DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 54


__ADS_3

DKAS #54


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selasa siang....


Kapal yang ku tumpangi merapat di pelabuhannya..


Aku melirik sahabatku ada di antara sekian banyaknya para manusia yang berdiri di atas dermaga dengan panas mentari yang menyengat di siang ini..


"Butuh ojek buk?" Tannyanya menghampiriku yang baru saja keluar dari dalam kapal.


Udara yang sedari tadi sejuk kurasakan di dalam kapal..


Menjadi sangat menyenggat.


Aku menyegitkat mataku agar jelas melihat lawan bicaraku.


"Iya nih..kalau ke desa muara..ongkornya berapa ya?" Ucapku dengan memasang wajah serius


"Kayaknya..kalau hanya buat nanyain ongkos..matanya ngak usah di 'cipit-cipit' kan deh buk?" Ucapnya yang melihat aku yang agak kesusahan membuka mata karna cahaya matahari yang menyengat


"Ya..sudah..ongkos nanti saja..antar saya pulang dulu,,panaaas nih??!" Titahku yang meletakkan koper pada bagian depan scuternya evin dan naik pada gonjengannya


"Kayaknya..penumpangnya kaya nih?..ngak nawar ongkos" godanya

__ADS_1


"Iya..ntar aku bayar pakek daun talas di samping rumah" jawabku


"Yaaaa....itu sih namanya pelit..masak daunnya..buahnya donk? Bisa buat makan ntar" Jawabnya yang kembali mode recehnya.


"selamat datang kbali ke habitatnya buk?!" ucap evin


"yaa...habitat yang banyak suara-suara bisikan haluuuu" jawabku dari arah belakang evin


"hahahha....halu-halu kan ngangenin yang di sini?!" sindirnya


"entahlah" jawabku yang langsung seketika mengubah moodku


evin yang melihat raut wajahku berubah dari kaca spionnya .


" dah mulai sambet buk??" ucapnya receh mencoba mencairkan lagi suasana..


Namun Aku hanya diam membisu tak menghiraukan recehan..


Di sepanjang perjalannan kami sama-sama hening...


"Hmm..aku kembali" batinku


Melirik rumah yang pintu depannya terbuka, menandakan adanya penghuninya di dalam.


"Baiklah..kita sudah sampai" ucap evin mematikan motornya dan menarik koperku di begian depan motornya.


"Terimakasih...kamu mau mampir dulu?" Ucapku


"Ngak usah berbasa-basi..aku hanya mau nungguin kamu ceritain semua ke aku" ucapnya demgan senyuman khasnya


" mau cerita yang gimana aku bisa lulus?" Tanyaku menggalihkan maksud dari evin


"Ngak usah..kalau otu aku ngak butuh buat tau..tapi..." ucapnya terhentu sejenak.

__ADS_1


"Sudahlah...kalau aku tak pantas mengetahuinnya mgak usah kamu cerita" lanjutnya segap


"Maaf..suatu saat pasti" ucapku pasrah


"Baiklah..tapi..kamu punya hutang padaku yang akan ku tagih jika kamu lupa" ucapnya dengan nada ancaman.


"Iya..aku janji" ucapku lirik


Seketika evin menghidupkan kembali mesin motornya.


Membuat leningku sedikit berkerut.


"Ya..sudah..aku ngak usah singgah dulu..kamu tenangi dulu batin mu" ucapnya dan langsung meninggalkan ku.


"Hmm.. maaf aku takbisa cerita sekarang" batinku melihat kepergian evin.


Akupun melamgkah menuju ke arah rumahku.


Menemui si emak.


"Assallamuaallaikum" ucapku di depan pintu


"Waallaikum salam.. kamu udah sampai nak?" Jawab si emakku


Yang menyongsong kedatanganku


"Iya..mak...uci capek banget" ucapku manja


"Iya..emak tau..ayo..kita makan dulu..ntrus kamu istirahat dulu..karna emak mau balik ke warung" ucap emakku panajang


"Iya..ayo" ucapku yang mengikuti emak yang lebih dulu menuju dapur.


Aku yang terlebih dulu singgah meletakkan koper kekamar dan menyusul emak lagi kedapur.

__ADS_1


Setelah selesai makan..


Aku kembali kekamar dan merebahkan tubuhku untuk istirahat sebelum masuk sholat ashar..


__ADS_2