
Langkah tegap itu mendekat ke sisi ranjang, mendudukan dirinya dihadapan belahan jiwanya yang sedang lara. Menatap sejenak menunggu ungkapan yang masih enggan untuk berucap.
Dan akhirnya hembusan napas kasarnya pun terdengar, lalu tangan kokoh itu meraih jemari lentik yang saling menggenggam dari tadi.
"Abang tahu kamu pasti cemas sekarang ,dan abang juga tahu apa yang kamu pikirkan .Ran.... biarkan abang saja yang memikirkan jalan keluarnya, sekarang kamu cukup persiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan saja "
"Tapi uang dari mana bang ,jumlah yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Aku tahu abang lagi kesulitan sekarang "
"Masih ada waktu Ran, besok abang coba pinjam sama teman abang " Jawab Bakri asal .
"Teman yang mana lagi .Semua temanmu udah minjamin kita Bang , apa ada teman mu yang aku tidak kenal ? "
" Iya... kamu benar Ran, tak ada lagi . Tapi abang dak akan menyerah begitu saja ,pasti ada jalannya percaya abang pasti bisa " Bakri berkata seraya tersenyum palsu.
Khairani menundukkan kepalanya, menutupi matanya yang sudah berkaca kaca .Sungguh dia benar benar dibuat kalut kali ini, tak bisa berpikir jernih seperti biasa. Yang dikhawatirkan nya adalah bayi dalam kandungan nya, dan Khairani tahu bahwa suaminya dalam keadaan banyak hutang.
"Ran abang minta tenang lah, jangan terlalu dipikirkan . Ingat... ada dia disini ,percayalah takkan ada ujian melebihi kesanggupan kita . Bantu abang dengan doa . " Ucap Bakri seraya mengelus perut Khairani.
" Baiklah... kita usahakan bersama saja ya . Nanti aku coba tanya sama Irul dan Nisa . Siapa tahu mereka bisa bantu . "
" Ya... boleh, sebisa kamu aja jangan memaksakan diri . Ayo tidur udah malam, kasihan anak ayah yang kecil ini dipaksa mikir sama bunda yaa, Nak . sehat selalu ya.. Nak. " Ucap Bakri sambil mengelus elus dan mencium perut besar Khairani.
Khairani tersenyum melihat suami kakunya itu melakukan hal diluar kebiasaannya. Seketika hatinya menghangat karena jarang diperlakukan begitu . Akhirnya mereka berbaring, terdiam dan sibuk dengan pikiran masing masing hingga tak terasa malampun melenakan mereka dalam tidur.
***
Pagi ini rencana nya Khairani akan menghubungi Irul dan Nisa. Mereka adalah kedua adik Khairani .
Khairul yang akrab dipanggil Irul adalah adik pertama nya .Bekerja sebagai guru honorer di sebuah SMP swasta, sementara istrinya seorang guru PNS di sekolah dasar.
Sedangkan Khairunisa yang dipanggil Nisa bekerja sebagai karyawan biasa disalah satu perusahaan kecil. Suami Nisa tidak bekerja tetapi memiliki usaha loundry beberapa cabang.
Mereka hanya tinggal bertiga, karena ibu Khairani telah meninggal tiga tahun yang lalu. Sementara ayahnya telah bercerai dari ibu nya sejak mereka kecil. Sejak itu mereka tidak pernah bertemu. Kabar terakhir mereka dengar ayah nya telah meninggal di Kepulauan Riau.
Setelah menimbang sejenak akhirnya Khairani membuka grup chating mereka.
Khairani
Assalamualaikum dek..
Setelah menunggu beberapa menit....
Rul
Waalaikumussalam warohmatullahi wabarakatu Kak.., Apa kabar... ? sehat?๐
Khairani
Alhamdulillah sehat... kamu ??
Rul
Sehat banget Kak... he.. he
__ADS_1
ada apa kak?
Khairani
Nisa mana yaa Rul...sibukkah??
Nisa
Waalaikumussalam Kak.. bang..
maaf baru online๐ada apa kk tumben pagi pagi ngechat
Khairani
Kk mau ketemu kalian... bagusnya dimana yaa...penting
Rul
Dirumah kk aja.... kakak lagi berat ntar meledak dijalan๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Nisa
๐๐
iya cari aman.. ๐
kapan.. ??
