DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
DKAS 19


__ADS_3

DKAS #19


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


........................


Tepat puluk 5.15 wib kapal telah bersandar di pelabuhan desa maileppet,kecamatan siberut-selatan.mentawai


Yang merupakan tempat tujuanku..


15 menit perjalanan menaiki ojek motor akupun sampai di depan halaman rumah ku di desa muara-siberut kecamatan siberut-selatan.


"Hah...selamat datang kembali keduniaku" batinku disaat memasuki rumahku


"Assllammuaallaikum maaaaaak" teriakku di depan pintu.


"Waallaimsalam" jawab si emak dari dalam..


Aku pun menjabat tangan si emak ku dan mencium tangannya.


"Gimana cuacanya semalam ci?"


Tanyanya


"Alhmdullilah bagus mak,tidur ci nyenyak jadinya" jawabku


"Alhmdullilah..kamu mandi sana trus sarapan" perintah si emak meningalkanku kembali ke arah dapur.


"Iya mak" jawabku melangkah ke arah kamarku.


Sesampai dikamar.


akupun meletakkan semua barang bawaan dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku..


Rasa lapar membuat ku bergegas ke ruang makan.


Nyanyian dari dalam perut sudah tak bisa ku tahan lagi..


Sesampai di ruang makan..


Aku membuka tudung saji di meja makan..


Terhidang nasi goreng buatan si emak dengan telur mata sapi di tepi piring menambah nafsu makan ku memunjak.

__ADS_1


Tanpa aba-aba dan hanya berdoa alakadarnya.


Aku menyantap sarapanku dengan lahapnya.


"Selesai makan kamu mau apa ci?" Tanya si emak yang baru saja datang menghampiriku di meja makan


"Uci..mau bersih-besih di kamar. Nanti habis zuhur uci mau istirah dulu mak..capek" jelasanku


"Ya udah..mak ke warung dulu"


Jawab si emak meninggalkanku..


Memang..sejak kami di tinggalkan ayah..emak menjadi tulang punggung buat kami..


Beliau menjadi ibu sekaligus ayah bagi kami dua bersaudara.


Aku adik bingsu dari seorang kakak laki-laki yang 5 tahun di atasku..


Setelah menyelesaikan makan.


Aku kedapur membersihkan piring kotor yang aku pakai buat makan tadi..


Akupun menutup kembali tudung saji dan melangkahkan kaki ku kembali ke kamarku


Baru dua langkah meninggalkan meja makanku


"Suciiiiiiiiiiiiii" terdengar suara teriakan di depan pintu rumahku..


"Masuk kerumah orang pakai salam donk?!" Cerocosku setelah membukakkan pintu


"Hehehhe...seperti ngak tau aku aja" jawabnya cenggegesan


"Ngak nyuruh aku masuk nih?!!"


Sambil melamgkahkan kakinya


"Ngak di suruhpun..masuk sendirikan?!" Jawabku yang telah dudukbersandar disofa ruang tamuku


"Kan..aku memang seperti itu?!" Ucapnya santai


Aku hanya membalas dengan senyum saja..


"Di bawa kemanapun ni anak memang receh" batinku


"Kok kamu diam aja?" Ucapnya curiga..


"Lagi lelah aja!" jelasku


"Memang niatnya ke sini,buat ngegangguin kamu?!" Dia menegaskan


"Aku tau kok soal itu?!" mengiyakan ucapanya

__ADS_1


"Tu kan..kamu ngak keberatan?!" Ucapnya asal


"Ya..iya..aku ngak bisa marah..si evin tu orang yang akan selalu nempeeeel seperti getah keladi pada ku..semua warga siberut ini juga tau" jawabku dengan wajah lelah


"Kok keladi sih,aku kan ngak gatel?" Protesnya dengan mata yang di buat-buat menatapku tajam.


"Iya..getah yang udah nempel di baju putih..susah hilangnya" penjelasanku membuat dia manggut-manggut.


"Tapi.keladi bisa jadi pengganti nasi lo ci?!" jawabnya receh


"Aku iya in aja lah yach?!" Jawabku dengan mode alay


"Hehehe.. sebenarnya aku ke sini buat beritahu kamu sesuatu"..


dengan mimik serius di wajahnya..


dia terdiam sejenak.


Dengan wajah yang sendu kembali melanjutkan ucapannya.


"Ingat ngak?!,teman kita si fernando yang sakit di saat ujian semester kemaren?!" Tanyanya padaku


"Ingat dong?!..emangnya kenapa?" Langsung aku menjawab sekaligus bertanya


"Sampai sekarang belum sehat juga?!.dengar-dengar makin parah.. Kamu sekretaris di kelas kita..jadi aku beri tau kamu.." Ucap lagi


"Hmm..baiklah..besok aja kita temui ibu Desri..hari ini aku capek baget" jawabku pada evin si receh


"Baiklah..besok aku jemput kamu jam 8 pagi" balasnya


"Ok..." jawabku singkat


"Baiklah..aku pulang dulu..tapi Oleh-oleh buat ku mana?" Dengan tangannya menampung


"Ngak lupa ya kamu?!" Sambil meninggalkannya tersenyum menuju kamarku mengambil sesuatu di dalam Ransel yang masih berada di atas kasur.


"Nih?!" Sambil menyodorkan sebuah T-strit lengan pendek berwarna merah bertulisan


SU-EV


"Waah..jadi kamu buat baju sablonan kita?..SuEv" sorak evin bahagia..


"Nih buktinya" jawabku ikut senang melihat ekpresi evin


"Hehheeh...ya udah..aku pulang dulu" ucapnya mengambil pemberianku dan melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar rumahku..


"Ya udah..hati-hati dijalan"


Pesanku setalah evin menaiki motornya.


Tin..tin..

__ADS_1


Bunyi motor evin menandakannya telah siap meninggalkan ku sendori di depan rumahku menatap kepergiannya..


__ADS_2