Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Mental trust Issues?


__ADS_3

Khairani yang sejatinya tidur karena penenang tentu saja tidak menyadari ketika Farhan memeluknya. Sementara Farhan yang berusaha untuk tetap sadar agar tidak menyia nyiakan momen itu .


"Maafkan aku sayang, maaf... ,aku tidak berniat untuk mengkhianati mu. Tapi wanita itu telah memperdayai ku. Maaf , karena tidak kuasa menolaknya. Maafkan aku yang telah mengabaikan mu. Maaf jika aku telah mengotori tubuhku. "


" Aku mohon jangan menjauh dariku ,aku tidak sanggup jika kamu melakukan itu. Jika boleh aku serakah , tetaplah mencintaiku, tetaplah disampingku ,dan memaafkan semua kesalahan yang telah aku perbuat. "


Farhan memeluk Khairani dengan erat, mengutarakan kegundahannya. Menyalurkan rasa cintanya dan mengurangi rasa bersalahnya. Namun Khairani hanya diam tanpa menyadari apapun yang Farhan ucapkan maupun lakukan.


Waktu dua jam berlalu begitu cepat. Farhan sedikitpun tak merasa puas untuk mendekap tubuh hangat istrinya. Namun dia harus segera bangkit, tak ingin istrinya kembali histeris ketika melihatnya.


"Sayang, aku harus pergi, aku akan mencari bukti itu. Walaupun kecil kemungkinannya akan tetap aku cari. Bukan untuk membersihkan diriku. Hanya sekedar mengurangi rasa bersalah ini. "


"Khaira ku, cepatlah pulih demi anak anak sayang, jangan sakit hanya karena kebodohan ku. Jangan tangisi suamimu yang lemah ini. Aku mencintaimu, sampai kapan pun " Ucapan Farhan semakin lirih dengan kecupan hangat di kening Khairani.


Kemudian Farhan mengelus perut Khairani yang membuncit. Kandungannya telah memasuki bulan keenam membuat perut Khairani terlihat membulat besar.


"Sayang papi, maafkan Papi yang telah menyakiti Bunda ya, nak. Bantu Papi jaga Bunda, Papi sayang kalian. Sangat... " Farhan mengecup perut Khairani berkali kali. Dengan diiringi tetesan air mata akhirnya Farhan melangkah meninggalkan Khairani.


Farhan harus melakukan beberapa tes tapi sebelumnya dia meminta seorang Suster untuk menemani Khairani. Setelah Farhan menghilang di balik pintu, berlahan Khairani membuka matanya.


Khairani telah bangun saat Farhan masih memeluknya. Dia diam bukan telah memaafkan. Hanya saja dia binggung bereaksi seperti apa.


Ingin mendorong tubuh yang telah dijamah wanita lain itu, namun tubuhnya merasa nyaman. Ingin sekali dia memaki tapi mulutnya terasa terkunci. Ingin sekali dia marah tapi Khairani tak sanggup walau hanya membuka matanya.


Khairani juga mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Farhan. Tapi dia tidak ingin memikirkan apa apa. Saat ini Khairani masih sibuk dengan rasa sakitnya. Dia hanya ingin menangis saja saat ini, untuk mengurangi beban di hatinya.


Tidak lama seorang Suster masuk untuk menjaga Khairani sementara. Dengan membawa sebuah nampan makan siang untuk Khairani. Sore ini Khairani akan dijadwalkan untuk bertemu Psikiater untuk membantu menstabilkan emosinya.


Sementara Farhan sedang menjalani check up dengan melakukan beberapa tes, Jack Luo kembali ke rumah sakit dengan tangan kosong. Temannya yang membantunya telah berusaha masuk ke dalam sistem Hotel tempat Farhan menginap juga lokasi Club itu berada. Tapi tidak membuahkan hasil.


Semua rekaman CCTV pada jam terjadinya peristiwa itu telah dihapus. Sepertinya Jeany telah mengantisipasi kejadian itu. Mungkin juga ada yang membantunya. Walau bagaimana pun Hotel itu milik keluarganya, tapi pasti dengan mudah menghilangkan jejaknya disana.


Dari awal Jack sudah pesimis ,tapi dia tetap berusaha. Tidak ada salahnya mencoba sebelum menentukan langkah selanjutnya.


Setelah Farhan mendengar laporan dari Jack, dia hanya menghela napas kasar. Jalannya kembali buntu. Sementara hasil tes labornya masih menunggu dua kali duapuluh empat jam. Sungguh waktu yang lama menurut Farhan.


" Bagaimana sekarang, apa yang akan kau lakukan ? " Ucap Jack memecah kesunyian. Melihat Farhan yang semakin frustrasi membuat Jack kasihan.

__ADS_1


"Entahlah ,aku tak bisa berpikir. Aku hanya ingin berada di sisi Khairani, Jack. Dia butuh dampingan saat ini. " Ucap Farhan sambil memejamkan matanya.


"Coba saja dekati dan jelaskan, kalau tidak dicoba bagaimana kau tahu reaksinya. Setidaknya kita tahu maunya dia. " Saran Jack.


