
DKAS #90
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelahnya aku duduk di samping alvi yang telah memakai setelah senada denganku.
Sebelumnya di perjalannan .
Aku bisa melihat di pandanganku kalau alvi menatapku lama.
Aku bergegas mengambil posisi di sampingnya.
"Khhmm.. "suara alvi yang aku rasa itu deheman untuk mengihangkan groginya yang sedari tadi menatapku di lihat para tamu yang telah memenuhi tempat di sekeliling kami.
"Alhmdullilah..bagaimana niniak mamak,orang tua para mempelai dan juga para tamu undangan. Apa prosesi ijab kabul bisa kita laksanakan?" Tanya seorang penghulu yang duduk di samping alvi alvi.
Di samping dan belakang kami para orang tua.
Di depan kami ada waliku dan juga beberapa orang saksi.
" sudaaaah... mulailah" jawab seorang perwakilan niniak mamak yang duduk tak jauh dari kami.
"Baiklah..silahkan wali dari memperlai perempaun" ucap pemghulu tersebut.
"Tunggu.." sebuah suara di dalam keheningan para tamu.
Tubuhku memggigil mendengar suara itu.
Aku tak asing dengan suara itu. Aku begitu kenal suara itu.
Aku sudah lama tak mendengar suara itu. Bahkan aku tak lupa dengan suara itu.
Akuuu....
Dengan refleks aku berdiri ingin melihat langsung asal dari suara itu.
Aku ingin memulai gerakanku.
"Kau akan kemana?" Tanya seorang menyentuh tanganku
Aku menatap alvi yang masih duduk dan dialah yang mengengam tanganku.
"Kenapa?.. apa kau tak ingin dia meninggalkanmu?" Suara itu kembali lagi di sertai dengan seluruh tubuhnya.
Tubuhku membatu.
"Apa ini mimpi.. apa ini nyata.. apa aku terlalu merindukanya.. apa aku..." batinku
"Tenanglah suci.. kita akan selalu bersama kamu" suara yona yang juga hadir dengan tubuhnya disana.
"Apa aku bermimpi" gumamku
__ADS_1
"Tidak suci..fue ngak mau loe menyesal dan hidup dalam penderitaan" ucap yona padaku namun menatap tajam pada alvi.
" apa yamg kalian inginkan?" Suara mamak atau adiknya amak ku
"Maaf pak. Kami kesini ingin membatalkan pernikahan suci" ucap si pria yang suaranya lama tak ku dengar tadi
"Bhuuk" satu pukulan memukul tepat pada pipi kanan si pria
"Apa maksudmu?.. kamu ingin buat malu keluarga besar kami?" Tanya mamak ku
Bibi berdiri di sampingku.
Aku menanggis memeluk bibiku erat.
"Tenanglah ci" bisik bibi padaku.
"Paman, namaku Bayu aku kesini buat menikagi suci" ucap bayu lantang
Membuat suara riuh berasal dari semua tamu yang datang.
"Apa kamu gila?" Tanya alvi
"Kamu datang merusak acara orang nak" suara seorang pria di samping alvi bernada mengejek.
"Ya mungkin. Tapi, saya tidak akan membiarkan suci hidup dengan pria seperti dia" jawab bayu menujuk alvi
"Aku?.. aku pria seperti apa?!" Ledek alvi dapa bayu.
"Sudahlah. Kita lanjut saja acaranya" ucap pamanku
"tak akan biarkan!" Tegas alvi
"Bawa saja dia pak" ucap paman ku yang akan kembali ketempatnya.
"Setidaknya lihatlah ini?!" Ucap dion yang sedari tadi memainkan poselnya.
Yodhi dengan sigap mengidupkan tv LID yang memang berada di sudut di dekat ku duduk saat ini
yang sebelumnya digunakan untuk gambar pemutaran music.
Sekerika layar Tv di sambungkan pada ponsel dion.
