DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 80


__ADS_3

DKAS #80


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=


...........


"Bukan begitu juga.!......" sangah dion


"Sudahlah. Kalian jangan permainkan dion terus.. mari iita sarapan.. sudah pukul 9 nih.. kalian ngak ada yang lapar?" Tanya bibi mengajak semua teman suci menuju meja makannya.


"Lapaaar banget malah bi" ucap yodhi yang memang sudah dekat dengan bibi nya suci.


" karna itu..percepat langkah kalain" ucap bibi membuka tudung sajinya.


"Waaaaaah" suara semua teman suci.


Melihat nasi goreng + migoreng dengan telur ceplok dan ada bawang goreng dan kerupuk merah di toples di sana.


Piring yang bersih menumpuk di meja dan tentunya teh hangat telah menanti.


"Bibi siapkan ini buatbkalian. Bibi senang kalian seperti ini lagi" suara bibi dengan tersenyum


"Makasih bibi cantik" ucap yodhi


"Ngak usah muji-muji segala.. sekarang sarapanlah. Bibi tinggal kalian dulu ya.. bibi mau hubungi maknya suci. Mau beri kabar kalau suci baik-baik saja" ucap bibi yang meninggalkan meja makannya.


Yang tenggah ribut dengan bunyi piring, sendok dan tak kalah suara sahabat suci yang ada saja mereka perdebatkan dengan tawa yang bahagia.


"Tuuut....tuuut...."


Panggilan masuk di salah satu dari mereka.


"Ya.. hallo.. assallamuaallaikum" suara dion menjaga jarak dari teman-teman yang lain.

__ADS_1


".........."


"Baiklah.. gue jemput loe ntar siang" balasnya.


Sementara semua temannya diam bagai terhipnotis melirik dion menerima panggilan ponselnya.


"........."


"Baiklah..waaallaikumsalam" jawab dion lagi dan mengakhiri panggilannya.


"Siapa?" Tanya donie saat dion telah kembali bergabung.


"Boss gue. siang ini dia datang" balas dion dengan wajah tegang


"Boss datang..kok loe tegang begitu?. Loe korupsi?" Goda yodhi


"Loe fikir gue ini loe yang bakal tergoda uang setempuk?!" Balasnya


"Yaaellah.. seriuus amat" balas ical


"Maaf.. gue agak plenk karna telpon dari si boss" jawab dion dengan tenang.


"Tentu" balasnya singkat.


"Loe buka praktek walaupun hari minggu donie?.. loe ngak ke gereja?" Tanya yona


"Buka jam 12an" balasnya


" apa loe bilang yon.. donie ke gereja?. Bisa-bisa tu gereja kegunjang karna suara donie berdoa" goda dion


"Loe yang selalu menjadi setan di rumah gue. Malam minggu selalu ngegoda gue hingga sorenya baru loe balik pulang, masa sempat gue ke gerejanya" balasnya.


"Benar begitu dion?" Tanya ical


"Jadi loe seyananya?" yona ikut menimpali.


"Ngak gue. Itu semua idenya bayu. Ya keterusan sampai sekarang" jawab dion


Namun cepat menatap suci yang tertunduk.


"Bodoh gue. Nyebut nama bayu segala" batin dion melirim suci

__ADS_1


"Sudahlah.. siapapun setannya gue ngak peduli.. yang penting loe sumua adalah teman gue" suara donie


"Hehehe.. thanks bro" ucap ical menepuk pundak donie menuju ruang tamu suci larna telah menyelesaikan sarapnnya.


Tak lama rizky, yona dan suami serta yang lainnya juga melakukan hal yang sama.


"Maaf suci. Gue balik dulu" pamit dion pada suci


"Iya.. uci tau.. terimakasih banyak yon" balas suci yang menjabat tangan dion


"Gue juga balik.. ingat. ISTIRAHAT" titah donie yang juga berjabat tangan dengan suci.


"Iya.. pak dokter" jawab suci dengan tersenyum.


Tinggallah mereka yona dan suami, rizky, yodhi dan ical yang belum mau meninggalkan rumah suci. sebelum matahari tepat di tenggah langgit siang.


.......


"Dion. Apa yang loe rahasiakan?" Tanya donie pada dion dalam perjalanan menuju rumahnya.


"Maksud loe?" Tanya dion


"Apa loe fikir gue ngak tau siapa loe?!" Ucap donie


"Maaf. Donie nanti juga loe bakal tau. Gue ngak bisa bicara sekarang karna situasi tak bisa buat ceritakan semua ke loe" ucapnya lemah.


"Loe rasahasia-rahasian sama gue?" Tanya donie


"Gue benar-benar minta maaf. Nanti loe tau kenapa gue lakuin ini ke loe" ucapnya penuh rasa bersalah.


"Baiklah. Gue nyerah. Tapi harus loe ingat. Gue ini sahabat loe" ucap donie membuat dion menatap donie sendu.


Setelah ucapan donie, di dalam mobil suasana menjadi hening.


Hingga mobil dion parkir di depan rumah donie.


"Maafkan gue don, tapi gue yakin paling lambat besok gue akan memberi tahu loe semuanya" janji dion berdiri pada pintu kemudi mobilnya saat donie hendak memasuki rumahnya.


"Gue akan menunggu itu" jawab donie membuka pintu rumahnya.


"Gue harap loe ngak akan marah pada gue. Dan fue harap ada pengaruhnya pada sahabat kita yamg lainnya don?!" Gumam dion kembali memasuki mobilnya dan meninggalkan rumah donie.

__ADS_1


__ADS_2