Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Rahasia Jeany


__ADS_3

Beberapa saat Jack membiarkan Farhan berdiri di depan pintu ruangan Khairani, akhirnya Jack mendekat. Kemudian menepuk pundak Farhan agar tidak larut dalam lamunannya.


" Duduklah dulu ." Ucapnya setelah Farhan menyadari keberadaannya. Tanpa bicara Farhan berjalan menuju bangku yang tersedia di depan ruang rawat.


Setelah Farhan duduk, Jack pun ikut duduk di samping Farhan. Mereka sama sama terdiam beberapa saat sebelum akhirnya Farhan mulai bicara.


"Istriku minta cerai. " Tiga kata yang Farhan ucapkan membuat Jack menoleh ke arah Farhan.


"Apa yang akan kau lakukan. "


"Jack aku harus mencari kebenarannya segera. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku bisa kehilangan segalanya. " Suara Farhan begitu terdengar lelah. Semua buntu, CCTV itu mustahil dia dapatkan karena Hotel adalah milik keluarga Jeany.


"Apa kau ingat orang yang membawamu ke kamar itu ? " Tanya Jack.


"Tidak begitu ingat, yang jelas kulit mereka agak hitam dan bertubuh besar. Dan mereka sangat kuat. Aku rasa mereka terlatih, seperti pengawal khusus atau Bodyguard ." Ucap Farhan berusaha untuk mengingat.


"Kita cari saja mereka. Siapa tahu kita bisa dapat informasi. " Saran Jack.


"Aku rasa akan memakan waktu dan aku kurang yakin mereka mau buka mulut. Pasti mereka telah dibayar mahal untuk itu. " Ucap Farhan pesimis.


" Biar aku coba bicara dengan Yosef, siapa tahu dia mau membantu. Ini tentang kehancuran rumah tanggamu , aku harap dia punya rasa empati setelah tahu cerita sebenarnya. " Ucap Jack.


Farhan menoleh ke arah Jack dengan tatapan penuh arti.


"Bisakah kau membantuku mencari info tentang Jeany. Dimana dia dirawat . Katakan ini tentang kerjaan, dia masih sekretaris mu, kan ?"


" Kau mau menemuinya ?" Tanya Jack heran dengan sikap Farhan.


" Iya, cuma ini yang bisa aku lakukan. Agar aku bisa tahu tujuan Jeany sebenarnya. Dan memintanya menjelaskan kepada Khairani tentang semua ini. " Jelas Farhan.


"Kau yakin dia mau melakukan seperti yang kamu inginkan. Aku tidak yakin, setelah apa yang telah dilakukannya. "


"Setidaknya ini langkah terakhir Jack yang bisa dilakukan. " lirih Farhan.


"Baiklah aku coba hubungi Yosef, semoga semua berjalan sesuai harapan kita. Oh iya, besok aku tidak bisa menemani mu karena hari kerja. Aku yakin Jeany juga tidak akan masuk jadi bisa dipastikan aku sibuk. Tapi aku usahakan malam harinya kesini. " Jack berkata sembari berdiri bersiap untuk pergi.


"Oke, tidak masalah. Terima kasih telah membantu Khairani dan aku. " Ucap Farhan sambil berdiri dan menepuk pundak Jack.


"Gunakan waktumu dengan istrimu sebaik mungkin. Temani dia walaupun seribu kali dia mengusirmu. Aku masih yakin dia masih sangat mencintaimu. " Farhan hanya mengangguk dan Jack akhirnya meninggalkan tempat itu.


"Aku juga yakin dia mencintaiku, tapi kini cintanya ternodai oleh ku ,terluka sangat dalam. Bagaimana aku bisa mengembalikan cahaya matanya. " Gumam Farhan sambil menatap pintu kamar rawat inap Khairani.


Setelah meminta seorang Suster menjaga Khairani ,Farhan pergi meninggalkan rumah sakit menuju sebuah Cafe .Sejak pagi Farhan belum mengisi perut sama sekali. Dia butuh energi lebih saat ini dan tidak boleh mengabaikan kesehatannya .


Selesai makan Farhan teringat anak anaknya. Dia belum mengabari kalau mereka belum bisa pulang dan menyuruh para pengasuh memberi ketiga bayinya susu formula untuk sementara.


Sejenak dia teringat pesan Dokter tadi siang. Farhan langsung menghubungi Irul menanyakan tentang trauma yang Khairani alami.

__ADS_1


" Assalamualaikum ,Rul ." Ucap Farhan saat panggilan tersambung.


