
DKAS #57
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
#6 tahun kemudian...
"Heeeeei.....banguuuuun...
Kalau begini siapa yang mau??..
Kalau susah di bangunin kayak gini..yang ada suami kamu kabuuur di pagi hari? " teriakan dan suara tawa perempuan di sebuah kamar.
"Jam berapa sekarang?" gumam seseorang yang masih di dalam selimutnya
"Jam 7 pagi"...
"Gilak kamu vin..aku baru tidur satu jam yang lalu" jawab wanita yang di bangunin dengan nada kesalnya
"Ngapain kamu ngak tidur semalaman..mikirin calon suami??.. atau otak kamu sudah mulai menjadi mesum sebelum hari H" ucapan absur evin membuat yang tidur langsung duduk
__ADS_1
"Mungkin sebelum kamu nikah dulu..fikiran kamu seperti itu??"
Dengan wajah menyelidik
"Hehheh...aku sih mikir yang enak-enak aja masa itu" jawab evin cenggegesan...
"Hmm..." menghela nafasnya dan berlalu menuju kamar mandi
"Kamu tu 2 bulan lagi mu nikah,apa kamu ngak berniat buat berhenti atau break dulu kerjanya ci??" Tanya evin sedikit teriakan karna suci masih berada didalam kamar mandinya..
Karna tak ada jawaban dari kamar mandi..
Evin duduk di depan meja kerjanya suci yang berada di kamar tersebut..di atas meja yang berukuran 1/2 meter × 1 meter tersebut tersusun rapi beberapa dokumen yang terlihat baru selesai di print...
"Bagaimana aku akan bisa menceritakan hal lain padamu?" Tambahnya dengan menatap kosong foto yang terpampang di depannya.
Tak butuh lama... hanya 10 menit suci telah menyelesaikan ritual mandinya..
Setelah mengambil pakaiannya, dia kembali ke kamar mandi dan keluar kembali dengan t-srit dan jelana jens panjangnya..
"Hari ini kamu mau aku bantu apa??,aku free hanya sampai jam 9.30 karna jam 10 aku ada sedikit pertemuan dengan ibu-ibu kelompok kegiatan desa" suci memulai pembicaraan sambil menaburkan bedak pada wajahnya tanpa menoleh evin si lawan bicaranya..
"Aku ngak minta bantuan apa-apa..dan apa kamu fikir aku kesini cuma buat nyusahin kamu doang??"
Jawab evin agak sedikit ketus
__ADS_1
"Bukan itu maksud aku..dan biasanya kamu ngak begini deh??..
Sensi amat??..
Kamu lagi hamil??" Menatap lawan bicaranya Dengan wajah selidik
"Hehehhehe... ngak...memang aku agak sensi dalam beberapa bulan ini..kamu aja yang ngak pernah nyadar..sibuk truuuus...di fikiran kamu,hanya ada kerjaan saja!"
Jawabnya bernada protes
"Maaf..karna sibuk aku sering ngabaikan kamu "dengan pasang wajah memelas
"Lagian..kerja..ya kerja biasa saja lah..ngak usah double job segala..mana organisasi disana sini kamu jalani..jangankan buat aku ,buat nyenagin diri kamu sendiri aja kamu ngak ada waktu"
Cerocos evin dengan sedikit memasang wajah kesalnya..
Alhasil suci hanya tertunduk membisu..
Membuat evin merasa bersalah..
"Maaf..aku ngak bermaksud apa-apa. Aku juga ngak merasa iri atau apalah yang ada di fikiran kamu saat ini..tapi...ku hanya kasihan padamu..kamu ngak berlaku adil pada tubuhmu itu..yanh sudah ngak ada dagingnya lagi?!!"ucap evin lembut sambil mendekat dan memegang tanga suci..
"Maaf..aku ngak tau ini benar atau salah..hanya saja..aku mau ngilangin semuanya dengan cara nguras isi kepala dan tenaga buat bisa lupain semuanya"
Jawab suci dengan suara yang agak sedikir serak dan air yang meluncur begitu saja dari matanya..
__ADS_1