"Entah kenapa aku sangat takut menghadapinya. Aku belum siap. "


"Hah kau ini, segitu saja kau takut. Menurutmu apa Khairani dalam keadaan siap waktu menyaksikan kau bermain diatas tubuh Jeany. Hadapi Han, jangan hindari dia. Yang ada dia semakin membenci mu." Jack mulai jengkel dengan sifat tidak gentelman Farhan .


" Kau benar , Jack. Harusnya aku menjaganya, bukan meninggalkannya. Aku kesana dulu, kau mau ikut ? " Farhan berdiri dari bangku taman rumah sakit dan melangkah menuju kamar rawat Khairani. Jack mengekori dari belakang.


Ketika tinggal beberapa langkah lagi sampai ke pintu kamar VIP itu, tiba tiba pintu itu terbuka. Seseorang dengan seragam dokter keluar dari ruangan Khairani bersama dengan seorang Suster .


"Bagaimana perkembangan istri saya , Dokter ? " Ucap Farhan


"Maksud anda Nyonya Khairani ?" Tanya sang Dokter.


"Iya ,apa ada masalah yang serius ?"


" Mari bicara di ruangan saya. Ada yang harus saya sampaikan. "


Dokter dan Suster itu berjalan menjauhi ruangan Khairani. Sedangkan Jack Luo masuk ke dalam.


"Sebelumnya perkenalkan saya Karenina , Psikiater yang menangani istri anda. "Mereka pun bersalaman.


"Saya Farhan Jonhson. " Farhan memperkenalkan diri.


"Baiklah Pak Jonhson , menurut hasil konseling tadi sepertinya istri anda baru saja mengalami tekanan yang sangat berat. Yang menyebabkan pasien mengalami depresi. Apa benar, Pak ?"


Farhan hanya mengangguk ,karena setiap mengingat semua itu membuat Farhan nyeri di hulu hatinya.


"Dan kondisi ini andalah penyebabnya ? Farhan kembali tidak bisa menjawab.


"Pak, istri anda mengalami gangguan jiwa yang biasa disebut Mental trust Issues ." Ucap Dokter itu tegas.


"Hah, apa itu berbahaya , Dok?" Farhan kaget mendengar ucapan sang Dokter.


" Sangat bahaya untuk kasus seperti istri anda karena ini bukan yang pertama baginya. " Jawab Dokter itu.

__ADS_1


" Apa maksud anda ,Dokter ."


" Mental trust Issues adalah trauma yang dialami seseorang karena kekecewaan yang terlalu dalam terhadap orang yang dicintainya .Sehingga dia mengalami krisis kepercayaan terhadap seseorang atau beberapa orang yang dianggap sama. "


" Mungkin saja karena kekerasan seksual, KDRT, pengkhianatan, dan lain lain. Dan istri anda sepertinya pernah mengalami salah satunya sebelum ini, dan anda memperburuk trauma itu. "Sang Dokter menarik napas dalam , menyayangkan apa yang terjadi pada pasiennya.


Sementara Farhan menarik rambutnya, sambil meraup mukanya penuh penyesalan.


"Apa istri saya bisa disembuhkan ?"


"Tentu saja, tapi butuh waktu yang lama dan usaha yang keras juga dukungan keluarga. Saya belum bisa memastikan tingkat trauma yang dialami pasien. Saya butuh rekam medis Psikiatri istri anda sebelumnya. Untuk memastikan seberapa parah trauma masa lalunya. Apa bisa anda dapatkan secepatnya ? "


"Akan saya usahakan secepatnya, anda tahukan kalau kami dari Indonesia. Mungkin butuh sedikit waktu ."


"Baiklah, saya akan menunggu. Sementara biar istri anda dirawat dulu disini, untuk memudahkan memantau perkembangannya. "


"Dokter apa saya bisa bertemu dengan istri saya. Saya takut traumanya makin parah. " Ucap Farhan lirih.


"Saya berharap anda bertemu dengannya. Dengan begitu kita bisa tahu seberapa parah trauma itu. Maaf sebelumnya , apa saya boleh tahu apa yang membuat pasien mengalami semua ini ? Apa anda melakukan kekerasan seksual ? " Selidik sang Dokter.


"Bukan !! Jawab Farhan cepat. " Dia melihat saya dengan wanita lain. " Ucapnya pelan.


"Oh, perselingkuhan dan pengkhianatan adalah penyebab paling banyak untuk kasus Mental trust Issues .Tapi saya rasa trauma masa lalunya bukan itu. Apa pasien pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual ?"


"Saya tidak tahu Dokter, kami baru mengenal satu tahun lebih dan baru menikah delapan bulan ini. "


"Oke, berarti kita memang sangat butuh rekam medisnya ,dan orang yang tahu tentang trauma pasien. "


" Akan saya hubungi saudaranya, baiklah saya ingin menemui istri saya dulu. Kalau gitu saya permisi ,Dok ." Ucap Farhan sambil berdiri.


" Silakan, Pak. "


"Terimakasih. "


Farhan melangkah meninggalkan ruang Dokter menuju ruang rawat Khairani. Kata kata Dokter tadi masih tergiang di kepalanya. Sedikit keteledorannya berakibat fatal untuk Khairani dan rumah tangganya.


Trauma apa yang dialami istrinya, sehingga perbuatannya membangkitkan penderitaan istrinya. Rasa bersalah Farhan semakin menggunung.

__ADS_1


"Khairani... maafkan aku....... !!!


...****************...


__ADS_2