
DKAS #29
Hai..hai...
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
sikerei pun datang kerumah.
Melihat kondisi fernando.
Pasien yang akan di obati oleh sikerei..
Sikerei yang datang sudah menyiapakan semua perlengkapan yang di perlukan oleh si kerei.
Seperti udha,luat (seperti kalung atau aksesoris sikerei lainnya).
Saat melihat kondisi feenando.
Si kerei merucap Di rasa si pasien mampu untuk di obati.
__ADS_1
" alak sainak,gougok,iba sikibok (siap ****,ayam,ikan yang di keringkan dengan asap)" ucap salah satu si kerei memberitahu syaratnya
"Iya tet bajak..anailek syarat nia jak (iya pak..sudah ada syaratnya pak)" jawab ku karna memang syarat seperti itu susah ku persiapkan sebelum mendatangi si kerei..
Di karnakan keluarga pasien menyanggupi syarat yang di ajukan.
Maka si kerei memulai ritualnya.
"Besoknya si kerei datang dengan pakaian lengkap untuk ritual dan mengambil ayam dan ikan yang telah di salai. Untuk syarat pertama yang mereka butuhkan untuk kendatangi tempat yang disebutkan oleh si pasien.
Tempat dia terjatuh kala itu sebelum sakit" cerita ayah fernando
"Emangnya kamu jatuh dimana sebelum sakit nando?" Tanya suci yang menyimak cerita ayah fernanado
"Hari sabtu selesai ujian..aku pergi mandi laut ke pantai maileppet..kan hanya 15 menit berjalan kaki dari sekolah kita" jawab nando
"Iya..hanya saja..sakitnya tak ku hiraukan..kan aku pakai jaket walaupun saat itu matahari terik bukan?!!" jawabnya mengingatkan sandro.
Kepala Sandro nampak mengangguk-nagguk pelan ..
"Kemudian apa selanjutnya pak?" Ibu destri memanyakan kembali kelankutan cerita ayah fernando
"Sikerei memulai ritual dangan membunyikan JENENG (lonceng kecil) dan berkomat kamit dalam bahasa si kerei di pantai maileppet..lalu mereka memotong ayam dan memasak ayam di sana.. Meninggalkan sedikit saja hati dari ayam yang di potong tadi. Kemudian membawa pulang
Kembali ayam yang dimasak untuk obat si fernando" ayah fernando melanjutkan ceritannya
__ADS_1
"Maaf pak..kok hanya sedikit?..apasalahnya memberikan semua hati ayam nya..kan hanya hatinya saja?" Potong evin penasaran
"Karna menurut kepercayaan si kerei, pemberian sedikit yang kita beri,maka banyak di pandangan mereka..itupun akan berlaku sebaliknya" ucap si paman
"Setelah sekirei itu kembali ke rumah paman dan melaksanakan ritual pengembalian roh (lajos si makrek) ketubuh pasien dengan menyerahkan roh tersebut keseluruh keluarga pasien.
Acara adat si kerei (Turuk) di laksanakan malam hari paling sebentar jam 12 malam atau kalau bagusnya sampai pagi.. di salah satu acaranya pelaksanaan pemotongan sainak (****)" ucap paman.
"Pelaksanan peng-akhiran obat sikerei itu akan di lakukan nanti malam" ayah fernando mengakhir ceritanya.
"Waah..nanti malam kita bisa donk menyakaikan penutupan perobatan si kerei?" Ucap evin semnagat
"Ada acara pemotongan **** lho?..kamu sanggup lihatnya?" Tanya sandro melirik dramastis ke evin
"Aku sih ngak takut?!" Evin dengan bangganya
"Wuuih..cewek sadis juga kamu" jawab fernando dengan senyum mengoda evin
"Ngak sadis,sadis amat?!" Jawabnya bangga
"Kamu gimana ci?..apa ngak apa-apa?" Tanya buk desri
"Aku belum pernah lihat sih buk?!..lagian aku jaga-jaga jarak saja di saat pemotongan" jawab suci yang tetap ingin melihat prosesi si kerei
"Ibu gimana?" Tanya sandro
__ADS_1
"Ibu ngak bisa lihat..ngak sanggup..jadi mereka semua tanggung jawab kamu dan aldi ya san?!" Ucap bu desri dengan pemberian tanggung jawab kepada sandro dan aldi.
"Siap buk" jawab sandro