DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
pulang 01


__ADS_3

DKAS #14


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi ini..aku memulai fhinising...


Takut perlengkapanku tercecer atau ketinggalan..


Agar tak membawa pulang pakaian kotor yang semalam ku pakai..


Akupun mencucinya pagi ini..


Disaat menjemur pakaian di depan rumah dua anak kecil berlari-lari datang menghampiriku..


Sebuah kotak kecil terbungkus kado berada di tangannya..


"Kak..ini titipan dari bag bayu"


Menyodorkan kotak itu padaku..


Aku terlebih dahulu menghadiahkan senyuman pada mereka sebelum mengambil kotak itu..


"Terimakasih ya deck?!" Ucapku dan menerima yang meraka berikan..


"Sama-sama kakak" ucap anak itu serempak dan kembali berlari-lari meninggalkan ku..


Tanpa bisa sempat aku menanyakan nama mereka..


Melihat ulah mereka aku hanya bisa menyungingkan senyum ke arah mereka berlalu...


Ku perhatikan sejenak kotak yang di berikan anak kecil barusan..


"Hmm..sebaiknya ku taruh di kamar saja dulu" batinku


Memulai langkah kaki menuju ke dalam rumah dan langsung menuju kamarku..


Aku berhenti sesaat tetiba di dalam kamar..


"Tarok di sini saja,agar aku tak lupa" gumamku

__ADS_1


Ku letakkan kotak itu di atas kasur dan kembali ke halaman depan rumah untuk menyelesaikan kerja yang sempat kutinggalkan tadi..


"Ci,nanti sore kita ke dermaga pelabuhan kapal jam 4 yah??" Suara bibi yang baru dari dalam rumah menggagetkanku...


"Assaffirullah..suci lupa bilang ke bibi..kalau suci di antar teman-taman" ucapku dengan wajah menyesal..


"Ooh.. ngak apa-apa ci,ntar bibi bilang ke paman mu kalau kamu ngak jadi di antar ke pelabuhan kapalnya" balas bibi


"Barang-barang yang mau di bawa pulang sudah selasai di kemas ci?" Tanya bibi kemudian


"Sudah sebagian besar bi..tinggal yang di jemur ini saja..pakai rumah ngak uci bawa kembali..sudah uci simpan lagi di dalam lemari" penjelasanku..


"Jangan sampai barang-barang yang udah di beli tertinggal lho ci,nangis-nagis ntar nyampe di mentawai" ledek bibi


Yang tau akan keteledoranku dan hafal banget dengan sifatku..


"Heheheh...iya bibi" jawabku cenggegesan..


"Ya udah..bibi pergi kerja dulu..


Nanti bibi pulang jam 4 sore" jawab bibi berlalu pergi dengan sepeda motornya meninggalkanku.


Sepeningal bibi,aku kembali kekamar untuk mengecek kembali barang-barang bawaanku nanti..


Sesampai di kamar aku melirik ke arah kotak yang diam di atas kasurku..


Ku gengam kotak persegi itu


"Mungkin ini sebuah kenang-kenangan..sebaiknya ku buka saat sampai di mentawai saja" batinku


Ku perhatikan lagi kotak pegang


"Tapi,aku penasaran" gumamku


Akupun tertegun sejenak


"Hmm..kan ngak asyik saat aku jumpa dengannya setelah membuka pemberiannya" gumamku lagi dan memasukan kotak persegi itu kedalam tas tangan yang memang agak besar dari tas tangan yang biasa ku pakai untuk kegiatan santai..


Sore pun datang dengan cepat..


Bibi pulang kerja lebih awal..


Telah duduk di kursi depan teras rumah..


"Apa sudah semua barang-barang bawaanmu ci?" Tanya bibi melihat satu tas ransel dan satu kardus minuman mineral di sebelahnya


"Udah bi" jawabku dari dalam rumah

__ADS_1


"Apa ngak ada yang letinggalan?" Tanya bibi lagi


Padaku yang telah berdiri di depan pintu utama rumah kami


"Ngak ada bi" jawabku meyakinkan


Dua motor masuk ke dalam pekarangan rumah..


3 orang mendekati kami tak lama setelah motor mereka di parkirkan..


"Assallamuaallaikum" ucap mereka yang tak berbatengan


"Waallaikumsalam " aku dan bibi menjawab salam mereka


"Gimana ci,apa kita berangkat sekarang?" Tanya bayu


"Iya" jawabku singkat


Terlihat jamil dan dion bergegas mengambil barang bawaanku dan letakkan di bagian depan motor metik milik jamil..


Aku menghampiri bibi untuk berpamitan,


"Uci berangkat dulu bi?"


Ucapku sambil mencuim tanga bibi


"Iya..hati-hati di jalan dan kalau sudah sampai..jangan lupa hubungi bibi" titahnya


"Iya bi" memandakan faham akan ucapan bibi


Aku dan bayu berjalan menuju motor yang terparkir di tunggu dion dan jamil yang telah dulu menunggu di sana.


Seperti biasa bayu memakaikan helem padaku.


"Bi,kami berangkat dulu" izin bayu pada bibi disusul memakai helem miliknya.


"Iya,hati-hati kalain dalam berkendaraan" jawab bibi menggingatkan bayu dan dion yang menjadi pembawa motor.


"Iya bi.terimakasih"jawab bayu


Sambil menghidupkan motornya


Akupun melambaikan tanganku kepada bibi tanda berpamitan.


Memang hanya bibi sendiri yang berdiri melihat kepergianku.


Karna pamanku belun pulang kerja dan anak semata wayang bibik sibuk dengan les privatnya.

__ADS_1


__ADS_2