DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
Dkas 41


__ADS_3

DKAS #41


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...............


Sruuuut.....sruuuuuuuut....


Aku mengirup kembali pop ice trowberi pesananku.


Suara pecerahmah terdengar sudah menutup akhir khotbahnya dengan salam penutup..


Dan di sambut alunan khomat dari dalam masjid membuat para jema'ah berdiri dan merapatkan syaf barisan menandakan pelaksanan sholat akan di mulai..


Aku masih setia melepaskan pandangan pada mesjid yang di penuhi para kaum adam itu.


"Udah masuk sholat deck..adeck mau sholat?..pakai mukenah akak saja?" Ucap seorang wanita 30 an sambil menunjuk mukena yang tergantung di ruang kosong 1× 2 m yang sepertinya biasa di gunakan buat istirah..


Warung tepi jalan dua arah pasar raya..


menyediakan beraneka jajanan pasar dan minuman panas atau dingin..


"Saya lagi off kak" jawabku


"Hmm..pantas adek terlihat sedikit agak pucat" ucapnya yang juga duduk di sampingku


"Kelihatan ya kak?!!,mungkin akibat kelelahan juga" ucapku


"Adeck masih sekolahkan?" Tannyanya


"Baru menyelesaikan UN kak" jawabku


"Pantas nampak kelelahan" jawabnya


"Yang cowok tadi..kekasihmu?" Tanyanya..


Yang memang bayu menitipkan ku pada penjaga warung sebelum kemesjid yang di sebarang jalan dua arah di depan kami.


"Hmm.." jawabku mengganggukan kepala" kelihatannya dia pria baik dan tampan..kalian serasi..karna kamu juga gadis manis" jawabnya sambil tersenyum kearahku


"Terimakasih kak" jawabku dengan wajah terasa agak panas karna malu.


Si kakak panjaga warung ternyata sangat ramah..


Dia banyak bercerita akan hidupnya yang berharap menjadi pelajaran nantinya dalam hidupku..

__ADS_1


Aku akan slalu ingat kata-kata kakak penjaga warung untukku


"Kuliahlah yang benar.kita kuliah bukan berarti harus menjadi pegawai negri atau kerja yang harus bagus..tapi setidaknya kita mempunyai karakter untuk menjadi manusia yang lebih baik" ucapnya yang tak sempat mendapatkan gelar sarjananya.


"Karna kehidupan orang tua kakak yang tak berpihak baik untuk kuliah kakak saat itu"


Jawabnya di saat aku tannya perihal kenapa tak sempat menyandang gelar sarjananya..


Asik bercerita..


Aku tak menyadari bayu sudah ikut gabung duduk di sampingku.


"Ya sudah..si abag mu udah ada..kakak tinggal ya?!" Ucap sikakak mengoda membuat ku menoleh ke arah sampingku.


Bayu tersenyum melirik ke arahku


"Gimana..bosan kelamaan nunggunya?" Tannyanya


"Ngak" jawabku mengelengkan kepala


"Ya udah..yuk kita jalan-jalan bentar" ucapnya sambil mengambil kbali tas ranselnya yang sedari tadi berada di pangkuanku


"Kemana?" Tanyaku yang sidah berdiri dari duduk ku


"Ikut aja?" Jawabnya sambil meraih tanganku


Aku terpaksa mengikuti langkah bayu karna tanganku sudah di genggamnya.


Kami menyeberangi jalan dan menunggu angkot di seberang jalan tersebut.


Aku turun dari angot setelah bayu yang telah dulu turun dan mambayar ongkos kami pada supir yang duduk pada kemudinya..


"Gimana?..karna ngak bawa motor..aku cuma bisa bawa kamu kesini" ucap bayu ke arahku


"Bagus kok" jawabku singkat


Melangkah menuju tugu merpati di tepi pantai tempat bayu membawaku


"Foto in aku donk" ucapku pada bayu


"Cara ngomongnya ngak bener tu" balasnya


"Hah?" Ucapku seketika


"Beb..fotoin aku donk?!" Ucap bayu


"Eheheh...ya udah kalau ngak mau..aku foto sendiri juga bisa" balasku dan mengambil angkel berselfie.


Creeek........


Bunyi nada foto pada hp bayu


"Bagus" ucapnya melihat hasil fotonya

__ADS_1


"Hapus ngak!" Ucapku dengan wajah di buat marah


"Ngak..ini gaya alami lho" jawabnya


"Pasti ngak bagus" jawabku yang mencoba meraih hpnya bayu.


Tapi sayangnya bayu yang tingginya diatas ku membuat aku kesusahan mengambil hp yang di tinggikan bayu dengan tangannya.


Lelah dengan usaha yang ku rasa sia-sia..aku meninggalkan bayu merajuk untuk pulang menunggu anggkot menuju arah rumahku.


Bayu yang melihat sikapku dangan sigap mengejar dan menarik tanganku yang ku rasa sangat mudah untuk bayu melakukannya.


"Ya udah..nih ku hapus" ucapnya seperti bemghapus sebuah foto yang tak begitu ku perhatikan.


"Udah kan..jangan ngambek lagi" ucapnya sambil memainkan pipiku dengan punggung jari telunjuknya.


Seketika aku menggagukan kepalaku..


Bayu tersenyum melihat tingkahku aku pun tersenyum ke arah bayu..


"Nah gitu donk" ucapnya menarik hidungku


"Yuk..kita duduk disana" ucap bayu mengandemg tanganku memcari tempat yang nyaman buat kami bersantai ria di tepi pantai.


Lama kami duduk bercerita dan bersenda gurau.


Sehingga sorepun datang menghampiri...


Kami berdiri di tepi jalan menunggu angkotan kota yang arah rutenya ke daerah tempat tinggal kami..


Sebuah anggkot berwarna hijau berhenti tepat di depan kami.


"Ke kuranji deck?" Tanya supir amgkot


"Iya bag" jawab bayu


Yang melirik penumpang yang sudah nampak penuh


"Tolong buk bangku 6 bangku 8" ucap supir angkot melirik penumpang


Seketika tempat duduk yang lebih panjang longgar sehingga bisa diduduki 2 penumpang lagi.


Kami naik dan duduk pada tempat yang telah terlihat buat kami...


Tak lama kami duduk angkot melaju dengan meninggalkan tempat kami berdiri tadi.


"Beb,Kita turun di rumah aku aja ya?!..ntar kamu pulangnya aku antar pakai motor aja" Ucapnya di dalam angkot menuju ke arah tempat kami.


"Tapi..aku ngak apa-apa kok lanjut dengan angkot ini ke arah rumah ku" jawabku dengan senyuman


" ngak..pokoknya kamu aku antar" jawabnya bernada tak bisa di bantah..


Akupun menggangguk pasrah.

__ADS_1


Bayu tersenyum dan mengeratkan genggamman tangannya yang tak mau lepas sedari tadi menggengam tanganku di atas paha kirinya.


Aku membuka kaca angkot di belakangku,memutar pandangan melirik jalanan yang di lalui dan membiarkan angin menerpa wajahku yang mulai terasa panas karna sesaknya penumpang di dalam anggkot..


__ADS_2