DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
Dkas 25


__ADS_3

DKAS #25


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tok..tok.....


Pintu kamarku di ketuk..


"Ci..bangun.... waktunya sholat subuh..hari ini kamu mulai sekolah bikan?!..ciiii... banguuun" ucap dari luar kamar ku


Tok...tok..tok....


Kembali pintu kamarku di ketuk..


"Ci bangun sholat dan kamu ngak sekolah?" Tanya si emak lagi..


Ketukan yang pertama sudah membangunkanku..hanya masih enggan buat bangun...


Ketukan kedua memaksa aku harus membuka mata....


"Iya emak...ci udah bangun" ucapku duduk di tepi ranjang mengumpulkan kesadaranku.


Aku mulai melangkahkan kaki ke kamar mandi dan melaksanakan kewajiban sholat subuhku..

__ADS_1


Sehabis sholat membersihkan kamar terlebih dulu dan beranjak membersihkan rumah,sarapan pagi dan membersihkan sisa sarapan kami.


Kemudian kembali ke kamar buat menyiapkan perlengkapan sekolah,mandi dan berangkat kesekolah..


Begitulah ritunitas yang kulakukan setiap hari sebelum kesekolah...


Pagi pertama sekolah semagat 45 di jiwa...


Saat ini aku telah ada di gerbang sekolah..


Aku melirik jam di pergelangan tanganku..


"Pantas masih sepi,masih 7.15 menit..aku kecepatan sekolahnya" gumamku


Akupun melanjutkan langkahku ke kelas yang sudah lebih dari dua minggu aku tinggalkan.


"Waah...ketua kelas tetaplah sang juara" ucapku pada seseorang yang telah lebih dulu menduduki tempat duduk panjang yang tersedia di setiap depan kelas.


mendengar ucapanku sang ketua kelas menoleh ke arahku


"Terdepan apanya..bukankah kamu yang sudah mendahului" ucapku


"Asalkan itu hal positiv,ngak apa-apa kan?!" Ucapnya lagi


"Sandro..kalau buat kamu semua yang kata Positiv ngak apa-apa, kalau perempuan ngak bisa?!" Ucapku mengalihkan percakapan agar tak terlalu serius..


Memang sandro Sarokdog cowok tinggi 171 dengan bertubuh ideal,ketua kelas kami, merupakan siswa yang pintar namun tak terlalu pintar dalam hal bercanda. Semua di anggap serius baginya..sehingga kami di kelas selalu mencoba mengalihkan keserius menjadi hal receh agar tidak terlalu tegang di setiap kebersamaan dengan sandro.


"Ya iyalah..kalau perempuan positiv tanpa suami itu namanya hancuuuur" ucapnya di wajah yang biasa datar kini di hiasi senyum.


"Tu tau" ucapku diiringi tawa.

__ADS_1


" Cewek pintar nan aktiv namun agak nakal tumben datang awal?" Ucapnya menyindir


"Kesambet setan rajin kali?!" Ucapku


berlagak solah-olah bukan jadi target pembicaraan.


"Yakinlah, ngak bakalan bertahan lama tu roh di badan..setan malas lebih menggoda iman mu" ucapnya lagi


"Lho kok kamu tau?!!.. sesama ya??" Ucapku mengodanya


"bukan sesama tetap,tapi calon korban yang gagal melewati tes percobaan" ucapnya dengan gaya staycool-nya


"yakin percobaannya gagal??" tanyaku dengan irama usilku..


Sandro hanya membalas dengan senyumnya .


saat ini kami sama-sama melirik para siswa-siswi yang mulai berlalu lalang di depan kami..


"Kenapa si racaaauw belum nonggol juga?" Ucapku melirik jalan menuju kelas kami


"Telad kali bangungnya?..sebelum berangkat sekolah kamu udah calling dia?" Tannya sandro


"Belum sih?!" Ucapku


"Tu kan,mana dia tau kamu datangnya awal" tegasnya


"Iya juga sih" ucapku cenggegesan ke arah sandro


Aku yang sedari tadi ikut Duduk dengan sandro.


Akhirnya membahas liburan kami selama dua minggu ini..

__ADS_1


Aku menunggu evin si ratu rakaauw ( ratu onar/ribut).sedangkan sandro hanya menunggu nunggu bell berbunyi karna sandro tak mempunyai teman terdekat...


Baginya semua teman sama tak mebedakan satu teman dengan yang lainnya.


__ADS_2