
DKAS #55
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hampir dua mimggu sudah aku di kampungku..
Kepulauan mentawai yamg sangat indah ini..
Aku yang masih dalam masa libur menikmati hari-hari membatu si emak di warungnya.
Tuuuut..tuuuut...
Deringan ponselku....
Aku mengambil ponselku di atas meja kasih tempet aku duduk dan beralih kedepan meninggalkan si emak sendiri di meja kasir melayani pembeli.
"Hallo..asallamuaalikum bi" ucapku memulai peecakapan
"Suci..gimana kabar kamu dan emak di sana?" Janya bibiku di sebrang
"Alhmsullilah baik..bibi dan keluarga disana gimana?" Tanyaku
"Alhmdullilah baik..sebenarnya bibi mau nanya..gimana kabar rencana kuliahmu?" Bibiku yang memang tak terlalu suka basa-basi langsung ke inti maksudnya menghubungiku...
"Alhmdullah bi..uci udah kirim persyatannya melalui online" ucapku
"Emang ngirim online demgan apa?..sinyal di sana belum 4G kan?" Tannyanya yang kurang peecaya akan penjelasanku
"Uci..numpang pakai wifi kantor desa bi" ucapku
"Oh..baiklah..apa semua sudah oke?" Tanyanya lagi menyakinkan
"Alhmdullilah udah bi..satu bulan lagi..uci baru kuliahnya mulai...uci di sini bantu emak dulu" ucapku menerangkan.
Beeharap bibi bisa tenang dengan kuliah yamg akan ku laksanakan.
"Syukur alhmdullilah..
Sekarang,bibi baru tenang.." jawabnya membuat aku juga lega mendengar penuturan bibi
"Ya sudah..kamu lanjut bantu emak..titip salam bibi sama emak ya" ucap bibi lagi
"Iya bi..assalammuaallaikum" ucapku dan menutup pangilan setelah mendengar ujung ucapan salam dari bibi.
Akupun melangkah ke dalam warung menemani emakku kembali.
Baru bebrapa langkah...
Tiiiit...tiiiiiiit...tiiit..
Semua motor berparkir dekat aku berdiri tadi..
Aku melihat motor berwarna kuning itu faham bahwa akan ada sesuatu dari kantor lambamg dari sepeda motor.
"Deck...suci ada surat untukmu" ucap pak pos
"Untuk uci bag?" Ucapku yamg pasti kenal dengan si tukang pos
__ADS_1
"Iya..alamatnya rumah kamu sih..tapi..abag antar kesini saja. Karna dari kemaren kamu terlihat sibuk disini" ucapnya menyerahkan sesuatu kearahku.
"Hehehe..iya bag..di rumah memang ngak ada orang juga" ucapku cengegesan.
Tanganku menjangkau sebuah amplop kecil dari tangan si abag pos
"Makasih bag" ucapku lagi
"Iya" jawabnya seraya meninggalkan ku
"Kok ngak nama dan alam pengirimnya?" Batinku
Membolak balikkan amplop pemberian si abag pos
"Sudahlah..aku baca nanti saja" ucapku memasukkan amplopnya kedalan saku celana treningku.
Akupun kembali membatu simak di warungnya hingga sore..
Pukul 18.00 warungpu di tutup aku dan si emak kembali pulang
Ke rumah.
Selesai sholat isya dan makan malam..
Aku kembali ke kamarku..
Aku duduk di depan cermin meja riasku..
"Sudah dua minggu berlalu.
Kenapa begitu sulit untukku" lirikku menatap pantulanku pada cermin
Tapi dalam pentulan cermin aku bosa melihat kertas kecil persegi di atas tempat tidurku
"Aah..aku baru ingat..itu dari siapa?" Gumamku dan berdiri mangambil apa yang kulihat.
Aku membuka apa yang ku pegang dan mulai membacanya..
*To :
My love
Assallammuaallikum.....
Hai sayang....cintaku...
Apa kabar?..
Aku tau..saat ini..pasti kamu masih marah bukan??!..
Kamu pasti ngak mau membalas sms dan menggangkat telpon dariku?..
Karna itu aku tulis surat ini terlebih dulu..
Walau ngak tau nyampeknya kapan?..
Sayang.....cintaku....
MAAF..MAAF kan aku...
Memang aku salah..
Aku ingkar janjiku padamu..
Aku mengingkari janji hanya untuk sekali seumur hidupku.
__ADS_1
Aku PasTikan..tak akan terulang lagi..
Jadi Tolong Maafkan aku.
Sayang...cintaku...
Aku hanya ingin memberi kebahagian untukmu..
Karna itu..izinkan aku membuktikan dan melakukan yang terbaik dariku.
Sampai saatnya aku lelah dan menyerah.
Karna tak berhasil membuatmu bahagia..
Sayang...cintaku...
Sebenarnya..aku tau..aku bukanlah seseorang yang ada di hatimu..
Tapi..terimaksih telah beri aku peluang untuk selalu dekat denganmu.
Sebulan lebih waktu yang kita ciptakan berdua adalah kebagian yang tiada tara untukku.
Sayang...cintaku..
Andaikan...suatu saat hatimu tak juga bisa peralih arah..
Maka..suruhlah aku untuk menyerah..
Tapi...komohon jangan saat ini..
Aku belum sepenuhnya bejuanglah..berilah aku waktu sedikit lagi...
Sayang...cintaku...
Kamu bertanya dari mana aku tau?..
Aku yakin..suatu saat nanti..
kamu akan menemui jawabnya.
Sayang...cintaku...
Di saat aku menulis surat ini..
Aku tak tau apa akhir dari yang aku lakukan....
Seandainya aku masih bisa berdiri.
Maka..aku memintamu jangan meninggalkanku..
Namun..jika sebaliknya..
Maka berikanlah aku sedikit tempat di hatimu...
Sayang....cintaku...
MAAFKANLAH AKU.
Always love you
Bayu
( wahyu anugrah*)
Tubuhku menggigil menerima surat dari orang yang begitu tulus padaku..
__ADS_1
Air mataku jatuh begitu saja tanpa persetujuan dariku..