
Cahaya matahari kini telah meninggi. Sepasang mata bulat itu masih saja terpejam.Seperti enggan untuk menatap dunia yang penuh kepalsuan. Seperti kata cinta yang beberapa waktu terucap dari bibir kekasih hatinya.
Khairani sekarang berada di ruang rawat sebuah rumah sakit di Singapura. Setelah tidak sadarkan diri dini hari tadi Khairani dibawa oleh tiga sekawan itu ke rumah sakit terdekat.
Mereka khawatir karena Khairani dalam keadaan hamil dan baru saja mengalami peristiwa yang menyakitkan yang menghancurkan hatinya. Sangat menyesakkan dada bagi yang menyaksikan kepiluan wanita rapuh ini.
Jam telah menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi Khairani tak kunjung sadar dari pingsannya .Tentu saja ketiga lelaki dewasa itu binggung dan cemas. Sementara Farhan belum menyadari apa yang telah terjadi.
Tak lama kemudian Dokter pun masuk untuk visit pagi.
" Selamat pagi ." Sapa sang Dokter.
"Pagi Dokter, kenapa dia belum bangun Dok ? " Tanya Ilyas. Saat ini hanya Ilyas yang menemani Khairani. Sedangkan Mr Luo atau dipanggil Jack pergi bersama Yosef atau pria bule itu menemui Farhan.
" Kandungannya baik baik saja dan sehat, hanya psikis pasien sedang tertekan. Seharusnya pagi ini dia sudah bangun. Tapi sepertinya pasien enggan untuk bangun. Kita tunggu sampai siang nanti jika belum ada perkembangannya maka kita akan tindak lanjuti. " Terang sang Dokter panjang lebar.
"Baik Dokter, terimakasih. " Ucap Ilyas .
"Oke, saya permisi dulu, semoga istri anda cepat sadar. "Ucap sang Dokter sambil tersenyum.
"Oh dia bukan istri saya Dok , tapi istri sahabat saya. " Sanggah Ilyas.
" Oo maaf Pak ,saya kira istri anda. " Ucap Dokter itu sungkan .
"Tidak masalah Dokter. " Jawab Ilyas.
"Baiklah kalau begitu, saya pamit ."
"Silakan. " Ilyas pun membukakan pintu untuk sang Dokter. Kemudian menutupnya kembali setelah Dokter itu keluar.
"Hei bangunlah, kenapa kau malah enak enakan tidur. Kalau aku jadi kamu, aku akan menjambak wanita itu dan memotong senjata lelaki itu. Kau terlalu lemah, malah pergi meninggalkan mereka. Pakai pingsan pula. " Ilyas mengajak Khairani bicara.
Sejenak kemudian Ilyas menghela napasnya. Sebenarnya Ilyas begitu kasihan dengan kondisi Khairani. Wanita hamil ini menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya memacu gairah dengan wanita lain. Wanita mana yang sanggup menyaksikan semua itu.
Ilyas tidak dapat membayangkan andai istrinya dalam posisi Khairani .Ilyas tiba tiba menggelengkan kepalanya membuang pikiran buruk di otaknya. Ilyas berjanji tidak akan menyakiti istrinya dengan cara semenyakitkan begini.
Pandangan Ilyas tertuju pada perut Khairani. Sejenak Ilyas merasa nyeri sendiri mengingat derita yang Khairani hadapi.
"Setidaknya bangunlah untuk anak mu, kasihan bayi dalam kandunganmu. Dia butuh ibu yang kuat saat ini. Bangunlah dan kuatlah demi orang orang yang kau sayangi dan menyayangi mu. Hempaskan mereka yang hanya bisa menyakiti mu. " Lanjut Ilyas.
Setelah terdiam beberapa saat Khairani tak juga membuka matanya. Ilyas menarik napas dalam.
"Aku harus bekerja untuk istri dan anak anakku, terpaksa harus meninggalkan mu sendiri di sini. Sorry ..."
Ilyas keluar dari ruangan Khairani dan menitipkan Khairani kepada seorang suster sebelum meninggalkan rumah sakit.
*****
__ADS_1
Sementara dua jam yang lalu Farhan baru terbangun dari lelapnya . Ternyata pertarungannya semalam benar benar membuatnya lelah dan tertidur nyenyak.
Ketika membuka mata Farhan belum menyadari apa yang terjadi dengannya. Tapi melihat kondisi kamar yang nyaris hancur itu barulah Farhan tersentak.
