
DKAS #22
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...........
Butuh baltu 10 menit untuk sampai ke rumah buk desri..
Kami sampai di tempat tujuan..
Rumah buk desri nampat masih tertutup.
"Ibu desri udah datang belum ya ci?" Tanya evin yang ragu dengan ke keberadaan buk desri yang memang bukan penduduk asli mentawai.
Buk desri berasal dari kota pariaman 30 menit dari kota padang.
"Di kapal fery bareng aku kemaren ngak nampak lho vi,tapi ngak tau kapal cepat (mentawai fash) jam 1 siang kemaren!" Balasku yang juga ngak tau pastinya.
"Kita coba ketuk saja dulu..manatau si ibuk lagi bersih-besih di belakang" usulku
"Iya..kan si ibuk manis single..tentu rumahnya sepi ya?!" Balas evin
Yang telah dulu bergerak..telah berada tepat di depan pintu..
__ADS_1
Tok..tok...tokk
"Assallamuaalikum buk" suaraku..
"Assallamuaallaikum buuuuuuk" evin juga mengikuti dengan lebih lantang dan lebih panjang tentunya
"Waallaikumsalam" terdengar jawab dari dalam
"Alhmdullilah" batinku
Kleeek
Suara pintu di buka..
Namak wajah berseri si ibuk menyambut kedatangan kamu..
"Suci..evin.. ayo masuk..
"Ngak apa-apa buk..lagian hanya satu kali salam aja,ibu sudah jawab" balasku
Ibu desri nampak tersenyum ke arah kami.
"Bentarnya, ibu matiin kompor ibu di belakang dulu" ucapnya meninggalkan kami di ujung kalimatnya
Kami hanya duduk dengan santai di meja lesehan di ruang tamu buk desri.
Karna rumah yang di sewa buk desri hanya 3 × 7 M .3 × 3 kamar tidur di bagian tengah,3 × 2 ruang tamu di bagian depan serta 3 × 2 Dapur dan kamar mandi di belakang..
Tak lama buk desri datang dengan 2 gelas teh di tanganny..
Meletakkan minuman di meja lesehannya.
__ADS_1
"Minumlah dulu" si ibuk mempersilahkan kami minum.
kamipun meminum teh buatan ibu desri tadi..
Sesaat setelah gelas telah kami letakkan lagi di tadahnya..
"Jadi,angin apa yang membawa kalian main ke rumah ibu?" Tanyanya memulai percakapan kami.
"Begini buk,ibuk ingat anak kelas kita yang sakit di saat ujian semester kemaren?" Tanyaku memulai maksud tujuan kami
"Fernando?!" Jawab si ibuk
"Iya..dari kabar yang kita dapatkan..fernando masih sakit hingga saat ini,karna itu saya dan evin memberi tau ibu..untuk membinta bantuan memikirkan solusi bagaimana nanti menanggapi keadaan teman-teman kita.karna biasanya satu kelas kita pergi mengunjungi..tapi.karna fernando di obati secara "sikerei" (obat tradisi /Dukun mentawai) di kampungnya.dan letak kampung yang lumayan jauh..maka kita butuh solusi yang bagus untuk tidak terjadi hal yang mengenakkan di kelas kita nantinya" ucapku panjang lebar yang tentu to the point ke buk desri maksud kedatangan kami
"Baiklah..ibu faham maksud uci dan evin..besok hari pertama kita sekolah..jadi beaok kita bisa kumpul di kelas dan merencanakan semuanya dan meminta kesepakatan teman-teman kalian yang lain" ucap ibu dersi membuat suci dan evin bernafas lega..
"Semoga kita dapat memberi tambahan semangat juang buat sebuh pada fernando ya buk?!" Ucap evin
"Tumben ni anak bener!" Batinku
"Insyaallah..amin" jawab buk desri
"Ya udah buk..kami balik pulang dulu..karna apa yang menjadi tujuan kami telah terlaksana" pamitku ke buk desri
"Habiskan dulu airnya" tegas buk desri
Membuat kami menghabiskan minuman
Sebelum melangkahkan kaki meninggalkan buk desri
Evin bergantian ku mengambil tangan buk desri dan menciumnya..
__ADS_1
Kamipun meninggalkan rumah bik desri dengan motor evin tentunya.