
DKAS #92
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam ini..
Aku menunggu kedatangan seseorang dengan gugupnya..
Bukan karna aku sebagai seorang pengantin baru.
Rasa penasaran selama 2 hari ini begitu besar dan tak sanggup aku tahan lagi.
Sehabis sholat isya.
Aku mendengar keluargaku menyiapkan keperluan penjemputan memperlai pria.
Tiga orang utusa keluarga datang menjemputnya dan mempersiapakan keperluan penyambutan saat kedatangan sang mempelai.
Setelah 30 menit aku menunggu kepergian dari utusan penjemput mempelai..
Aku mendengar dengan jelas makan di hidàngkan.
para utusan penjemput dan di jemput makan bersama.
Walaupun aku di larang keluar dari kamar pengantin.
Namun, dengan jelas aku bisa mendengar apa yang terjadi pada luar ruang kamarku.
Tak lama pintu kamarku terbuka.
Aku melihat wajah seseorang masuk ke dalam kamarku.
Aku yang duduk di depan cermin meja riasku di samping tempat tidur dengan leluasa menatap seseorang yang masih berdiri di dekat pintu yang telah kembali ditutup.
"Tidak mungkin" lirihku
__ADS_1
Ku putar arah dudukku.
Aku menatap lekat wajah yang berjalan mendekatiku.
Aku terpana, tubuhku mematung di tempat.
Dia tersenyum padaku.
Senyuman yang sanggat sering hadir dalam anggangku.
Dia berdiri di depanku.
"Apa ini nyata?" Batinku.
Aku menoleh ke atas karna posisiku yang hanya se batas perutnya.
Dia mengelus lembut pipiku.
"Apa kau juga merindukanku?" Dia bersuara. Suara yang benar - benar ingin ku dengar.
Ku pandang ke dalam matanya.
Aku bisa merasakn kerinduan di sana.
Aku terdiam.
Bibirku tak sanggup berucap.
Tanpa ku sadari air mata ku menitis sendiri di pipiku.
Fikiranku yang berkecamuk dengan seribu satu pertanyaan.
Hatiku berdebar sangat kencang.
"Aku tidak sedang bermimpi?" Pertanyaan ini meluncur begitu saja dari bibirku.
Bibirnya tersenyum mendengar pertanyaanku.
"Tidak sayang.. ini aku bayu" ucapnya.
Aku benar-benar bagai di awang mendengar nama yang di sebutkannya.
"Bagaimana bisa?" Tanyaku menatap kembali matanya.
__ADS_1
Mata kami saling beradu.
Bayu mensejajarkan diri dengan ku.
Menupang tubuh pada lututnya.
Tangganya mengegam erat kedua tanganku.
Tapi. Matanya masih menatap lekat ke dalam manik-manik mataku.
"Aku akan ceritakan semuanya. Tapi, kamu harus beritahu aku dulu kalau kami ngak menyesal telah menikah dengan ku dan masih mencintaiku" ucapnya menatap sendu padaku
"Jika kamu memang bayu yang ku kenal. Aku tak akan menyesal dan tentu aku sanggat mencintaimu. Namun jika sebaliknya. Aku akan membenci mu hingga akhir hidupku" ucapku dengan penuh penekanan.
Aku melihat senyum getir di wajahnya.
" apa kau takut. Kalua suatu saat sebuah benaran akan terbukti?" Tanyaku padanya
Namun kembali senyuman jawaban yang ku dapat darinya.
"Sebaiknya. Berhenti dari sekarang dari pada menyesal di akhir?!" Ucapku yang bergejolak di hatiku karna ke tidak puasan akan jawaban.
"Ada lagi?" Tanyanya
Membuat amarah ku semakin bergejolak.
" kau siapa?.. kenapa kau datang dengan wajah dan nama yang sama?" Ucapku dengan emosi walau suara yang tertahan.
"Bahkan, aku merasa tatapanmu juga sama?!" Lanjut lirihku.
Tanpa menjawab dia mensih menggem tanganku dan menatapku.
"Aku tak buruh sentuhanmu dan juga tatapanmu. Aku ingin jawabnmu.. aku ingin konfirmasi darimu akan semua hal ini" ucapku dengan air mata bercucuran yang tak dapat lagi ku bendung.
Dia berdiri kembali.
Merangukulku dalam pelukanya..
Kepalaku yang hanya sampai pada pinggangnya.
Dia mencoba menenangkan amarahku dengan Mengelus lembut rambutku.
"Sudahlah.. aku akan meceritakan semuanya. Tapi. Kita duduk di sana saja" suaranya dan menunjuk pada tempat tidur yang masih rapi dengan hiasanya.
__ADS_1
Anggukan tanda setuju dariku membuanya menuntunku ke arah yang di tunjuknya tadi.