Rul
Khairani
oce๐
Nisa
Siap ๐
***
Hari minggu yang ditunggu pun datang, khairani duduk dengan gelisah. Sejujurnya dia benar benar dibuat gugup. Belum pernah dia meminjam uang kepada adiknya dalam jumlah besar. Biasanya paling banyak sejuta hingga dua juta saja. Tapi sekarang dia mau meminjam sebanyak 15 juta.
Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu kamarnya. Dengan segera dia bangkit dan membuka pintu .Muncullah Alma ...
"Bun... ada Om Rul sama Ante Ca...
"Baiklah.. tolong bikinin teh ,boleh ? Ada bolu di kulkas tolong potongkan sekalian ya.. "
"Ok bunda..
" Terimakasih sayang bunda ."
Khairani pun bergegas mendekat ke ruang tamu. Kebetulan Bakri tidak dirumah karena ada kerjaan di lapangan yang belum siap.
__ADS_1
"Hai Kak... udah besar aja ni perut. " Tegur Nisa
" Apa kabar Kak ?" Irul mendekati Khairani dan menyalaminya ,di ikuti Nisa .
" Baik... "balas Khairani sambil menerima salam adik adiknya. "Duduklah...
Setelah mereka duduk tak lama datang Alma membawa minuman dan beberapa potong bolu.
" Eeh... calon kakak . Terimakasih ya tahu aja Om lagi pengen bolu ." Cengiran Irul. " Mana abang Fariz... "
" Lagi dikamar ,belajar , kan mau ujian akhir . " jawab Alma .
"Udah mau SMP aja yaa" Nisa menimpali .
"iya... tak terasa kita makin tua . " jawab Khairani ."Alma ke kamar dulu ya, bunda ada perlu sama Om dan Ante. "
Alma pun mengangguk dan berlalu.
"Ada apa Kak, kayaknya penting amat ,kakak dak papa , kan. " Tanya Nisa dengan raut wajah cemas.
"Kakak dak papa... cuma kakak butuh uang buat operasi ." Terang Khairani.
"Usaha bang Bakri bisa dikatakan bangkrut, sejak temannya menarik investasi. tapi Ini sudah setahun tapi bukan nya makin baik malah makin hancur. " Lanjutnya
"Kakak kok tidak pernah cerita sama ku, selama dan separah itu. " Tatap Irul kecewa .
"Bang Rul kayak dak kenal Kak Rani aja. Mana mau cerita beginian . Ini juga kalau tidak ke pepet pasti tidak bakalan cerita ." Ujar Nisa.
"Maaf, kakak tidak mau merepotkan kalian Dek. " Jawab Khairani
"Kapan waktunya Kak ." Irul
"Awal bulan ini... InsyaaAllah. " Khairani menunduk.
" Berapa kakak butuhnya. Aku mau bantu tapi tak bisa banyak kak . Usaha Bang Syaf juga lagi menurun, karena loundri kiloan lagi menjamur. Sekarang tinggal dua yang aktif, dua lagi udah tutup. " Tutur Nisa
"Perkiraan biayanya 15 juta " Khairani berkata seraya menahan genangan air matanya. Tak ingin adik adiknya melihat kerapuhan nya.
"Kak aku punyanya cuma tiga juta, maaf.. tidak bisa bantu kakak banyak. Aku baru bayar dp rumah seminggu lalu . Nanti aku transferkan ke rekening kakak ." Kata Irul
"Aku dua juta Kak... " Sambung Nisa
"Terimakasih ,nanti habis lahiran kalau ada rezeki kakak cicil yaa ." Khairani makin berkaca kaca.
"Tak usah dikembalikan, kami ikhlas kok Kak, anggap aja hadiah untuk keponakan baru ,iyakan Cha. " Ucap Irul .
"Betul Kak.. " Jawab Nisa
"Sekali lagi terimakasih. semoga rezeki kalian makin banyak."
"Aamiin....
*****
__ADS_1
๐บ MAAF YA MASIH BELEPOTAN... OUTHORNYA MASIH BAYI ๐ Yang mau ketemu Farhan 3 bab lagi yaa.. jangan lupa kirim semangat yaa buat outhor hehehe!!! SALAM KENAL YA ๐บ