Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Hati ke hati


__ADS_3

Bagaimana kamu tahu... ?


" Sini Hp mu ! Farhan langsung merogoh kantong celananya dan mengambil HP dari kantongnya lalu menyerahkannya pada Khairani.


Khairani mengotak atik HP itu mencari media sosial milik Jeany. Setelah menemukannya Khairani langsung memperlihatkan pada Farhan.


Seketika mata Farhan membola menyaksikan postingan milik Jeany. Dia sungguh tidak mengetahui semua ini karena dia jarang membuka dan menggunakan media sosialnya.


Walaupun Farhan tahu ketika Jeany mengambil foto mereka ,tapi Farhan tidak menyangka kalau semua foto dan video kebersamaan mereka ada postingan media sosial.


"Abang tahu maksud dari semua ini ? Ini membuktikan kalau wanita pemuasmu itu menganggap kamu itu spesial. Dia telah melebeli dirimu adalah miliknya. Tidak ada postingan yang lain, hanya tentang Jeany dan Farhan. " Seketika suara Khairani yang tadi berapi mulai melemah.


Farhan hanya terdiam tak mampu membantah. Kenyataannya memang begitu. Jeany memang tidak mau diputuskan dari hubungan saling menguntungkan itu, beberapa tahun lalu .Tapi Farhan tidak memperdulikannya.


Beberapa kali Jeany menggodanya , Farhan mengacuhkan saja sampai akhirnya Jeany hanya bisa pasrah. Apalagi ketika Jeany tahu bahwa Farhan telah menikahi wanita yang dicintainya ,Jeany sempat tidak terima dan menangis histeris.


"Abang tahu ,seminggu yang lalu aku menelepon Abang berkali kali tapi tidak diangkat, tapi dipanggilan terakhir Jeany menangkatnya. Dia terdengar bangun tidur .Wanita itu bilang Abang masih tidur tidak bisa diganggu karena kalian kelelahan ."


"Kami kelelahan lembur semalaman Khai, bukan yang aneh aneh. Percayalah !" Farhan bicara lirih.


"Yang jadi pertanyaan dalam hatiku, kenapa kalian tidur satu ruangan. Kamu bilang telah menjaga tubuh dan hatimu, kan ! Terus kenapa kamu begitu percaya padanya sehingga dia begitu leluasa memegang HP mu padahal itu privasi mu. Dan lagi hak apa yang kamu berikan padanya sehingga dia dengan seenaknya melarangku untuk bicara denganmu, seakan akan dia lebih berhak dariku. "Suara Khairani kembali meninggi dan bergetar.


Farhan meraih Khairani untuk dia peluk, tapi ditolak dengan cepat oleh Khairani.


"Satu yang tidak kamu sadari Bang, kalian terbiasa bersama ,tidak ada batasan antara kalian. Kamu terbiasa bergantung padanya ,dan dia terbiasa bersamamu."


" Mungkin saja selama ini sebenarnya sudah ada cinta, dan sekarang kamu hanya jenuh saja . Kalian berhubungan seperti layaknya suami istri dalam waktu yang lama ,mustahil tidak ada rasa di dalamnya. Suatu saat kamu pasti merindukan nya lagi Bang. " Kali ini getaran suara Khairani telah bercampur cairan bening yang berhamburan.


"Jangan berkata begitu, tidak ada cinta. Cintaku hanya padamu. Aku tidak pernah merasa kehilangan waktu tidak berjumpa dengannya walau berbulan bulan. Berbeda denganmu, seminggu saja rasanya aku tidak sanggup. "


"Khai, jangan sakiti hatimu dengan berprasangka buruk. Aku mencintaimu. Tidak ada yang lain. Aku mengakui kesalahanku yang tidak pandai menjaga tubuhku dan barang privasiku, tapi tidak dengan hatiku. "


Farhan kembali mendekap tubuh yang tengah bergetar menumpahkan air matanya . Mengecup puncak kepala istrinya berkali kali sembari mengusap punggung Khairani untuk menenangkan.


"Sayang, aku mohon kita hentikan ini sampai disini saja ya. Dokter mengatakan kondisimu tidak baik baik saja dalam kehamilan kali ini. Ada beberapa masalah yang beresiko .Aku mengkhawatirkan kalian berdua. "


"Kamu ingin dia sehatkan. Demi anak kita, buah cinta pertamaku stop berpikir yang aneh aneh. Aku akan membuktikan padamu kesungguhan ku. Dan lagi untuk apa aku menjual perusahaan yang susah payah aku bangun. Semua karena ingin selalu bersamamu. "


Khairani sedikit tersentak mendengar masalah kandungannya. Tentu saja dia ingin anaknya selamat. Mungkin benar kata Farhan, sekarang yang terpenting keselamatan anaknya. Toh Farhan telah menjual perusahaan. Apalagi yang dia khawatirkan.


