
DKAS #48
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
..............
Tak terasa...saat ini sudah pukul 17.00 saat manginjakkan kaki kami kembali di rumah amaynya yodi.
Kamipun semua membersihkan diri.
Ada yang duduk pada sofa ada juga yang nenonton sambil tiduran di depan tv.
"Maaf..kawan-kawan,gue tinggal dulu yach?!... gue ada ada perlu keluar bentar..mungkin habis manghrib gue baru balik" suara yodi yang baru keluar dari dalam kamarnya
"Santai aja kali..kita semua tau . kalau loe ke sini di suruh mama loe buat gantiin mereka di acara keluarga" ucap ical
"Ngak masalah kan,loe pada gue tinggal?!" Ucapnya lagi
"Ya..ngak masalah donk..lagian kita mau di rumah saja dulu..lelah soalnya" ucap jamil
"Eeh...tumben loe bersuara" sergah ical membuat semua tersenyum
"Ya..ntar malam gue ajak kalian ke tempat makan deh" janjinya
"Ngak usah janji..mana tau..acaranya lama..kita-kita sih pengen PW (posisi wenak) dulu" ucap dion yang terlihat menyenderkan kepalanya di sofa
__ADS_1
"Ya..udah..gue cabut..tapi gue pinjem motor donk?!" Ucap yodi
"Nih.." bayu memberikan kunci motornya yang sedari tadi berada di atas meja sofa yang mereka duduki.
"Gue bawa motor tersayang loe bentar" ucap yodi menjangaku kunci dari tangan bayu dan melangkah meninggalkan kami yang masih Pw pada tempat masih-masing.
.....................
Pukul 20.15 yodi datang dan langsung menghampiri kami yang masih duduk bercanda di ruangan yang sama sebelum meninggalkan kami tadi.
"Udah pada makan?" Tanya yodi
"Udah..habis maghrib tadi" jawab ical
"Mau cari snack malam ngak?" Ucapnya duduk di sofa bersebelahan dengan jamil
"Cari dimana?" Tanya ical
Kami semua berdiri karna kami memang sudah mulai jenuh di ruangan itu.
"Tapi..kita jalan saja..ngak jauh kok?!" Ucapnya
melangkah kembali menuju lantai atas dan kami semua mengikutinya.
Setelah kurang dari 10 menit berjalan kami sampai pada 4 persimpangan..
Dan di simpang sebelah kiri arah kami datang terdapat banyak gerobak menjual aneka masakan dan gorengan.
"Wuiih....ternyata kalau malam di area simpangnya rame" ucap donie
"Yoi..jalan kita lalui saat ini.. arah kita dari kota padang bukan?!..kalau simpang ke kiri tempat kita mau mencari makanan ini menuju pantai sasak, kalau kanan daerah talu,kalau simpang lurus si depan kita itu mau ke air bangis yang terkenal dengansebutan 'pantai bapaga' (pantai berpagar)" yodi menjelaskan jalan dari empat simpang di depan kami.
"pantai bapaga itu apa maksudnya?" tanya yona
__ADS_1
"katanya sih..pantai yang di pagari dengan ilmu kebatinan" balas yodi
"buat apa?" tanya ical
"katanya sih..biar ngak sembarang orang bisa masuk lewat pelaut ke daerah air nanggis" ucap yodi lagi
""kemungkinan itu terjadi pada zaman penjajahan atau perperangan" lanjutnya.
Kami hanya diam mencermati setiap ucapan yodi.
Sibuk bersenda tak terasa kami berasa pada sebuah gerobak pedagan yang ada tenda tempat duduk di dekatnya.
"Kalian mau makan apa?" Tanya yodi
"Kamu rekondasikan dulu donk..makanan khas disini?" Ucap donie
"Semua hampir sama sih dengan di padang..hanya sate nya yang gak berbeda" ucapnya
"Berbeda apanya?" Tanya ical
"Hmm..kalau disini..satenya di beri toping gorengan cabe hijau di atasnya" jawab yodi.
"Wuuuiz...bikin berselera dan penasaran,,gue makan sate saja" jawab donie semangat..
"Gue juga" ucap kami serempak.
Dan jadilah kami memakan sate pasaman malam itu.
Setelah lama duduk menikmati indahnya suasana malam di kota simpang empat. Pasaman barat.
Kami menuju kembali kerumah dan memutuskan untuk beristirahat lebih awal.
.............
__ADS_1