"Waalaikumussalam Bang . Kalian masih di Singapura, tidak jadi pulang tadi pagi ya ?


" Iya Rul, ada sedikit masalah ,jadi mungkin kami agak lama disini. "


"Masalah apa bang , apa serius ?


" Yah ini serius, tentang Khairani. Rul, apa Khairani pernah ditangani Psikiater ? Tanya Farhan hati hati.


" Pe...pernah Bang, sudah lama sekali. Kok Bang Farhan bertanya seperti itu, apa Kak Rani kambuh ?


" Iya, dia lagi depresi saat ini. Maaf, aku tidak bisa cerita saat ini apa penyebabnya. " Suara Farhan terdengar lirih.


" Kok bisa ! Apa dia bertemu dengan Ayahku. Tapi itu tidak mungkin karena, kabar yang kami dengar beliau telah meninggal. "


" Kenapa dia trauma bertemu dengan Ayah kalian .Apa beliau penyebabnya ? " Selidik Farhan.


"Benar Bang, intinya Kak Rani melihat Ayah menyiksa Ibu secara fisik dan seksual di usianya masih lima tahun. Itu pukulan terberat pada mentalnya. Sehingga Kak Rani mengalami kejang kejang waktu itu. Dan dia akan muntah muntah kalau melihat Ayah. Itulah sebabnya Ayah pergi karena tak sanggup melihat Kak Rani begitu tersiksa setiap melihatnya . Suatu saat aku akan ceritakan secara detil sama Bang Farhan. "


" Huuft "


Farhan menghembuskan napas kasar nya. Dia merasa menjadi manusia paling jahat saat ini. Ternyata penderitaan istrinya sungguh luar biasa dan dia memperparah kondisinya. Farhan meraup wajahnya kasar.


"Rul, bisakah kamu kemari besok. Aku butuh kamu saat ini, karena aku tidak bisa mendekati Khairani saat ini. "


" Maaf Rul, nanti aku ceritakan semuanya. Besok datanglah pagi pagi sekali dan tolong bawakan rekam medisnya yang berkaitan dengan Psikisnya. Dokter disini membutuhkannya. "


" Aku tidak tahu apa yang Bang Farhan lakukan hingga membuat traumanya kambuh, tapi perlu Bang Farhan ingat aku tidak akan tinggal diam kalau Bang Farhan menyakiti Kak Rani. " Irul terdengar tegas dan bercampur marah.


" Oke, kita bahas nanti kalau kamu sudah disini. Aku mohon ambillah cuti seminggu kedepan. Aku tunggu ! " Ucap Farhan lagi.


"Oke"


Jawaban singkat Irul menandakan ketidak senangannya terhadap Farhan. Apalagi dia langsung mematikan sambungan telepon. Farhan hanya bisa mendesah pelan. Dia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Irul besok.


Di tengah kegelisahan nya tiba tiba notifikasi pesan dari Jack terdengar dari HP yang masih digenggamnya.


Jack luo


"Jeany dirawat di RS XYZ ruang VVIP nomor 2 "


Setelah menerima pesan dari Jack, Farhan langsung bergegas menuju alamat rumah sakit tempat Jeany dirawat. Butuh waktu lebih kurang tiga puluh menit barulah Farhan sampai di parkiran rumah sakit itu.


Farhan langsung saja menuju ruangan yang dimaksud oleh Jack. Tak butuh waktu lama Farhan pun sampai di depan pintu ruangan Jeany. Tanpa mengetuk Farhan langsung masuk ke ruang rawat mewah itu.


Jeany yang tertidur tersentak kaget mendengar suara pintu dibuka kasar. Mata Jeany langsung membola dan terkejut ketika menyadari Farhan berjalan pelan ke arahnya .

__ADS_1


Tatapan penuh dengan amarah dan kebencian begitu nampak jelas. Jeany seketika ketakutan dan menciut. Tangannya meremas selimut untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Ha... Han, kau datang. " Ucapnya berusaha untuk tenang.


" Kenapa, kau tidak suka aku datang ?" Balas Farhan dengan pertanyaan dengan suara datar dan dingin. Sungguh Farhan begitu ingin meremas wajah cantik di depannya ini.


"Tentu saja aku senang. Aku memang menunggumu ,Honey ." Jeany bicara seperti tidak terjadi apa apa.


"Benarkah, apa kau sudah merasa puas sekarang ? Apa aku harus merobek bibirmu yang lain ? Atau kau mau aku sobek semua kulitmu. " Pertanyaan yang bernada ancaman itu berhasil membuat mata Jeany berkaca kaca.


