Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Sepenggal kisah


__ADS_3

Waktu tiga hari yang diprediksi Dokter benar adanya. Pertambahan berat badan si kembar yang telah mencukupi, sudah memenuhi syarat untuk bisa dibawa pulang. Pagi tadi Farhan sudah menjemput mereka .


Selama tiga hari ini Bakri sibuk dengan toko barunya. Membuatnya tidak bertemu dengan Farhan karena Farhan sendiri sibuk mengurus surat menyurat kedua anak kembarnya. Berhubung mereka akan bertolak ke Singapura dalam waktu lima hari kedepan.


Malam ini rencana nya Farhan akan mengunjungi Bakri di rumahnya. Banyak hal yang hendak dibicarakan nya dengan Bakri sehubungan dengan kepergian nya nanti.


Selepas magrib Farhan telah sampai di halaman rumah Bakri. Setelah mengetuk pintu beberapa kali muncullah Bakri yang memakai pakaian santai , Sirwal dibawa lutut dengan kaos oblong putih.


"Assalamualaikum "salam Farhan


"Waalaikumussalam.. "Masuk Han.. pas banget kamu datang. "sambut Bakri sambil melebarkan pintu menyilakan Farhan masuk.


Farhan masuk dan berniat hendak duduk tapi dicegah Bakri.


"Langsung aja ke meja makan, Khairani lagi menyiapkan makan malam, kamu belum makan kan.." tanya Bakri.


"Belum sih, pas banget tahu aja aku lagi lapar " ucap Farhan tanpa basa basi.


"Bukannya kamu sengaja datang pas jam makan malam " Ejek Bakri bercanda.


"Wah ketahuan banget ya... " tanya Farhan dengan kekehan khas Farhan.


"Banget.. "jawab Bakri sok kesal.


Sesampainya di meja makan ,Fariz dan Alma sudah menunggu, sedangkan Khairani masih sibuk menghidangkan masakan. Farhan dan Bakri pun duduk menunggu Khairani yang sedang mengisi piring dengan nasi. Kemudian menyodorkan piring pertama untuk suaminya ,Farhan, dan baru Fariz dan Alma. Terakhir untuk diri nya sendiri.


"Ayo Han silakan ambil lauknya ..."ucap Bakri sambil menyodorkan hidangan kehadapan Farhan.


Malam ini Khairani memasak cumi saos pedas manis, cah kangkung dan goreng ikan nila. Tidak lupa sambal kecobrang kesukaan Bakri.


"Wah enak banget... Ri tolong sambalnya " pinta Farhan tanpa malu.


"Favorit ku itu, ternyata kamu suka juga yaa


"Enak... pas pedasnya ,tidak bikin lidah terbakar.. ,sudah lama aku tidak makan masakan rumah kayak gini..."Farhan bicara sambil menyuap makanannya


Sementara Khairani hanya tersenyum mendengarkan percakapan mereka.


"Alma udah selesai nak... "ucap Khairani ketika melihat Alma mencuci tangannya.


"Udah bun...Alma udah kenyang. Mau lihat Adek Gaza dulu ya bun... " Katanya sambil berdiri.


"Yaa udah... jaga adeknya sebentar yaa, sampai bunda selesai... " Pinta Khairani. Alma pun mengangguk dan berlalu.


"Fariz , sudah ujiannya ? Tanya Farhan


"Udah om "jawab Fariz singkat


"Nyambung kemana ..


"Smp dekat toko ayah om..


"Nanti kalau kuliah di Singapura aja sama om mau... ??


"Lihat nanti om.. belum kepikiran Fariz" jawabnya sambil nyengir.


Semua terkekeh mendengar jawaban polos Fariz. Selesai makan Bakri dan Farhan melanjutkan obrolan di ruang tengah. Fariz dan telah masuk ke kamar dan Khairani membersihkan sisa makan mereka. Setelah menyelesaikan pekerjaan nya Khairani bergabung dengan Bakri dan Farhan. Ada yang ingin ditanyakannya kepada Farhan.


"Bang Farhan , Gimana kabarnya si kembar, apa mereka bisa menerima susu formula.. ?


"Mereka baik, walaupun agak sedikit rewel tapi masih bisa diatasi oleh babysitter nya...


"Kenapa tidak dikasi ASI yang sudah di pompa saja ,selagi masih disini...


"Bukannya tidak mau, cuma aku pikir biar mereka menyesuaikan diri dengan susu formula


"Tapi kalau mereka rewel lagi, telpon aja ya... biar dipompakan ASI nya...


"Baiklah nanti aku kabari kalau diperlukan


"Ya udah ,aku ke kamar dulu ,takut Gaza bangun... "Ucap Khairani akhirnya dengan wajah sendu. Bakri dan Farhan menatap punggung Khairani menjauh sampai akhir nya menghilang di balik pintu kamar.

__ADS_1


"Kamu benar Ri, hatinya lembut dan penyayang "tanpa sadar mulut Farhan berucap.


