
DKAS #56
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
..........
Bayangan hari-hari yang kulalui dengan bayu kembali datang.
Dengan keihklasanya mengantar jempuku si tempat les privat dan mengajakku makan setelahnya.
Cerewat akan menyuruhku makan dan memberiku beberapa vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhku.
Menemaniku belajar serta mengajariku pada sesuatu yang tak kufahami..
Mengajarkan aku bahasa inggris lebih dari tempat privatku..
Dengan selalu berantusiannya.
Menemaniku mengikuti ujian beasiswa yang kujalani.
Menengkanku di saat penyataan tak lulus di salah satu universitas di pulau jawa yang ku impikan.
Tak jarang aku tertidur di meja ruang tamuku..
dia tetap setia mememaniku di rumah dan pergi setelah bibi atau pamanku kembali.
"Kemana aku selama ini..
Kenapa aku buta akan mutiara di depanku??.
Kenapa aku masih mencari kilauan kaca?"Fikirku...
"Tidak...aku mencintai satu..dan itu untuk selamanya " batin ku
Dalam tanggis
Batin dan fikirinku berkecamuk..
Dan akupun terlelap.
__ADS_1
Tuuuut....tuuu...
Ponselku di atas meja riasku berbunyi..
Akupun duduk dan menjangkau poselaku..
Tak ada mana hanya no yang tertera disana.
Dengan kening yang berkerut menekan "yes" pada layar ponselku.
"Hallo" ucapku meletakkan ponsel pada telingga kananku.
"Hallo" jawabnya terdengar seperti suara seorang perempuan.
"Ya..hallo" jawabku lagi
"Loe..suci?" Tanyanya terdengar angkuh
"Ya benar" jawabku datar
"Oh..seperti ini suara wanita dari serang yang mau berkorban hingga fatal?!" Tanyya masih terdengar sangat angkuh
"Maaf..maksudnya apa?" Tanyaku binggung
"Wanita yang nhak bisa balas budi, wanita egoois..kau tak pantas di cintai" bukan jawaban malah celoteh yang membuat aku sedikit darah
"Eh..mbak..saya ngak faham maksud anda..mungkin anda salah nomor..cek lagi sana" ucapku berencana mematikan sambungan. Namun niatku terhenti kana celotehnya masih terdengar dan aku mendekatkan kembali ponselku ke arah telinggaku.
"Sebenarnya kamu siapa?" Ucapku lirih
"Siapa?.. aku bukan siapa-siapa?" Jawabnya
"Hmm..apa harus aku ingatkan?.. apa kau ingat gitar putih yang kau suka?" Tanyanya membuat air mataku semakin menghujani pipiku
"Kau tak ingat?..kau tak ingaat?" Bentaknya di sertai tangisnya
Aku hanya diam membisu menahan isakanku dengan tangan di mulutku
"Kenapa diam. dia rela melepas nyawa dari tubuhnya hanya untuk itu" bentaknya lagi masih dengan tangis.
"Dia ingin memberi sesuatu untuk kelulusanmu..
Kamu ingat gitar putih itu?..
jika dia membelinya dengan keuntungan toko ponselnya..
Kamu pasti bilang itu masih uang campur tangan keluarganya.
__ADS_1
Dan dapat di pastikan kamu menolaknya.
Hingga saat itu..
Hanya ini cara instan yang ada di fikirannya.
Untyk memghasilkan uang dari tangannya sendiri" ceritanya lirih meski dalam tangis
"Maaf..maafkan aku" ucapku yang tak bisa menahan tangisku
"Gitar itu..dia ingin kau membawa gitar otu kemanapun kau pergi..itulah yang jadi impiannya" ucap wanita di seberang itu lagi
Dan mematikan sambungan telponnya tanpa kata pamit ataupun salam.
Aku hanya bisa menanggisi akan
Keyataan yang terjadi.
"Apakah ini jawaban ketidak hadiranmu dua hari itu?.. inikah projek yang kau maksud??
Semua untuk ku??
Bodohnya dirimu melakukan semua itu..
Apa balasan untukmu?..
Hanya cinta palsuku!"
Aku memukul-mukul dadaku yang terasa begitu sesak..
"Aku..aku adalah wanita yang bersalah atas semua ini...
Akulah yang bersalah..
Aku bodoh.. aku egois..aku pembohong, tak punya hati" gumamku menaggis dan
Menarik-narik rambutku mencoba menghilangkan kekesalan di dadaku..
Akupun mulai beranjak duduk di depan kaca meja riasku..
Menatap wajahku yang acakan
Dan mata yang sembab karna menagis sedari malam.
"Baiklah..
Kau menutup hidupmu dengan pengorbanan cintamu..
__ADS_1
Maka aku menutup hatiku dengan cintamu...."
Ucapku