DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
Diperjalanan


__ADS_3

Dulu Kini Ataupun Selamanya


DKAS #10


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seperti rencana kami semalam..


Pagi ini aku bagun lebih awal..


Menuju kamar mandi terlebih dahulu..hanya 10 menit ku habiskan untuk mandi dan wudhuk di pagi ini..


Sehabis sholat..


Aku mulai berdiri di depan cermin riasku..


Aku yang tak terlalu suka dengan banyak riasan hanya memakai pelembab pada wajah dipadu taburan bedak tipis dan polesan lipsbalm pada bibirku.. baju rumah ku ganti dengan celana jens berpadu baju kaos putih berlengan panjang hijab senada dengan celanaku tak lupa snekers kesayangan serta tas selempang kecil yang membuat efek santai..


Setelah semua ritual persiapan selesai..


Aku pun duduk pada teras rumah di temani secangkir teh hangat..


Sambil menunggu kedatangan bayu mencemputku..


"Jadi berangkatnya ci?"


Tanya bibi menghampiriku di teras rumah


"Iya bi" jawabku singkat


"Berangkat jam berapa?" Tanya bibi lagi


"Katanya sih jam 6 bi" ucapku menjelaskan

__ADS_1


"Oh..baiklah..hati-hati di jalan..ingat..patuhi "pantang dan larangan" pada setiap tempat yang kamu kunjungi"pituah bibi.


"Insyaallah..siap bi" jawabku sigap...


Akupun menyerup teh ku setelah menyelesaikan ucapan ku..


Namun aku masih bisa melihat senyuman bibi padaku..


bibi masih setia menemaniku duduk di teras rumah..


Kamupun melihat sebuah motor CBR masuk kepekaran rumah..


Pengemudi memakai jens panajng dengan baju kaos putih dipadukan jaket hitam polos namum dua garis putih pada setiap lenganya..


Aku yang tak biasa melihat motor itu mengerutkan keningku..


Namun seseorang membuka helemnya menjawab kerutan ku..


"Assallamuaallaikum tante..suci"


Salam si empu di saat mendekati kami


"Waallaikumsalam" serempak aku dan bibi


"Wah..ni cowok jentel juga" batinku


"Iya..nak....."


"Bayu tante" potong bayu yang tau kalau bibiku yang ngak tau namanya..


Memang bibi tau semua wajah yang bertandang kerumahku


Di hampir setiap malam itu..


Tapi..beliau belum tau dengan pasti nama mereka..


"Hmm..iya bayu..tapi,tolong jaga dan bawa suci balik dengan tak ada kurang satu apapun ya?!" ingatkan dari bibiku pada bayu..


"Siap tante" jawabnya semangat..


Aku hanya bisa menjadi saksi dari percakapan bibi dan bayu...

__ADS_1


Aku merasa percakapan mereka yang tlah usai berpamitan pada bibi dan mencium tangannya sebelum pergi namun hal itu juga di ikuti oleh bayu..


"Ni cowok sopan juga " batinku lagi


Sambil melangkah ke arah motor bayu parkirkan..


Namun tiba-tiba sebuah helem telah di pasangkan padaku..


Aku ingat helem yang kulihat tepat pada pangkuan bayu disaat dia datang telah berada di kepalaku.


Setelah dia rasa helem ku pakai sudah OKe..


Bayu memakai kembali helem yang sempat di bukanya tadi..


"Emang ngak ada motor metik"


Tanyaku pada bayu


"Ngak!" Jawabnya pendek


"Yang setiap hari loe bawa kemari motor siapa?" Selidikku


"Itu..motornya etek salsa" jawabnya sambil melirik ke arahku


"Etek salsa adiknya mama gue..gue kan tinggal disini dengan beliau" penjelasan bayu karna melihat perubahan wajahku..


Dengan menghela nafas berat


"Hh...baiklah" ucapku sambil naik ke motor,yang bayu telah berada terlebih dulu..


"Loe ngak suka motor gue?" Selidik bayu yang menoleh kearah belakangnya


"Bukan ngak suka,gue lebih nyaman aja dengan motor metik" aku coba menjelaskan..


"Maaf..kalau buat loe ngak nyaman..gue ngak bisa bawak motornya etek salsa" suara bayu merendah.


"Kenapa minta maaf..loe ngak salah..ini kan bagus banget" aku coba membuat bayu senang


"Iya..terimakasih" dengan senyumannya mengarah padaku..


Aku hanya bisa membalas senyuman bayu lagi..

__ADS_1


Kemudian bayu melihat lagi kearah depan dan menghidupkan motornya..


Kamipun meninggalkan pekarangan rumahku..


__ADS_2