
DKAS #27
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...........
Seperti yang di sepakati..
Setelah keluar main berbunyi..
Kami perangkat kelas antar lain Ketua kelas,wakil ketua,bendaha sekretasi dan keamanan..
Namun karna bendahara si centil Liska yang merupakan bendaha tidak mau ikut maka evin yang menjadi pengantinya.
Flash on
Setelah kepergian bu desri dari kelas di hari pertama masuk sekolah..
Evin melirik suci untuk membantunya bicara dengan liska karna dia ingi ikut ke kampungnya fernando.
"Baiklah" ucap suci meninggalkan tempat duduknya yang bersebelahan dengan evin menuju tempat duduk liska di meja depan.
"Hai lis..kamu mencari orang buat gantiin kamu pergi ke kampungnya fernando?" Tanya suci dengan lembut
"Kok kamu nanyain..aku juga pengen ikut?"jawabnya
"Kan kesana jalan ngak bagus. jauh dan juga becek!..kamu yaki ikut 1 jam 30 menit lho..jalan kaki.." Ucap suci mengulagi kembali penuturan sandro tadi
"Benarkah?" Tanyanya ngak yakin
"Kamu tadi ngak dengar penuturan sandro?.. tanya aja balik..kalau ngak percaya?" Ucap suci meyakinkan
"Tadi aku lagi sibuk balas chat paket lewat JnT yang belum juga datang" ucapnya lirih
"Ya sudah..kalau kamu berubah fikiran..aku ada orang buat gantiin kamu" ucap suci mengakhiri percakapanya dan menonggalkan liska mencerna ucapnnya tadi.
Tak lama nampak liska menghampiri sandro di bangkunya.
Area paling belakang bagian sudut ruangan.
__ADS_1
Kiri dari depan saat guru mengahap arah siswa.
Mereka nampak berbincang dengan serius.
Disaat berbicara Sesekali melirik ke arah suci.
Setelah pembicaraan mereka berakhir Lisaka langsung menghampiri suci.
"Baiklah ci..kamu bilang ada rekondasi buat gantiin aku pergi ke kampungnya fernando?" Tanya liska
"Ya..ada..ini orangnya" jawab suci menunjuk evin.
Tangan liska seketika menepuk bahu evin lembut.
"Sip..kamu gantiin aku ya?!" Ucapnya meninggalkan evin dan suci yang senang mereka yang akan pergi nantinya..
Flash off
Kami pun berkumpul di Kosnya sandro.
Kossnya sandro dekat dengan arah menuju kampungnya fernando.
Di sana telah ada sandro ketua..aldi wakil ketua..evin penganti liska..suci sekretaris.
Sedangan puja keamanan kami tugaskan menjemput buk desri..
Karna kami menyepakati hanya memakai 3 sepeda motor saja.
1 sepeda motor aldi mengonceng evon
Dan 1 sepeda motoe puja menggonceng bu desri.
10 menit menunggu bu desri dan puja pun datang.
"Apa semua sudah lengkap?keperluan kalian sudah siap?dan apa orang tua kalian mengizinkan?" Tanya bu desri di saat menghampiri kami
"Sudah buuuk" jawab kami serempak
"Mari kita jalan!" Ucap budesri kemudian..
Kamipun memulai perjalanan..
Sesuain yang di ucapkan sandro kami melewati jalan yang berkerikil..yang mulai rusak..
berlobang,becek di genangi air karna dua hari terakhir di landa hujan lebat..
1 jam 20 menit dengan drama turun naik dari motor..mendorong dari tempat berlobang kami pun sampai pada desa kecil pertama yang berpenghuni.
__ADS_1
Kami menitipkan sepeda motor kami pada salah satu rumah warga..
Karna di sini kampung..
maka barang tetap aman walau di letakkan di samping rumah saja di tutpi plastik besar melindungi dari hujan dan panas.
Kamipun malanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki..
Jalan beton yang sudah rusak dan tak layak buat di tempuh kami lalui...
"Pantas tak bisa dengan sepeda motor..dengan berjalan saja..kita harus lompat-lompat menghindari lobang yang besar" ucap evin melirik jalan yang kami lalui
"Bagaimana kalau kita melewati jalan pintas" usul sandro
"Jalan yang mana?" Tanya bu desri
"Begini buk..setelah kita sampai di desa kecil kedua kita akan bertemu dengan persimpangan..kalau kita lewat kiri maka kita akan melewati perkampungan lagi dan akan jauh buat sampai di kampung rokdog tujuan kita..a
kan tetapi..kalau kita menyeberangi sungai maka kita akan cepat sampai" jawab sandro menjabarkan.
"Apa air sunggainya aman buat kita lewati" tanya bi desri takut akan resiko yang akan mereka hadapi.
"Aman kok buk?!!.saya jamin" jawab sandro lantang..
Di angguki puja dan aldi
"Baiklah..kita lewat sungai saja" ucap bu suci mengambil keputusan
1 jam berjalan kaki kami sampai pada desa kecil kedua yang di sebut sandro tadi..
Kamipun menggikuti sandro mengambil jalan pintas..
Kami Menuju sungai agar cepat sampai ke tujuan kami.
Memang apa yang ucapkan sandro benar adanya 10 menit setelah menyeberangi sungai..
Kami sampai pada desa tujuan kami..
"Rumah mu dima san?" Tanyaku
"Kita jalan lurus..pertama sebelah kiri rumah ke dua itu rumah ku" ucapnya menunjuk jalan di depan kami..
"Kalau ketempat menginap dan rumah fernando?..apa berjauhan?" Tanya bu desri.
" ngak juga kok buk.. untuk tempat menginap telah tersedia buk.. Itu simpang empat arah kanan menuju sungai ada mushola di samping dekat ada tersedia rumah buat muslim yang datang kesini.
Dan rumah fernando..
__ADS_1
Kita lanjut lagi ke atas di pertigaan sebelah kanan umma (rumah adat mentawai) yang cukup besar pertama yang kita temui nanti..itu adalah rumahnya fernando" sandro menjelaskan dan menunjuk-nunjuk arah jalan semua tempat yang akan kami temui dan tempati selama di sana.
Kamipun hanya memperhatikan dan menganggukan kepala tanda menggerti akan penuturan sandro..