DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
malam penasaran 03


__ADS_3

DKAS #94


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


.........


"Jikalau kamu masih hidup, jadi yang di kubur itu siapa?" Tanya suci yang masih penasaran.


Mendengar pertanyaan suci.


Bayu melepas gengaman tangannya.


Bergerak berdiri dari tempat semula berjalan menuju meja rias, menggambil benda persegi yang tadi sempat di tinggalkannya di sana.


Bayu masih berdiri dan memainkan jemari di layar ponsel.


Setelahnya meletakkan benda tersebut pada telingganya..


"Hallo...Assallammuaallaikum..pa" suara bayu setelah 5 menit menunggu.


"............"


"Alhmdullilah lancar pa.." bayu berhenti sejenak dan menatap ke arah suci.


" pa.. ini soal bayu.. suci penasaran akan kejadian kala itu. Apa papa ada waktu buat jelasin ke suci?" Pinta bayu sopan.


"...........".


"Baiklah....." jawab bayu dan menyerahkan ponselnya pada suci..


"Papa mau bicara" ucap bayu menatap wajah suci yang benggong.


"Ha..hallo" ucap suci terdengar gugup

__ADS_1


" iya nak.. ini papa.. papanya bayu.. maaf papa ngak bisa datang mengadiri pernikahan kalian. Papa harus menyelesaikan pekerjaan yang di tinggalkan bayu dan papa tidak bisa tinggalkan juga.." ucapnya bernada penuh penyesalan


"Ngak apa-apa pa.." ucap suci yang canggung saat menyebit kata papa.


Mata suci tak sengaja menatap bayu yang tersenyum melihat nada bicara suci yang terdengar berubah.


"Hallo..." suara papa bayu


"I..iya.. hallo pa" jawab suci cepat.


"Nak. Apa benar kamu ingin mendengar kejadian saat itu?" Suara tanya dari sebrang..


"I..iya.. pa" jawab suci singkat..


"Huuf.." helaaan nafas berat


"baiklah.." lanjut papa bayu dan terdiam sejenak.


"Kala itu.. wahyu kembaran bayu tenggah drop dan harus melakukan operasi. Namun 30 menit saat operasi akan di mulai berita bayu kecelakaan dengan keadaan kritis membuat kami semua syok sehingga Mama bayu jatuh pingsang. Salah satu jalan yang bisa papa lakukan hanyalah mengutus papanya dion untuk membawa bayu ke jakarta malam itu juga. Maka malam itu kedua anak kembaran papa melakukan operasi. 4 jam wahyu di operasi dengab hasil kami kehilangannya" ucap papa bayu tertahan seperti menahan kepedihan di hatinya.


Suci terdiam mematung menatap lantai kamar mendengarkan suara di telingganya tanpa melirik sedikitpun pada bayu yang duduk pada bangku meja riasnya.


"Tapi. Papa masih bisa bersyukur karna tuhan masih memberikan pertolongan pada bayu. Dia bisa kembali pada kami walau mengalami koma selama 2 bulan" lanjut papa bayu.


"Ya.. jasat yang di kebumikan adalah jasat wahyu" lanjut papa bayu.


"Kenapa harus dengan memakai nama bayu?.." tanya suci penasaran


"Suci, bayu melakukan balap liar. Papa melakukan itu agar kasusnya bisa di tutup dan susah payah papa meminta izin kepolisian untuk membawa bayu ke jakarta" jawab papa bayu


" apa karna itu bayu ngak datang ke sumatera-barat selama 6 tahun lebih ini?" Tanya suci


"Bukan itu masalahnya, setelah bayu bangun dari koma. Dia tak mengigat kejadian beberapa tahun sebelumnya, jadi bayu merasa dia masih di jakarta dan tak menggingat selama kuliah di sumatera-barat" ucap papa bayu.


"Dan kenapa sekarang bayu bisa ingat?" Tanya suci lagi.


" sebaiknya suci tanya bayu.. papa ngak bisa jawab itu. Namun selama beberapa tahun setelah bangun dari koma. Bayu tak penah tidur nyenyak kecuali dengan bantuan obat. Dia butuh ke spikiater saat kepalanya mulai sakit dan pernah bayu tak sadarkan diri karena menahan rasa sakit di kepalanya" ucap papa bayu membuat suci menatap lekat ke arah bayu.


Bayu yang faham pun melangkah menuju suci dan mengambil alih ponselnya.


"Hallo pa.. ini bayu.. terimakasih bantuannya pa.. nanti bayu hubunggi papa lagi" suara bayu memulai kembali perbincangan dengan papanya.

__ADS_1


"..........."


"Iya pa.. bayu tau... titip salaam buat mama ya pa" ucapnya lagi..


"Iya nanti bayu sampaikan.. bayu tutup ya pa.. assallamuaallaikum"


Ucap bayu mengakhiri panggilannya Setelah mendengarkan salam dari seberang.


Bayu meletakkan kembali ponselnya pada meja rias suci dan kembali duduk di ranjang di samping suci saat ini.


"Kamu tau?!.. saat aku lupa semua kenangan di sumatera-barat. wajahmu yang tersenyum selalu datang membayagi dan itu serasa nyata. Ada kalanya potongan-potongan kebersaman kita hadir dalam mimpiku dan itu bagai potongan pazzel. Saat aku mencoba mengingatnya.. kepalaku selalu sakit darah menetes di hidungku dan aku tak sadarkan diri.. karna itu,mama melarangku mencoba mengingat semuanya."


Ucap bayu yang telah mengubah posisinya dengan menggengan kedua tangan suci dan berdiri mengunakan lututnya di depan suci.


"Kenapa kamu bisa ingat di saat waktu yang tepat?.. jangan bilang ini kebetulan?!" Ucap suci menatap lekat wajah bayu.


"Entahlah. Ini di mulai saat kamu berdebat dengannya di perempatan lampu merah." Ucap bayu.


Membuat bata suci menyipit.


"Kamu melihatnya?" Tanya suci


"Iya.. dan setelahnya.. aku mengikitimu" ucap bayu


Membuat mata suci membesar..


"Tidak mungkin?!" Kata yang meluncur begitu saja dari mulut suci.


"Ya.. dan tempat yang kamu kunjungi membuat aku memaksakan diri merangkai semua potongan-potongan puzzel di kepalaku dan aku pingsan setelahnya..dan..." ucap bayu menatap wajah suci


"Dan?" Tanya suci


"Untungnya aku sempat menghubungi dion sebelum tak sadarkan diri.. dan apa kamu tau?" Tanya bayu membuat suci mengerutkan dahinya.


"Merela bilang aku pingsan selama 2 hari" ucap bayu


"Mereka?" Tanya suci lagi


Bayu menatap suci dengan begitu lembutnya..


Menyentuh pipi halus suci dan memainkan cemarinya sebentar di sana.

__ADS_1


Bayu kembali mengubah posisi duduk di sebelah suci.


__ADS_2