Semua mata menatap lekat pada layar tivi yang tiba-tiba memperlihatkan adegan saat aku di hujani kata-kata pedas dari mulut alvi di perempatan jalan kala itu.
Ucapan alvi juga terdengar jelas.
Bahkan.
Ucapan Alvi yang menginginkan pembatalan pernikahanpun terdengar jelas.
Adegen alvi mendoron dan meninggalkanku di perempatan jalan lampu mereh tersebut menbuat wajah mamak atau pamanku memerah.
Suara riuh para masyarakat terdengar jelas.
Aku hanya bisa menaggis menggigat semua kejadian itu.
"Apa masih ada lagi selain ini yang dilakukannya padamu?" Tanya paman padaku dan menujuk alvi
Aku hanyaenagis menjawab ucapan paman.
__ADS_1
"Apa kata-kata kasar sering di lontarkan padamu?" Teriak paman padaku.
Aku mengganggung dalam tangisku.
Seketika pamanku berdiri.
"Pernikahan ini kita batalakan" ucap pamanku.
Ibuku yang sedari tadi diam tiba-tiba tak sadarkan diri.
Membuat seluruh keluargaku cemas.
Pamanku menatap dalam pamannya alvi.
"Kau yang meminang kemenakanku dan kau juga yang membuat penderitaan untuknya. Sekarang bawa kemenakanmu atau aku akan membuatnya menderita juga" titah pamanku dengannada penakanan
"Tidak. Saya tidak mau" jawab alvi tegas.
"Maaf. Semua ini kesalaah saya" ucapnya dan menarik paksa alvi. dengan sigap semua keluarga alvi meninggalkan rumahku.
Emak yang telah di bawa kedalam kamar tidurkan di periksa oleh seoramg dokter.
Aku hanya duduk di samping emak dan menaggis akan kesehatan emak karna ulahku.
"Baiklah suci.. kamu kembalilah ke depan.." suara paman menghampiriku.
"Lihatlah.. riasanmu sudah jelak" ucap bibi dengan tersenyum
"Bibi ngak risau demgan kondisi emak?" Tanyaku pada bibi yang tersenyum
"Emakmu baik-baiksaja. Bentar lagi juga siuman" ucap bibi menatap dokter di sampingku.
"Iya.. beliau hanya sesikit terguncang" jawab sandoktwe tersenyum
"Nah sekarang ayo kita kemvali kedepan" ucap bibi yang membuatku binggung
"Buat apa bi?" Tanyaku
"Nanti kamu juga tau" jawabnya menunjunku kembali ke tempatku sebelumnya.
Aku melihat masyarakat belum kembali pulang kerumah masing masih begitu juga para mimiak mamak dan aku terkejut melihat bayu telah duduk di tempat alvi sebelumnya.
"Baiklah. Sekaramg kita mulai acara ijab kabulnya" kata pemghulu di dapaku sesat aku dusuk di samping bayu.
Dan kata "Saaaaah" dari saksi yang telah di tunjuk dan di ulang beberapa orang bekumandang.
Dan lantunan doa yang dilafas penggulu membuat semua orang meletakkan kedua telapak tangan pada wajah pada akhir doa penguhulu tersebut.
"Sekarang kamu adalah istriku dan kita tak akan berpisah lagi" ucap bayu padaku saat aku akan meraih tanganya untuk ku cium sesuai arahan orang-orang di samping kami.
Bayu mencium lembut keningku setelahnya.
Aku hanya menjawabnya dengan anggukan.
Kami melihat ke arah 7 0rang
Yang menatap kami dengan tersenyum yang merekah dari bibirnya.
"Alhmdullilah.. prosesi ijab kabul telah terlaksana.. maka silahkan menikmati hidangan yang telah kami tersediakan" ucap perwakilan keluargaku mempersilahkan semua tamu undangan.
__ADS_1
Hatiku yang masih penasaran namun merasa kelegaan akan pernikahanku.