DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 74


__ADS_3

DKAS #74


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mataku masih melihat video proses peminanganku..


Aku di kejutkan dengan bunyi alat medis yang tak seperti aaat aku maauk.


Dengan sigap aku memencet tombol peringatan..


Kepanikan membuat aku berteriak-teriak di depan pintu memanggil dokter.


Mendengar suaraku suami evin, seorang dokter san dua perawat datang menghampiriku di dalam ruangan evin


"Abag..evin..kenapa?" Tanggisku melihat layar monitor yang tadi bergambar seprti grafik sekarang sudah garis lurus.


Suami evin hanya diam membatu..


Air matanya mengalir menatap istrinya.


"Pasien meninggal pada pukul 10 lewat 14 menit" ucap sang dokter. Dua perawat mulai membuka satu persatu alat medis yang melekat pada tubuh evin..


"Ngaaak...ngaaaaaak..ngak mungkiiiiin...eviiin..jangan begini" ucapku terhuyun kearah belakang.


Dokter dengan sigap menopang tubuhku..


Aku menghempaskan tangan dokter dan keluar ruangan evin..


Aku tak tau harus apa..


Aku hanya ingin terus berjalan tak tau arah..


"Tiiit...titt.." suara klakson mobil terdengar namun sangat jauh..aku terus melangkah sehingga dunia menjadi gelap dan aku pun terjatuh tapi aku tak merasa sakit di tubuhku..


"Suci..cii..." sayup terdengar suara seorang pria dan aku tak bisa mendengar lagi siapa memanggilku...


Aotur pov

__ADS_1


"Ci...suci" suara seorang pria..


"Sepertinya suci pingsan" ucap seorang wanita yang mencoba duduk memegangi perutnya yang membuncit.


Si pria mengerok saku jaketnya


Mencoba mengambil sesuatu..


Setelah dapatkan yang di cari..


Mengesek dengan jempolnya. mencari-cari sesuatu pada benda persegi di salah satu tangannya..


Wajah kepanikan terlihat jelas di raut wajahnya..


"Loe masih sempat nelpon dengan tubuh suci yang seperti ini?" Teriak wanita tadi dengan emosinya


"Loe tenang dulu yon..gue coba cari bantuan yang lainnya" ucap si pria yang meletakkan ponselnya pada telingga kirinya.


"Hallo donie?..loe di rumahkan?!!" Tannyanya tergesa-gesa


"......."


"Baguslah..gue kesana sekarang..gue bawa pasien buat loe" ucapnya dan mematikan sambungannya..


"Iya...donie buka praktek di rumahnya..ayo.." ajak dion mengangkat tubuh suci.


"Loe bareng suami loe ke rumah donie..ikuti saja mobil gue" ucap dion di pintu mobil bagian depan setelah menaruh suci di sana.


"Dion,gue percayakan suci sama loe..gue mesti lihat sabat suci bentar dan mengambil barang suci yang tertinggal di rumah sakit" ucap yona.


"Baiklah..nanti gue sherlok alamat donie" ucap dion


"Ok.." jawab yona


Dion berlari memutari mobilnya menuju kursi mengemudi.


Di perjalannan menuju rumah donie dion mencoba menghubungi temannya yang lain..


Headfree di taruh pada salah satu telingganya..


Matanya masih terfokus pada jalan dan sesekali melirik ke arah suci yang masih tak sadarkan diri.


Tut...tuuut....


Suara panggilan terhubung menunggu di angkat.

__ADS_1


"Hallo dion...assalammuaallaikum" suara di seberang


"Waallaikumsalam yod...loe bisa ke rumah donie sekarang?" Ucap dion to the point


"Ada apa?..mendadak banget?"


Jawab yodi


" Se sampai di sana loe juga tau." Suara dion


"Baiklah..gue jalan sekarang..assallamuaallaikum" ucap yodi menutup panggilan


"Walaaallaikumsalam" jawab dion walaupun tak ada sambungan lagi..


Dion lembali fokus pada jalanan yang memang sudah agak sunyi.


Dion memasuki rumah berlantai dua yang terlihat mewah...


Tiiit..tiiit....


Klakson mobil dion memasukinpekarang rumah yang gerbangnya sengaja di buka menunggu kedatangan dion.


Seorang pria keluar dari rumah.


Menyambut kedatangan temannya.


Sion keluar dari tempat kemudinya dan membuka pintu di sebelahnya..


Menggangkat tubuh suci..


"Loe...ngak buat sebuah hal yang salah kan dion?" Ucap donie belihat dion menggangkat tubuh seorang wanita yang ngak sadarkan diri.


"Loe gila..loe lihat wajah ni cewek dulu..baru ngerocos?!" Ucap dion membawa suci kearea dalm rumah donie


Sampai di dalam rumah dion langaung membaringkan suci pada ranjang pasien ruang praktek donie.


"Suci??..lie ketemu dia dimana?..kenapa begini??" Tanya donie seperti kerasukan.


"Ceritannya panjang..kita tumggu yona buat keterangan yang lebih akurat" ucap dion melangkah ke samping dispenser yang ada di ruangan itu..


Dion meminum air dengan masih memperhatikan donie memriksa suci..


"Aa..aku di mana?" Tanya suci di saat tersadar.


"Cu..suci...loe ingat gue?" Tanya donie lembut.

__ADS_1


__ADS_2