Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Semua masih sama


__ADS_3

Setelah sarapan Farhan mengajak Khairani untuk duduk di bangku taman rumah sakit. Farhan menceritakan semua kronologi kejadian kecelakaan yang dia ketahui. Mulai dari panggilan telepon dari Bakri ketika di hutan cemara sampai kehadiran Khairani dan pagi ini.


Tapi Farhan tidak menceritakan isi dari percakapannya dengan Bakri. Farhan tidak mau Khairani salah paham dengannya.


Khairani mendengarkan semua rentetan cerita dengan seksama ,sesekali dia mengusap air mata di sudut matanya. Tidak ada kata yang terucap dari bibirnya. Hanya isakannya yang terdengar mengiringi setiap ucapan Farhan.


Sampai di akhir kronologi kejadian kecelakaan itu Khairani tetap tak bersuara.Hingga Farhan hanya bisa menarik napas dalam. Setidaknya sekarang hatinya sedikit lega karena sudah melepaskan satu beban yang mengganggu pikirannya dari semalam.


Kini hanya ada keheningan diantara mereka .Farhan dan Khairani hanya terdiam dalam pikiran masing masing. Hingga suara HP Farhan memecah kebisuan itu.


"Halo...


"......"


"Baiklah saya akan kesana, tunggu sebentar "


"........."


" Oke...


Farhan berdiri dari duduknya .


"Khaira...aku mau mengurus kepulangan jenazah Arya, keluarganya telah menunggu di dalam. Apa kamu mau ikut ?"


"Iya, aku ikut, setidaknya aku bisa mewakili Bang Bakri untuk menyampaikan belasungkawa " Ucap Khairani sambil berdiri dari duduknya.


"Ayo, kasihan mereka menunggu terlalu lama" .Farhan dan Khairani berjalan beriringan menuju bagian pemulangan jenazah.


*****


Suara Ambulance yang memekakkan telinga mulai menjauh meninggal pelataran rumah sakit diiringi beberapa kendaraan yang mengikuti dari belakang.


Khairani tidak ikut ke prosesi pemakaman Arya, karena dia tidak bisa meninggalkan Bakri sendiri. Hanya Farhan dan Qori yang datang menghadiri.


Khairani berniat hendak mengunjungi Luki yang kini sudah di ruang perawatan. Tapi sebelumnya dia singgah ke ruangan Bakri. Hanya bisa menatap dari luar saja cukup baginya. Sekadar melepaskan rindu yang tiba tiba merasuki hatinya.


Menatap nanar tubuh yang tergolek lemah tak berdaya di brangkar itu. Setelah puas memandang dari balik pintu kaca akhirnya Khairani melangkah menuju ruangan tempat Luki dirawat.


Khairani mengetuk pintu kayu di depannya. Tak lama kemudian muncullah seorang wanita maka paruh baya di balik pintu.

__ADS_1


"Assalamualaikum bu.. " sapa Khairani.


"Waalaikumussalam... .." jawab wanita itu.


"Maaf bu mengganggu, saya Khairani, mau menjenguk Luki, apa Luki sudah sadar ?" Ucap Khairani memperkenalkan diri.


"Oo saya ibunya, silakan masuk... Luki yang sudah sadar. " balas ibu Luki


"Terimakasih... " ucap Khairani.


Setelah masuk ke ruangan nampaklah Luki yang terbaring dengan kepala dan tangan yang dipasang perban .Sementara kakinya ditutupi selimut.


"Ki... bagaimana keadaan kamu " sapa Khairani yang prihatin melihat kondisi Luki .


"Bu Rani ,beginilah buk " Ucap Luki sambil tersenyum miris." Bu kenalkan ini Bu Khairani, istri bosnya iki ." lanjutnya memperkenalkan Khairani kepada ibunya.


" Oh maaf buk, saya kira tadi siapa kiranya bosnya iki yaa" Ucap ibunya Luki sambil menyalami Khairani. Dan dibalas Khairani dengan senyum sambil menyambut tangan ibunya Luki.


"Maaf ya buk, kondisi Luki jadi seperti ini, mungkin ini karena ketidak hati hatian suami saya. " Khairani berkata dengan menunduk .


"Sudahlah Bu Rani namanya musibah, tidak ada yang salah dengan disini, ini sudah takdir. Apalagi Luki udah cerita semua sama saya. " jawab ibu Luki.


" Saya yang harusnya berterimakasih Bu Rani. Dan Semoga suami Bu Rani cepat sembuh " balas ibu Luki.


Setelah berbicara dan berbasa basi akhirnya Khairani undur diri, agar Luki bisa beristirahat.


*****


Khairani kembali tertegun di depan ruang ICU, menatap tubuh kaku yang terbaring di dalam sana. Entah kapan mata itu akan terbuka. Khairani pun tidak berhenti berdoa dan berharap, semoga suaminya segera membuka mata.


