Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Luluh lantah


__ADS_3

Khairani tersentak dari tidurnya. Matanya spontan menoleh ke sisi lain tempat tidur. Ternyata Farhan belum kembali. Perasaannya kembali tak menentu ketika dia melirik jam yang ada di dinding. Sudah lewat jam dua belas malam.


Jantung Khairani berdegup kencang. Entah kenapa perasaan tak enaknya makin menjadi. Khairani bangkit berlahan dan meraih HP yang ada di nakas. Dengan ragu ragu dia mencari kontak suaminya. Setelah menunggu sebentar tapi tak kunjung diangkat.


Khairani sangat gelisah ,ada rasa khawatir tapi juga kesal. Apakah Farhan terlalu menikmati kebersamaan nya dengan rekannya sehingga melupakan istrinya. Tapi rasa cemas lebih mendominasi dalam hatinya.


Berjalan mondar mandir di kamar Hotel yang terbilang luas itu sambil menunggu panggilan teleponnya yang tidak diangkat Farhan.


Akhirnya Khairani memutuskan untuk mencarinya ke Club. Keluar dari kamar dengan memakai jaket dan jilbabnya. Ketika berpapasan dengan seorang petugas kebersihan hotel ,Khairani langsung menanyakan arah menuju Club itu .


Di sinilah Khairani yang sekarang. Di sebuah pintu besar terbuat dari kayu kualitas bagus yang berukiran bunga Lotus ukuran besar. Dan dijaga oleh dua orang pria bertubuh besar. Nyali Khairani seketika menciut untuk mendekati pintu itu.


Setelah terdiam beberapa saat untuk berpikir akhirnya Khairani memilih untuk kembali ke kamar saja. Tapi seseorang tiba tiba memanggilnya.


"Mrs Jonhson... ?


Khairani pun membalikan tubuhnya kembali ke arah pintu masuk Club itu, mencari arah suara yang memanggilnya.


" Oh Mr Luo , mm..." Khairani ragu untuk bicara.


"Saya bisa bahasa melayu jangan khawatir, saya paham bahasa indonesia. " Seperti mengerti dengan kebingungan Khairani Mr Luo langsung menyela.


"Maaf... saya mencari suami saya, apakah anda melihatnya ? "


"Hah ,Farhan belum kembali ? " Mr Luo memelirik jam tangannya. " Sudah hampir dua jam dia keluar karena tak ingin meninggalkan anda terlalu lama katanya. " Lanjut Mr Luo.


"Benarkah ? Tapi dia belum sampai dari tadi. Teleponnya tidak diangkat. Apa anda yakin Mr Luo ? "


"Tentu ,saya melihatnya sendiri dan dia sekalian berpamitan untuk kembali ke kota anda besok ." Ucap Mr Luo bingung. " Begini saja, anda kembali dulu ke kamar anda Mrs Jonhson, ini sudah terlalu malam. Siapa tahu nanti Farhan kembali. Biar saya cari tahu di sini, nanti saya kabari anda kalau ada perkembangannya. " Lanjut Mr Luo menyarankan.


"Baiklah Mr, saya tunggu kabar dari anda. Saya di kamar 2002. Terimakasih Mr. " Ucap Khairani sedikit membungkuk memberi hormat lalu melangkah menjauh.


Mr Luo menatap punggung Khairani menjauh ,kemudian barulah dia berbalik hendak masuk ke dalam ruangan yang penuh hiruk pikuk itu. Namun baru dua langkah kakinya berjalan terdengar Khairani memanggilnya.


"Mr Luo ,maaf... "


"Ya, ada apa Mrs Jonhson "

__ADS_1


"Apa Jeany ada di dalam ?"


" Tadi saya melihatnya dengan teman temannya, tapi dia sudah pergi sesaat setelah Farhan keluar. " Mr Luo mengerutkan dahinya seperti memikirkan sesuatu.


Tadi pas Farhan pamit dengannya, Mr Luo melihat Jeany duduk bersama beberapa teman wanitanya di sebuah meja . Mr Luo masih menatap punggung Farhan menjauh .Ketika Mr Luo masih terpaku di tempatnya tak sengaja melihat Jeany bergegas keluar dari Club itu.


"Apa anda mencurigai sesuatu Mrs. ?" Mr Luo menatap menyelidik.


" Entahlah , saya hanya spontan saja. " Jawab Khairani gugup.


"Saya rasa mereka hanya berhubungan secara profesional saja, tidak usah khawatir Mrs. Saya percaya Mr Jonhson tidak akan mengkhianati anda. Saya kenal dia sudah belasan tahun. " Ucap Mr Luo meyakinkan Khairani.


" Saya juga percaya pada suami saya Mr Luo, tapi saya tidak percaya sedikit pun pada Sekretaris anda. " Ucap Khairani tajam dan tegas.


"Apa yang membuat anda berpikir begitu ? " Selidik Mr Luo.


" Anda belum mengenal mereka lebih dalam Mr Luo. Sekretaris anda terobsesi pada suami saya."


" Really !" Pekik Mr Luo tidak percaya.


"Ya, dan tadi pagi dia masih sempat mengacam saya. " Khairani berusaha menahan emosinya sehingga suaranya terdengar bergetar.