Farhan baru menyadari kalau dia bukan berada di kamarnya bersama istrinya. Dan Farhan lebih kaget lagi ketika melihat bercak darah di sprei ranjang.
Ingatannya langsung memutar siaran ulang kejadian demi kejadian. Lagi lagi Farhan tersentak mengingat Khairani . Farhan ingat sekali apa yang telah dilakukannya dan Jeany tadi malam. Farhan tidak mabuk dia sadar seratus persen, hanya saja Farhan meminum obat perangsang dengan dosis tinggi.Yang membuat dia tidak bisa menahan luapan hasratnya.
Dengan cepat Farhan memungut pakaiannya dan mengenakannya. Farhan mencari Hpnya yang di saku jaketnya. Memeriksa riwayat panggilannya yang ternyata duapuluh lima panggilan tak terjawab dan beberapa pesan dari Khairani juga beberapa temannya.
Bergegas Farhan keluar kamar saksi bisu percintaan panasnya dengan Jeany. Tujuannya hanya satu yaitu Khairani. Pikirannya kalut dan kebingungan. Bagaimana cara menjelaskan pada Khairani. Dan apa yang harus dia katakan jujur kah atau berbohong. Sungguh Farhan pusing saat ini.
Sesampainya di depan kamarnya dengan Khairani yang ternyata hanya berbatas dinding saja. Farhan tertegun sebentar. Jujur Farhan takut kini menghadapi Khairani tapi dia lebih takut lagi dengan keselamatan Khairani.
Dengan menarik napas panjang Farhan membuka pintu itu. Yang pertama terlihat adalah koper yang di siapkan Khairani tadi malam masih di posisi semula. Kamar itu sunyi tanpa penghuni. Kekhawatiran mulai menghinggapi Farhan. Kamar mandi pun tak luput dari pantauannya , namun tetap saja dia tidak menemukan Khairani.
Akhirnya Farhan terduduk di ranjang kosong itu. Matanya menatap sekeliling kamar, semua masih seperti waktu dia tinggalkan tadi malam. Tas Khairani masih di sofa. Pakaian yang sejatinya hendak mereka pakai untuk berangkat juga masih rapi di nakas. Semua masih sama hanya saja Farhan tidak menemukan HP milik Khairani.
Farhan langsung mencari kontak istrinya dan menelepon sang istri, tapi HP Khairani tidak aktif. Farhan menjambak rambutnya kasar. Kembali terlintas apa yang dilakukannya semalaman dengan Jeany.
Hanya penyesalan yang kini dirasakannya . Mengingat semua yang terjadi amarah Farhan pun seketika memuncak.
"Jeany... Kalau terjadi sesuatu dengan istriku, ku habisi kau. " Geramnya lirih.
"Khai kemana kamu, maaf sayang... maaf !" Farhan menahan gemuruh di dadanya. Sesak menahan amarah yang entah kepada siapa. Juga sesak karena telah mengkhianati istrinya. Bagaimana kalau Khairani tahu. Farhan merasa tertusuk ribuan panah di dadanya membayangkan hal itu.
Tanpa Farhan sadari, istrinya bukan sekadar tahu, tapi telah menonton secara Live pertempuran panasnya.
Selesai mandi Farhan dikejutkan oleh Jack dan Yosef sudah ada di kamarnya.
"Hei ,bagaimana kalian bisa masuk, tidak sopan sekali masuk kamarku tanpa izin. Bagaimana kalau istriku lagi berpakaian atau kami sedang bercinta. " Cerca Farhan tidak senang dengan tindakan temannya itu.
" Heh... semua kemungkinan yang kau sebut itu tak mungkin terjadi karena istrimu tidak ada disini." Kedua pria itu menatap Farhan tajam.
"Kenapa, kalian tahu dimana istriku ?" Ucap Farhan cemas.
" Istrimu dan selingkuhan mu sekarang dirawat di rumah sakit. " Jawab Jack sarkas.
"Apa !! Kenapa istriku bisa masuk rumah sakit, apa yang terjadi padanya. " Farhan terlihat semakin kacau
"Kau tidak menanyakan kondisi Jeany ? " Giliran Yosef yang sudah geregetan dengan Farhan dari tadi.
" Je.. Jeany...
"Iya J E A N Y ,kau lupa kalau dia sudah memuaskan semalaman, hingga dia harus dirawat karenanya ?!" Ucap Yosef emosi.
