farhan menggantikan mu untuk menjaga kami disini. Aku juga berharap kamu berada ditempat yang terbaik disisi Nya. " Doa Khairani dalam hati.
"Ri, aku sudah menjalankan satu amanah mu. Aku akan bahagiakan mereka sesuai keinginan mu. Tapi aku belum menyampaikan pesan mu, karena aku takut dia akan kesulitan untuk mencintaiku. Sampai saat ini aku belum pernah mendengar dia mengatakan cinta pada ku. Sabarlah disaat aku yakin cintanya telah ku dapatkan, maka pesanmu akan aku sampaikan. " Farhan membatin sambil terus membersihkan makam Bakri.
Sepulangnya dari makam mereka dikejutkan oleh kehadiran tamu di rumah mereka. Ternyata Irul dan Nisa beserta keluarga masing masing.
__ADS_1
" Tumben pada kemari tidak ngabari dulu " Sapa Farhan.
" Ini karena istri Bang Farhan, yang menghasut istri kami untuk pergi ke Spa. Emang Bang Farhan tidak tahu? " Ucap Irul.
"Belum ada yang minta izin tuh ." Ucap Farhan sambil melirik Khairani. Sementara yang dilirik cuma cengengesan tak jelas sambil mengelus elus lengan Farhan.
"Bukan sekarang Bang, nanti habis makan siang. Nanti aku masakin dulu makanan kesukaan Abang yaa !" Khairani merayu Farhan agar mengizinkannya.
" Aku izinkan kok, enggak usah pakai rayuan juga diizinkan. Aku malah senang kamu menghabiskan uangku untuk menyenangkan dirimu. Jangan takut takut menghabiskannya, uang Abang banyak ." Ucap Farhan sambil mengusap kepala Khairani.
Semua yang melihat mereka berekspresi berbeda. Irul yang tersenyum haru, Ega yang menanggapi dengan kekehan. Sementara Syafi'i tersenyum renyah. Dan Nisa dengan wajah datarnya.
"Huu yang bucin ,dunia terasa milik berdua. " Ejek Nisa.
" Tidak apa apa Sayang, malah bagus. Kamu nanti bantu Kak Rani menghabiskan uang Bang Farhan yaa." Sambung Syafi'i
Khairani dan yang lain tertawa bersama, kecuali Farhan mengerucutkan bibirnya.
"Dasar suami enggak bermodal ,aji mumpung ." Dengus Farhan.
"Biarin ,kan Abang sendiri yang nyombongin banyak duit. Rasain ..." Jawab Syafi'i.
Mereka tertawa bahagia melihat perdebatan kecil itu.
Setelah para wanita selesai memasak ,mereka pun makan bersama. Namun Khairani tidak bisa menyantap makanannya karena tengah memangku Alika yang sedang menangis tersedu sedu.
Alika tidak mau dengan pengasuhnya setelah insiden gigit menggigit antara para bayi.Akibatnya Alika menangis dan maunya dipangku Khairani.
" Alika sayang, sama Mbak Dwi dulu ya .Bundanya mau makan dulu ya Cantik. " Rayu Farhan
__ADS_1
" Nda... nda...." Alika hanya menangis sambil menyebut Bundanya seraya memeluk Khairani.
"Cup... cup... jangan nangis lagi ya Alika cantik, ya udah sama Bunda aja ya. " Khairani berusaha menenangkan Alika. Dia menciumi pipi gembul Alika dengan gemas.
"Udah Abang makan saja dulu, gantian nanti aku. " Lanjutnya.
" Biar aku suapin ajalah,nanti kelamaan kasihan dedeknya sudah lapar. " Farhan mengelus perut Khairani yang sudah membuncit itu.
Semua yang terjadi tidak luput dari pantauan Irul yang begitu terharu melihat kebahagiaan Khairani. Cahaya yang dulu sempat redup di wajah kakaknya kini bersinar kembali.
Khairani terlihat lebih bahagia sekarang. Dan dia juga senang melihat Farhan yang sangat menyayangi Khairani dan anak anaknya.
Sementara Farhan sibuk dengan hidangan yang di hadapannya dan sambil menyuapi Khairani .Tidak ada rasa canggung dari keduanya. Walaupun perbuatan mereka menjadi tontonan semua yang di meja makan.
Selesai makan para wanita bersiap meninggalkan rumah hendak menuju tempat Spa ,dan para pria bertugas menjaga buah hati mereka.
Sore harinya ketika anak anak pada tidur siang, para pria duduk sambil ngopi di halaman belakang. Pembahasan mereka tak jauh dari pekerjaan.
Apalagi sekarang Farhan dan Syafi'i sibuk mengembangkan usaha mereka. Farhan lagi membangun pabrik pembuatan Berbagai macam jenis baja ringan. Seperti Canal , Reng , Furing dan Hollo.
Semua berjalan lancar dan sebentar lagi akan launching .Sementara toko peninggalan Bakri sekarang telah berkembang menjadi perusahaan Distributor.
Farhan yang notaben nya seorang pengusaha sukses, sangat jeli melihat peluang usaha . Alhasil sekarang semua usaha yang dilakukannya berkembang pesat.
Irul adalah salah seorang yang bangga dengan kesuksesan Kakak iparnya. Berkat Farhan Kakak dan adiknya juga terkena imbasnya. Syafi'i yang menjadi tangan kanan Farhan secara otomatis telah membantu Nisa mengangkat derajatnya. Setidaknya Nisa tidak lagi bekerja dan fokus di rumah saja.
Irul hanya berharap semoga kedua saudari perempuan nya selalu bahagia. Dengan begitu amanat yang pernah ibunya berikan untuk menjaga keduanya telah terpenuhi. Dan ibunya bisa tenang disana melihat kebahagiaan keluarganya.
...****************...
__ADS_1