"Apa anda yakin mereka... maaf ,maksud saya apa yang membuat anda yakin kalau Farhan sekarang bersama Jeany. "


"Feeling seorang istri dan insting seorang wanita. Tolong saya Mr Luo, saya sendirian disini. Setidaknya demi Farhan sahabat anda, lakukan sesuatu. Saya yakin suami saya tidak dalam keadaan baik sekarang. Please...! " Ucap Khairani lemah memelas.


"Oke anda tunggu di sini sebentar, saya ingin memastikan sesuatu. " Tanpa menunggu jawaban Khairani Mr Luo langsung pergi begitu saja. Dia masuk ke Club itu dan kembali dengan membawa sebuah kartu akses kamar hotel.


"Ayo Mrs kita buktikan ucapan anda. " Mereka bergegas menuju lift. Dengan debaran jantung yang mengila Khairani berjalan mengikuti Mr Luo.


Sampailah mereka di sebuah kamar yang berada di sebelah kamar milik Khairani dan Farhan. 2001 nomor kamar yang terpampang di pintu kamar itu.


"Anda siap Mrs Jonhson ? Apa pun yang akan anda lihat nanti ? " Belum sempat Khairani menjawab, mereka dikejutkan oleh kedatangan dua orang pria seusia Farhan. Satu berwajah bule dan satu lagi seperti orang melayu atau Indonesian asli .


"Jack ,kau yakin melakukan ini, aku tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi nanti. " Ucap seorang yang sepertinya orang melayu.


" Yah, biar aku yang bertanggung jawab. Kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini. " Jawab Mr Luo.

__ADS_1


" Apakah kita akan menangkap pasangan selingkuh, Oh God ! Jangan biarkan aku menikah, jika hanya berakhir seperti ini. " Ucap si bule dan mendapat pukulan oleh kedua temannya.


"Oke Anda siap. ?" Ucap Mr Luo kembali menatap Khairani yang yang hanya terdiam sambil meremas kesepuluh jemarinya.


"Bukalah tuan, aku siap. " Suara yang bergetar itu terdengar memilukan. Ketiga pria itu menatap Khairani kasihan bercampur pilu membayangkan apa yang terjadi di balik pintu itu.


"Ceklek"


Pintupun mulai terbuka. Jantung Khairani tidak lagi terkendali. Wajah putihnya semakin pucat pasi. Dengan langkah pelan kaki itu melangkah masuk di ikuti ketiga pria itu.


Seketika telinga keempat manusia dewasa itu di penuhi oleh des***n dan decapan kenikmatan . Semakin ke dalam semakin jelas terdengar. Erangan dan rintihan itu menggema keseluruh penjuru kamar itu.


Khairani yang berdiri bergetar nyaris ambruk jika saja tidak ada tangan kokoh yang menyanggahnya . Air mata pilu luruh berhamburan dari kelopak mata bulat itu. Jantung yang tadi mengila sekarang terasa berhenti berdetak.


Sepasang wanita dan pria tanpa sehelai benang itu sedang memacu hasrat di atas ranjang tidak mengetahui kedatangan mereka.


Ketiga pria yang datang dengan Khairani melihat aksi kotor mereka dengan ekspresi yang berbeda. Mr Luo masih setia menahan tubuh Khairani yang dengan berlahan merosot ke lantai.


Sementara temannya yang berwajah bule melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Berbeda dengan Ilyas , pria melayu itu memijit pangkal hidungnya sambil membuang pandangannya.


" Ini yang kau minta Jeany, inikah yang kau inginkan. " Ya itu suara Farhan. Khairani membekap mulutnya menahan isakannya.


"Yaeh Honey , Mhm .!! Aku merindukanmuuhh. " Jeany bicara terputus putus.


"Maka nikmatilah ini sampai kau matiiih." Terdengar lagi suara Farhan yang sedang memacu Jeany kasar.


" Akuuh ,mati dalam... nikmat Han, lebih cepat Han!!!" Pekik Jeany.


Farhan menggebu dan terlihat garang dan kasar ,membuat Jeany terpekik antara nyeri dan nikmat.


"Mari kita mati bersama Jeany, mari kita nikmati kematian setelah ini. " Farhan berkata dengan terengah engah.


Semua adegan itu tersemat kuat di dalam hati Khairani yang telah hancur. lebur bersama deraian air mata yang menganak sungai. Dengan tulang tulang yang terasa lunglai Khairani berusaha berdiri. Dia tidak tahan lagi untuk bertahan di kamar durjana ini.


Mr Luo membantu Khairani untuk berdiri dan memapahnya keluar . Sesampainya di pintu Khairani tiba tiba ambruk tak sadarkan diri. Antara beban batin yang baru saja menimpanya juga kelelahan fisik ditubuhnya.


Beruntung Mr Luo yang mengikuti Khairani dari belakang sudah antisipasi mengingat apa yang terjadi barusan. Bersamaan dengan itu Ilyas dan teman bulenya keluar dari kamar itu .Dengan sigap mereka membantu Mr Luo.

__ADS_1


Khairani hanya terpejam tak berdaya. Masih terlihat genangan air matanya Di sudut mata bulat itu. Wajah putih itu tampak pucat tak berdarah. Tubuh lemahnya sudah tak lagi berdaya seperti hatinya yang telah luluh lantah oleh adegan nafsu sang suami dengan mantan pemuas ranjangnya.


__ADS_2