Sejujurnya hati Khairani masih sakit dan tidak mudah baginya melupakan rasa sakit itu. Tapi kini Khairani harus menenangkan hatinya sendiri. Bagaimanapun anaknya lebih penting.


*****


Tiga hari dirawat di rumah sakit ,Khairani diperlakukan sangat manja oleh Farhan. Makan disuapi ke kamar mandi dibopong , dan banyak lagi perlakuan Farhan yang berlebihan.


Saat ini Farhan sedang memotongkan kuku kaki Khairani. Walaupun Khairani telah menolaknya tapi Farhan tetap kekeh melakukannya. Farhan selalu berusaha agar Khairani banyak bicara seperti biasa. Walaupun hanya berdebat kecil dengannya. Itu lebih baik menurutnya, dari pada Khairani diam.

__ADS_1


Sejak masalah kemarin itu membuat Khairani jadi pendiam. Sepertinya masih ada mengganggu pikirannya. Mungkin Khairani belum bisa menerima dan memaafkan Farhan. Farhan sendiri merasa Khairani agak menjaga jarak dengannya.


" Sudah selesai, sekarang kuku istriku sudah bersih. " Ucap Farhan sumringah.


"Kukuku kaki tadinya juga tidak kotor. " Jawab Khairani sedikit ketus. Yah, begitulah sekarang Khairani bicara dengan Farhan. Walaupun masih terdengar lembut tapi sedikit tegas. Orang yang terbiasa dengannya, pasti mengetahui kalau Khairani tidak dalam kondisi hati yang baik baik saja.


Terlebih Farhan, dia merasa ada sekat tak kasar mata antara dia dan istrinya. Farhan menyadari luka hati Khairani belum terobati . Farhan sedang berusaha mencairkan hati Khairani, tapi terasa sangat sulit.


" Sayang, besok kita sudah boleh pulang. Kamu mau minta apa sebagai hadiah ,hemm. "


"Tidak bisa sore ini aja, aku bosan. Aku rindu anak anak. " Ucap Khairani tanpa menjawab pertanyaan Farhan.


"Nanti aku tanya sama Dokter dulu ya, kamu tunggu di sini sebentar. " Setelah mengecup kening Khairani, Farhan langsung menemui Dokter. Khairani tidak merespon apa apa.


Lima belas menit kemudian Farhan datang dengan senyum di bibirnya.


" Sayang, kamu boleh pulang hari ini. Dokter mengizinkan asal kamu menjaga asupan dan tidak boleh terlalu capek. Juga terlalu banyak berpikir .Bagaimana kamu senang sekarang. "


" Itu sih tergantung kamu Bang, yang menyakiti perasaan ku cuma kamu. " Perkataan Khairani yang tenang mampu membuat senyum di wajah Farhan hilang seketika.


Tadi dia telah memaksa Dokter untuk mengizinkan istrinya pulang, berharap Khairani akan bahagia. Tapi harapannya Sirna setelah melihat reaksi datar Khairani dan ucapannya yang menyentilnya.


Farhan hanya terdiam dan berjalan ke arah jendela, sekedar mencari udara segar. Dadanya terasa sesak ketika Khairani mengingat kesalahannya. Istrinya begitu terluka. Tapi semua telah terjadi, Farhan bisa apa sekarang.


Sementara Khairani masih sulit menerima, walau kadang merasa kasihan pada Farhan. Suaminya selalu berusaha untuk membuat dia bahagia dengan perhatian perhatian kecil. Tapi entah kenapa hatinya masih saja merasa sakit bila ingat wanita mantan teman tidur suaminya.


Sore harinya mereka kembali ke rumah. Farhan tetap memperlakukan Khairani bak seorang ratu. Dan Khairani masih dengan wajah datarnya. Tidak ada yang menyadari apa yang terjadi diantara mereka .


Begitu juga dengan Irul dan Nisa .Mereka tidak menyadari Khairani dan Farhan dalam masalah. Sikap Khairani yang dingin mereka kira karena pengaruh hamil muda. Sementara Farhan masih bersikap hangat seperti biasa.


Kehamilan Khairani kali ini terasa berbeda dari kehamilan sebelumnya. Kalau biasanya Khairani mabuk berat hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur .Kali ini dia hanya muntah dikala pagi dan sore hari saja.


Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, Khairani masih saja bersikap dingin terhadap Farhan. Namun dia tetap melayani suaminya seperti biasa. Tapi tidak urusan ranjang, Farhan tidak pernah meminta karena merasa takut Khairani dan anaknya kenapa napa.


Sore ini Khairani habis muntah muntah seperti biasanya. Tubuhnya lemas dan sedikit pusing. Ketika keluar dari kamar mandi menuju ranjang tubuhnya agak oleng,bertepatan Farhan masuk ke kamar. Dengan sigap Farhan menangkap tubuh Khairani sebelum menyentuh lantai.


"Khaira ...! Kamu kenapa, kita ke Dokter ya ? " Ucap Farhan sambil memapah Khairani ke ranjang dan membantunya berbaring.


"Tidak usah, dibawa tiduran nanti baik sendiri. "


"Tapi Khai kamu pucat sekali, sayang." Farhan mengusap dahi Khairani yang basah karena keringat.


"Kalau habis muntah memang begitu .Bisa minta tolong Bik Yum buatkan teh jahe ?"


" Tunggu ya aku buatkan ." Farhan mengecup kening Khairani sebelum pergi.


Beberapa menit kemudian Farhan kembali ke kamarnya dengan segelas teh jahe ditangannya dan beberapa potong biskuit.

__ADS_1


"Minumlah selagi masih hangat. " Ucap Farhan dan kemudian membantu Khairani untuk duduk bersandar.


Setelah minum teh Khairani kembali bersandar .Mata bulatnya menatap Farhan yang sedang meletakkan gelas bekas teh di nakas. Farhan yang kembali ke ranjang menangkap tatapan mata itu menatapnya sendu.


Dia duduk di pinggir ranjang dekat Khairani. Farhan melihat masih ada kesedihan di mata istrinya. Entah bagaimana cara dia bisa mengembalikan keceriaan itu.


Farhan tidak tahan melihat mata itu lama. Ada penyesalan dan rasa bersalah dalam hatinya. Khairani adalah cintanya, dan dia telah berjanji hanya akan memberikan kebahagiaan bukan air mata.


Farhan tiba tiba memeluk Khairani erat, dan menciumi pucuk kepala istrinya. Menghirup aroma yang sangat dia rindukan.


"Apakah sangat berat dan menyiksa ?" ucap Farhan.


"Tidak, aku sudah biasa begini kalau hamil. " Khairani memejamkan matanya, meresap pelukan hangat suaminya. Jujur dia merindukan pelukan ini setiap saat.


"Maafkan aku Khai, disaat seperti ini harusnya kita sedang berbahagia, tapi aku memberi mu derita dan air mata. " Farhan merasa harus bicara dari hati ke hati dengan Khairani.


"Tidak apa apa, mungkin itu sudah nasibku ."


" Itu salahku, yang terlalu menyepelekan hal hal yang aku kecil, tapi berefek besar. "


"Mhm, seharusnya kamu membuang sampai pada tempatnya, jangan dikantongi .Kalau tidak sampah itu bisa mengotori mu. Kecuali kamu berniat mendaur ulangnya. "


"Aku sudah membuangnya, sayang ."


"Kalau sudah dibuang jangan mendekatinya lagi, takutnya kamu menyesal atau merasa sayang untuk dibuang. "


"Tidak lagi, aku tidak menyimpan rasa apapun untuknya, hanya sebatas rekan kerja saja selama dua tahun ini. "


" Anggap aku percaya pada mu, tapi aku tidak percaya padanya. Dia memang berniat untuk membuat kita saling menyakiti dan berakhir. "


"Iya, aku tahu itu. Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang. " Farhan mencoba untuk mengetahui keinginan istrinya.


"Tanyakan padanya, kenapa dia menghapus riwayat panggilanku juga pesanku padamu. Dan beri dia batasan yang tidak boleh dia langgar. Biar dia tahu dimana tempatnya sekarang. "


"Baiklah aku aku akan melakukannya nanti. "


"Kenapa tidak sekarang, di sini. Aku ingin mendengarnya sendiri. "


Farhan melonggarkan pelukannya lalu menatap istrinya. Ada keraguan di hati Farhan. Takut menyakiti hati lKhairani lagi nantinya.


"Apa kamu yakin ? "


"Sangat yakin. " Jawab Khairani tanpa keraguan.


"Oke, ayo kita tanyakan. " Ucap Farhan sambil meraih Telepon genggam miliknya dan mencari nomor Jeany. Setelah menghubungi tak butuh waktu lama Jeany langsung mengangkat panggilan Farhan.


"Halo Honey ...Kau kah ini , oh I miss you baby .Kau pasti merindukanku kan...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2