
DKAS #30
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pukul 2 dini hari.
Setelah acara si kerei berakhir. Kami yang ikut menyaksikan acara terakhir fernando melalui pengobatan dengan sikerei ( dukun mentawai)berpamitan untuk meninggalkan rumah fernando.
Aku..evin..aldi dan puja di perjalanan menuju tempat penginapan kami..sedangkan sandro kembali menuju ke rumahnya..
"san... apa maksud dari hentak-hentak kaki si kerei tadi?" tanya evin ke sandro
"apa maksud mu gerak turyk si kerei tadi?" tanya sandro mencoba memahami maksud pertanyaan evin
"itu bermaksud menyamakan dengan bunyi tudukat (alat musik dari kayu yang di pakai sikerei ) dan bagaimana caranya untuk membuat bunyi yang bisa memanggil roh nenek moyang..menurut kepercayaan sikerei yaitu sabullungan ( menyembah arwah nenek moyang) hal itu sudah menjadi tradisi atau cara untuk memanggil arwah yang mereka percayai" sandro menjelaskan dengan begitu panjang dan juga dengan bahasa yang bisa dengan cepat di fahami oleh kami semua yang merupakan bukan keturunan penduduk asli walau kami memang lahir di sini..
__ADS_1
"oooh...jadi sebelum masuknya agama ke mentawai ini..semua penduduk mentawai mempunyai kepercayaan sabulunggan seperti yang kamu sebutkan?" tanya aldi
"ya benar!" jawab sandro singkat
"pantas adat istiadatnya berbeda jauh dari adat istiadat dari daerah lain yang kalau di perhatikan banyak terkontaminasi dari pengaruh hindu dan budha" jawab puja yang memang pencinta sejarah
"benarkah?..kok kamu bisa berfikiran seperti itu?" tanyaku pada puja
"perhatikan budaya yang ada di indonesia.contoh kecil ini yah?!.kebanyakan..di setiap acara adat mereka memakai menyan atau dupa,,mentawai tidak loh ci?!!" puja yang sedari tadi sangat memperhatikan prosesi kegiatan si kerei.bisa memperhatikan hal-hal kecil yang tak kami perhatikan..
"kita sudah sampai..kalian masuklah..aku balik pulang dulu..aku pastikan jam 7.30 aku sdah ada di sini" ucap sandro menyadarkan kami yang telah sampai di depan tempat kami menginap..
"baiklah..hati-hati di jalan" ucapku pada sandro yang telah meninggalkan kami..
Sesuai kesepakatan pukul 8 pagi kami datang ke rumah fernando untuk memberikan sedikit alakadar dari kami dan sekaligus berpamitan untuk kembali karna besok kami harus kembali masuk kesekolah..
Sesaat kami datang..ayah fernando mempersilahkan kami untuk masuk ke rumahnya.
Di sana sudah ada ibunya fernando dan juga fernando yang sudah mulai nampak bersemangat
"Bajak..kami akan kembali hari ini..dan ini sedikit pemberian dari teman-temannya fernando..mungkin tidak banyak namun kami ikhlas untuk mwmberikannya..maka terimalah" ucap buk desri kepada ayah fernando dan menyodorkan amplop di tanganya.
"Terimakasih ibu guru dan teman-teman nando,tanpa adanya inipun kami sudah sangat senang akan kedatanganya" ucap fernando yang berbasa-basi
__ADS_1
"Kami harap..kamu cepat sembuh dan kembali bergabung bersama kami disekolah" ucap evin tulus
"Semoga..setelah ini..dia bisa kembali kesekolah" jawab ayah fernando
"Amiiin" ucap kami serentak
"Baiklah bajak..kami tak mungkin berlama-lama..karna kami harus kembali hari ini..takut kehujanan di jalan" ucap sandro berpamitan
"Heh..iya..cuaca memang takenentu ucapnya" sambil berdiri dari duduknya yang melihat kami sudah meeubah posisi sesari sandro berucap tadi.
"Kami pamit pak,buk. nando" ucap buk desri memulai berjabat tangan dengan ayah fernando. Ibu dan fernando
Kamipun mengikuti apa yang di lakukan buk desri.
Setelah acara bersalam usai..
Kami meninggalkan rumah fernando menuju ke rumah kami kembali yangebutuhkan waktu yang tak akan sebentar..
ni foto si kerei mentawai
turuk si kerei (proses pengobatan )

__ADS_1