Khairani tidak menyadari ada seseorang yang juga memandang ke arah yang sama dengannya. Farhan berdiri di belakang Khairani sejak beberapa menit yang lalu. Tidak ingin mengganggu lamunan Khairani, Farhan memilih diam sampai Khairani menyadari kehadirannya.


"Eh.. Bang Farhan " ucap Khairani kaget.


"Pulanglah Khaira ,anak anak membutuhkan kamu. Apa lagi mereka masih butuh ASI. Kasihan terlalu lama ditinggal. " ucap Farhan pelan .


"Aku harus bagaimana, di sana membutuhkan ku, tapi aku ingin di sini." keluh Khairani.


"Pulanglah, ada aku disini. Qori menunggu di lobi... pergilah " ucap Farhan sedikit memaksa.

__ADS_1


"Baiklah aku pulang, kabari aku kondisi Bang Bakri setelah Dokter visit nanti. " Khairani berkata dan berlalu tanpa menunggu jawaban dari Farhan.


Farhan hanya dapat memandangi punggung rapuh itu bergerak menjauhinya.


*****


Tiga minggu telah berlalu. Kondisi Bakri tak kunjung membaik. Dokter mengatakan tipis harapan untuk bisa pulih. Tapi kenyataan ini hanya Farhan yang tahu. Dia sengaja tidak memberi tahu Khairani agar tidak membuat Khairani khawatir.


Dalam waktu tiga minggu itu pula Farhan kembali bergerak cepat. Mengaktifkan toko milik Bakri dengan merekrut beberapa karyawan baru. Dan mempercayakan kepada Syafi'i sebagai pengganti Bakri sementara.


Selama tiga minggu ini pula Farhan bolak balik ke rumah sakit dan toko. Setelah bekerja sedikit keras akhirnya toko sudah bisa berjalan dengan baik kembali. Tinggal mengontrolnya sesekali saja.


Bukan tanpa alasan Farhan melakukan semua ini. Bagaimanapun toko ini adalah harapan Bakri. Dan tidak sedikit dana yang sudah dikucurkan. Sebagai seorang pengusaha Farhan tak ingin usaha yang Bakri dan dirinya bangun menjadi sia sia.


Farhan juga harus kembali ke Singapura. Pekerjaannya sudah menunggu di sana. Waktu satu bulan yang direncanakan sekarang sudah hampir dua bulan. Walaupun dia memiliki orang orang yang kompeten tetap saja tidak bisa lepas tangan begitu saja.


Setelah berdiskusi panjang lebar dengan Khairani, akhirnya si kembar ditinggalkan dengan Khairani. Selain permintaan dari Khairani sendiri, juga karena Farhan juga akan datang ke Pekanbaru sekali seminggu untuk mengunjungi Bakri.


Khairani dibantu oleh dua Babysitter sekarang. Dia harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjaga Bakri. Terpaksa Khairani menerima tawaran Farhan untuk menambah orang untuk menjaga ketiga bayi itu ketika dia di rumah sakit.


Irul dan Nisa pun turun tangan membantu. Setelah Farhan berangkat ke Singapura Irul menawarkan diri menjaga di kala malam, karena Khairani tidak akan bisa. Dan Khairani menjaga di kala siang.


Malam ini Irul kembali berjaga di rumah sakit. Dia baru kembali dari kantin membeli Kopi dan beberapa cemilan untuk menemani malamnya.


Setibanya di depan lorong dia melihat beberapa orang tim medis berlarian. Perasaan was was mulai merasuki hatinya ketika melihat kemana arah tujuan orang orang itu. Irul mempercepat langkahnya untuk memastikan kegelisahannya. Melihat seorang perawat keluar Irul langsung mencegatnya.


" Maaf Sus ,ada apa dengan Abang saya. " Tanya Irul.


"Kondisi pasien semakin menurun pak, sempat kehilangan detak jantung, sekarang Dokter lagi berusaha, maaf saya buru buru " Perawat itu pun berlari pergi.


Irul hanya terpaku menatap pintu kaca tempat Bakri berada. Detak jantungnya terasa menembus dadanya. Berharap apa yang barusan didengarnya tidaklah benar. Seandainya itu terjadi apa yang harus dikatakannya pada kakaknya nanti.


Sementara di dalam ruangan semua orang sibuk dengan tugasnya masing masing. Terlihat ketegangan yang terjadi di sana .Tidak beberapa lama kemudian semuanya berhenti dengan wajah penuh penyesalan. Akhirnya seorang Dokter keluar dari ruangan itu.


"Maaf Pak......


*****


🌺 Maafkan Author yaa baru Up ,kemarin Author ada acara jadi agak sibuk... sorry.... 💖🙏

__ADS_1


__ADS_2