"Begitulah Khairani... " balas Bakri


"Udah baik pandai masak pula,Kairani punya adik enggak ...aku mau satu kayak gitu " ucap Farhan asal


"Ada... tapi beda jauh, lebih galak, sedikit ketus dan bar bar. Kalau wajah cantik adiknya lebih tinggi dan kulit putih tapi..... udah punya orang " jawab Bakri diakhiri dengan ketawa.


"Hah ,tak sesuai kriteria " cebik Farhan sebal.


"Cepatlah cari ibu buat si kembar, umurmu udah kelewat matang hampir gosong...


"Aku masih gagah ini.. "jawab Farhan pede


"Sekarang sih gagah, sebentar lagi gagal.... gagal goyang "ucap Bakri sambil meyemburkan tawanya


"Kau ini... "Farhan dengan mode kesal.


Setelah meredakan tawanya Bakri berkata...


"Han ,kapan kamu berangkat..


"Hari rabu...


"Si kembar bagaimana... apa sudah boleh terbang..


"Sudah, kemarin aku sudah konsultasi sama Dokter


"Kamu hutang cerita sama aku Han... tentang mu, keluarga mu dan ibu si kembar


"Besok aku ceritakan ,itulah niat ku kemari hampir lupa.... Aku mau mengajak kamu sekeluarga nginap di Villa di pinggir kota, kebetulan besok weekend. Anggap saja acara perpisahan ajak sekalian karyawan mu.


" Oke ,jam berapa berangkatnya


"Bagus nya sore aja. Minggu sore kita pulang


"Bagus juga... malamnya kita begadang oke " ucap Bakri sambil mengarahkan kepalan tangannya ke Farhan, layaknya salaman ala pria.


" Bapak rumah tangga ,tau pulang sekarang, biasanya juga pulang pagi " ejek Bakri.


"Ya kamu benar, kehadiran mereka merubah duniaku" kekehnya


"Apalagi ada istri... pasti lebih semangat pulang... "Sindir sindiran Bakri lagi .


"Nanti kalau aku ketemu yang seperti Khairani ,paling tidak mirip lah "balas Farhan.


"Enggak bakalan ketemu istriku limited edition ." balas Bakri sambil menjulurkan lidahnya mengejek.


"Baiklah bro aku mengalah kali ini tapi tidak lain kali. "


Debat malam ini di akhir dengan tawa renyah mereka.


*****


Sesuai rencana mereka berangkat keesokan harinya menggunakan tiga mobil . Bakri sekeluarga satu mobil dengan Farhan dan si kembar. Sementara Luki, Arya, Meta, dan Dwi Babysitter nya si kembar menggunakan mobil lain. Sedangkan Qori memilih mengemudikan mobil pick up operasional toko karena membawa anak semata wayang nya beserta istrinya.


Iring iringan mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. Setelah satu jam perjalanan mereka mulai memasuki kawasan hutan buatan dengan pohon cemara di pinggirnya yang berjejer rapi.


Tidak lama kemudian terlihatlah bangunan tinggi yang tak lain adalah hotel berbintang empat yang berdiri megah. Terdapat sebuah danau kecil yang alami di belakang hotel.


Mobil mobil itu terus berjalan ke sisi danau yang lain. Disanalah berjejer beberapa bangunan yang berbeda ukuran .Dan akhirnya mereka berhenti di depan dua buah bangunan yang saling berhadapan dan paling besar diantara yang lain.


Setelah semua turun dari mobil, Farhan mulai memberikan instruksi kepada para karyawan Bakri.


"Kalian di Villa yang di depan ya, ada tiga kamar disana ,kamar depan buat Qori dan keluarganya. Sedangkan kamar yang lain buat Luki berdua dengan Arya. Dan Meta sama Dwi. Kamarnya pilih sendiri karena ukurannya sama. Tapi ingat jangan sampai tukar pasangan ...oke "ucap Farhan menjelaskan, dan disambut riuhnya tawa mereka.


Sementara kita Farhan dan Bakri sekeluarga memasuki Villa yang berada di depan Villa karyawan tadi. Villa yang ukuran dan bentuk nya sama persis. Terdapat tiga kamar di dalamnya.Kamar utama untuk Khairani dengan tempat tidur ukuran King size .Sedangkan kamar yang lain memiliki dua Bed ukuran lajang.


Khairani menidurkan para bayi dibantu oleh Dwi ,setelah itu dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri .Sementara Dwi kembali ke kamarnya. Farhan sekamar dengan Fariz dan Alma sekamar dengan Bakri. Semua telah bersiap di kamar masing masing menunggu waktu Magrib.