"Han, kenapa kau begitu marah pada ku. Aku salah apa. Malah sekarang aku disini karena ulahmu Han. " Ucapan manja Jeany membuat amarah Farhan semakin memuncak.


"Bukankah itu yang kau mau ? Kau yang meracuniku dengan obat laknat itu. Kau juga yang mengurungku disana ,Hmm ? Farhan berjalan semakin mendekat. Membuat Jeany gemetar ketakutan.


"Han, ma...maafkan aku. Aku hanya merindukan masa masa yang lalu. Aku rasa kau pun sama. Ayo kita lupakan yang terjadi, aku sudah menerima hukumanku, Honey. " Tanpa rasa bersalah Jeany berkata selembut mungkin.


" Melupakan ?! Dalam mimpimu Jeany. Karena ulahmu istriku sekarang dirawat karena depresi. Karena perbuatan kotornmu itu sekarang wanita yang ku cintai menolakku. Dengan mudahnya kau mengatakan melupakan. Hah !!! Aku akan membunuhmu jika sampai terjadi sesuatu dengan anak dan istriku. " Farhan meluapkan amarahnya.


Sementara Jeany terisak ketakutan. Meremas selimut semakin erat. Menyesal menyuruh Yosef pulang tadi jika dia tahu Farhan datang kemari.


" Han... aku melakukan semua karena cinta. Aku tidak sanggup hidup jauh darimu. Ayo kita kembali seperti dulu, hanya kau dan aku. Aku tahu kau membutuhkan aku. Kau hanya bosankan ,Honey " Rengek Jeany tak tau malu. Jeany berharap Farhan akan melunak.


" Kau memang sudah gila. Berkali kali aku katakan, aku tidak mencintaimu. Dari dulu sampai aku menghamili Citra. Kau ingat waktu itu aku memutuskan tidak lagi terlibat denganmu. "


Dan perlu kau ingat sejak awal aku tidak ada minat denganmu, Tapi kau tetap berusaha mengodaku. Apa kau lupa aku juga laki laki normal yang tidak menolak hidangan di depanku. Dan hubungan kita hanya sebatas memuaskan satu sama lain. "


" Han, jangan berkata begitu, aku selalu ada untukmu selama ini. Apa kau lupa, akulah yang membantu mu hingga perusahaanmu maju. " Jeany tetap kekeh.


"Kau benar tapi aku membayarmu untuk itu. Kau tidak lebih dari rekan kerja bagi ku. Dan kau tahu betul itu. "


"He.. he... " Jeany terkekeh mengejek. " Kau terlalu munafik mengakui Farhan. Padahal kau selalu bernafsu ketika bersama dengan ku. Apa kau lupa itu Honey. "


"Itulah yang ingin aku tanyakan pada mu. Apa yang kau masukkan ke dalam minumanku. Karena aku ingat betul saat bercinta denganmu pasti aku habis meminum minuman yang kau buatkan. Dan satu lagi ,saat pertama kali aku melakukannya denganmu..."


Farhan sengaja menjeda ucapnya sambil mengamati perubahan raut wajah Jeany.


"Aku juga tahu semua itu adalah akal bulus mu. Rekan bisnis kita waktu itu tidak punya alasan untuk melakukan itu. " Wajah Jeany semakin memucat.


" Dan kau... kenapa kau ada dikamarku waktu itu .Jawab aku Jeany Wang !!! " Suara Farhan begitu menakutkan. Dingin dan penuh tekanan. Sementara Jeany tidak dapat berkata kata.


"Han, Aku mencintaimu dari masa kuliah. Aku hanya ingin denganmu, Tapi kau sedikitpun tidak pernah melihat ke arah ku. Dua puluh dua tahun aku menyimpan rasa ,Han . Aku rela melajang di usiaku yang hampir kepala empat hanya menunggumu. "


"Tapi apa yang kau lakukan. Kau meniduriku tapi tidak pernah ada rasa sedikitpun. Sementara ketika kau menghamili wanita malam itu kau malah hidup dalam penyesalan dan tidak mau menyentuhku lagi. Aku sakit, Han !! "


" Dengan susah payah aku membuat wanita m*r*h*n itu mati, kau malah menikahi janda yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan denganku. Kau mau anak ? Aku bisa memberikan mu banyak anak. Tapi kau malah memilih meninggalkan ku hanya karena ingin dekat dengan janda gatal itu !!! Teriakan Jeany memenuhi ruang rawat mewah itu.


" Jadi ternyata kau penyebab kematian Citra .....?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2