"Aku tidak peduli dengan j****g itu, sekarang katakan dimana istriku. Apa yang terjadi padanya, apa wanita ular itu menyakitinya ? " Farhan sudah terlihat semakin gusar. Apalagi melihat kedua temannya yang terlihat santai saja menanggapinya.
__ADS_1
" Jack, katakan !! " Bentak Farhan dengan kekalutan di wajahnya.
"Apa yang ingin kau dengar, aku saja merasa tidak sanggup mengatakannya kepadamu. Huuft..." Jack menarik napasnya.
"Katakan bagaimana keadaan Khaira ku, Jack ?" Suara lirih Farhan menggambarkan ketakutannya akan kemungkinan yang terjadi. Rasa bersalah karena meninggalkan Khairani sendiri, sementara dia sibuk dengan wanita lain.
"Kau telah melukai dua wanita dalam satu malam. Yang satu kau lukai fisiknya yang satu lagi kau lukai hatinya dan mungkin juga mentalnya. " Ucap Yosef dengan emosi tinggi, hingga dia berdiri dari duduknya dan tangan yang terkepal kuat agar tidak menonjok laki laki breng*** di depannya.
Jeany adalah sepupunya, itulah yang membuat Yosef benar benar marah dengan Farhan. Apalagi Jeany sekarang dirawat di rumah sakit karena mengalami sobek pada organ intimnya dan beberapa memar ditubuhnya.
Siapapun yang melihat kondisi Jeany pasti akan menyangka Farhan seorang maniak ***. Dan Yoseflah yang melihat dan melarikan Jeany ke rumah sakit setelah Jeany menelponnya minta pertolongan.
Saat itu ingin rasanya Yosef membunuh Farhan yang sedang tertidur dengan nyaman. Tapi Jeany menahannya dengan dalih dia sangat kesakitan. Akhirnya Yosef memilih menolong Jeany terlebih dahulu.
Syukurlah ada Jack yang menahannya ,agar tidak menghakimi Farhan. Karena Jack yakin Farhan tidak seburuk itu. Apalagi mendengar kata kata Khairani tadi malam tentang keyakinannya terhadap Farhan. Makanya Jack memilih untuk mendengarkan dari sisi Farhan.
"Apa maksudmu ? Farhan semakin tak mengerti.
" Istrimu melihat kau dan Jeany, Han. " Ucap Jack.
"Melihat apa maksudmu Jack ? " Seketika Farhan memucat .
"Apalagi ! Dia menonton film orang dewasa secara Live ,tanpa sensor. " Sarkas Yosef dengan geramnya.
Farhan masih berusaha mencerna setiap yang didengarnya walau masih sulit untuknya mempercayai.
"Tidak ! Tidak mungkin itu... bagaimana bisa Khaira melihatnya. Kau bohong kan ,jangan main main yosh... " Farhan berusaha untuk tidak percaya apa yang diucapkan Yosef.
"Katakan padaku Jack, ini bohong,kan ! Istriku tidak melihatnya. Dia lagi hamil Jack ,dia... " Melihat Jack yang bergeming menatapnya tajam Farhan tidak lagi bisa bicara. Farhan tahu semua yang ditakutkannya benar benar terjadi.
"Aakh... "
"Praank "
Farhan memukul meja kaca di depannya hingga hancur berserakan .Amarah yang dia tahan sedari tadi terlampiaskan pada benda tak berdosa itu.
Tetesan darah telah mewarnai lantai putih kamar itu. Farhan yang belum puas dengan amarahnya kemudian membalikkan meja yang hanya tinggal kerangka saja.
Jack dan berdiri menahan bahu Farhan yang berniat menghancurkan seisi kamar itu.
"Tenanglah ,ini tidak akan menyelesaikan masalah. " Bentak Jack .
"Aku akan membunuh wanita itu, kalau terjadi sesuatu dengan istriku. Aku akan menghancurkan hidupnya " Teriak Farhan melupakan sesak dadanya.
"Hah.. ha.. ha.. " Yosef terbahak, kemudian menatap Farhan dengan mata merah karena amarah.
"Kau mau menghancurkannya !! Dia sekarang sudah hancur karena kebejatan mu. Kau tau dia kini sedang dioperasi karena ulahmu .Kau mau menghancurkan nya lagi... hah... " Yosef mendekat dan menarik kaos Farhan hendak menonjoknya. Tapi terhenti karena Jack menarik Yosef menjauhi Farhan.
__ADS_1
"Dia pantas mendapatkannya, dia telah menghancurkan hidupku. Yang susah payah aku bangun. Dia telah menjebakku .....
...****************...