Mereka telah selesai melaksanakan ibadah magrib. Sementara di halaman Villa kru hotel tengah bersiap menyulap halaman menjadi Restoran Out Door. Dilengkapi dengan lampu taman, sofa sofa kecil yang dipadukan dengan meja bulat yang serasi. Terdapat meja panjang yang sudah ditata cantik yang diatas telah lengkap dengan berbagai minuman, desert ,dan cake

__ADS_1


Tidak jauh dari meja panjang itu ada sebuah panggangan yang tidak terlalu besar yang sudah menyala. Dan disampingnya terdapat meja kecil yang diatasnya tersedia berbagai macam bahan yang siap untuk dipanggang. Ada sate, jagung, sosis dan daging.


Farhan terlihat berbicara dengan salah seorang petugas hotel, kemudian mereka berjalan mengelilingi lokasi acara dan berhenti sejenak di depan panggangan .Seorang chef dan dua orang asistennya telah siap menunggu instruksi. Juga beberapa pelayan telah sibuk lalu lalang .


Setelah yakin semua siap barulah Farhan mendatangi Villa Karyawan ,memanggil semua orang untuk makan malam. Begitu juga dengan Bakri, terlihat telah memasuki halaman bersama kedua anaknya. Khairani memilih dikamar saja menemani para bayi yang seperti kembar tiga itu.


Setelah semua berkumpul dijalankan dengan sigap para pelayan hotel melayani mereka.


"Ayo semua silakan nikmati hidangan yang tersedia sepuasnya ,ini semua memang untuk dihabiskan. Jangan sungkan " ucap Farhan memulai acara makan.


"Kapan kamu menyiapkan semua ini... ?? tanya Bakri sambil heran.


"Sebenarnya sebelum kerumah mu ,aku udah booking dan reservasi " jawab Farhan sambil nyengir.


"ooo pantas aja semua terlihat sempurna dan terencana dengan baik .Kau memang yang terbaik" ucap Bakri


"Oh iya, ambilkan buat Khaira aku tidak makan tahu dia suka apa " ucap Farhan mengingatkan.


"Iya sebentar... "jawab Bakri singkat singkat.


*****


Acara berlangsung meriah .Semua begitu senang dan puas .Bisa makan makanan ala Restoran bintang lima adalah sesuatu yang luar bisa bagi mereka.


Jam menunjukkan pukul sebelas malam, para wanita dan anak anak telah mulai masuk ke kamar masing masing. Tinggal laki laki dewasa yang masih berkumpul ditengah halaman. Mereka asik ngobrol, ditemani minuman hangat didepan mereka. Entah apa topik pembicaraan, yang jelas mereka sesekali tertawa dan saling ledek.


Berbeda dengan Bakri dan Farhan, kedua pria matang itu memilih duduk di kursi malas yang terdapat di gazebo dekat danau. Terlihat Farhan tengah mengisap sesuatu diantara kedua bibirnya.


"Kamu merokok... ? Tanya Bakri heran. Aku tak pernah melihat mu merokok.


"Sesekali... tapi ini bukan rokok... tapi cerutu ,Mau coba "balas Farhan sambil menawarkan sebuah kotak kecil kearah Bakri.


"Tidak, terimakasih... "elaknya


Kemudian hening seketika, mereka hanya memandang danau kecil itu yang dihiasi lampu taman.


"Ceritakan... "Ucap Bakri sambil memecah kesunyian


"Dari mana aku harus mulai " jawab Farhan seakan mengerti maksud Bakri.


"Mungkin darimana asal mu, orang tua mu...


Dengan helaan napas panjang Farhan mematikan cerutu nya, dan bersedekap mengurangi rasa dingin.


"Aku yatim piatu sejak bayi...


"Hah...


"Jangan dipotong...


"Oke ,lanjutkan....


"Ibuku asli jawa, ayahku orang Inggris. Ibuku besar di panti asuhan... intinya aku tidak tau dimana keluarga ibuku. tapi aku mengenal keluarga ayah ku, cuma mereka tidak menerimaku....


"Kenapa...


"Karena mereka tidak pernah merestui pernikahan kedua orang tuaku...


" Pantas wajah mu bukan indonesia asli ternyata memang campur. Terus siapa yang membesarkan mu...


"Orang tua angkat ku sahabat orangtua kandungku.... Ibuku dapat beasiswa di jakarta, disanalah dia bertemu dengan mamaku .Setelah tamat kuliah mereka magang di perusahaan migas di Pekanbaru.


"Disini...


"Iya.., Sementara ayah dan papaku bekerja sama membangun perusahaan konstruksi di jepang. Ayah ku kuliah di jepang sedangkan papa ku keturunan Indonesia Jepang. Begitulah mereka ketemu. Ayah dan papa menerima proyek besar dan yang berlokasi di perusahaan migas ,tempat ibu dan mama ku magang. Dan terjadilah cinta lokasi.


"Apa yang terjadi pada ayah dan ibumu...


"Terjadi insiden besar di lokasi proyek, ayah salah satu korbannya, sedangkan ibuku sedang hamil besar menunggu kelahiran ku. Nyawa nya tak tertolong. Ibu depresi dan meninggal waktu melahirkan ku karena terjadi pendarahan hebat.


*****

__ADS_1


__ADS_2