
DKAS #65
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Suciii...suciii bangun " tubuhku bergoyang...suara memanggil-manggil namaku memaksaku untuk mengeluarkan ku dari dunia mimpi..
Kepala yang setia pada tempat empuk ,kain yang masih menyelimuti tubuhku dari Hawa dingin dan rasa kantuk yang masih menguasai diri.
Membuat mataku kembali terkatup dan dengam mudah kesadaranku hilang..
"Suciiiii...sudah pagi...makanya jangan tidur malam-malam banget" dingi telapak tangan kewajahku dan suara kak anita yang sangat kuat memaksaku untuk bertindak untuk langsung duduk dan keluar dari selimutku menuju kamar mandi.
Tak lama di kamar mandi akupun memakaian mukenahku..
Melaksanakan 2 rakaat kewajibanku..
Kak anita dan lidya hanya tertawa melihat tingkahku.
"Baiklah..lanjutlah tidur pukul 7.30 kakak bangunin lagi..biar sarapan akan kakak bawakan ke sini nanti,kamu hanya perlu mandi.dan setelahnya kita akan mulai pelatihan..telad 10 menit mungkin tak akan jadi masalah" ucap kak anita yang masih duduk di atas sajadahnya.
Bersiap -siap membaca ayat suci al-quran si tangannya.
Akupun kembali ke arah ranjangku dan kembali terlelap tanpa tau apa yang akan dilakukan 2 wanita di kamarku ini lagi..
Sesuai janji kak anita.
"Ci..bangun...serapan dan mandilah..bersiap-siap untuk kegiatan kita hari ini" suaranya membangunkan ku
"Iya..kak" akupun bangun.
Membersihkan tempat tidurku
dan beranjak ke kamar mandi,
Mengosok gigi dan mencuci wajahku.
Ku lihat ada sarapan di atas meja di samping ranjang
__ADS_1
"Leptopku dimana?" Batinku
"Kak tarok leptop di dalam lemari" ucap kak anita
"Kak kok bisa tau .kalau uci berfikir akan leptop?!" Tanya ku selidik
"Ya..iyalah..kalau seperrimu..leptop seperti kelasih yamg mgak mau lepas dari hidupmu bukan?!" Ucapnya mengoda
"Tepatnya..suami kak?!" Jawabku.
"Ya..iyalah..kita kerjanya butuh itu sebagai senjata" tanbah lidya
Kamipun semua mengagangguk..
Aku melirik sarapan pagi ini. lontong gulai plus mie goreng dengan dua bakwan di atasnya.
Dengan sigap aku memakan sarapanku dan kembali ke arah kamar mandi.
Bersyukur di hotel ini ada tiga gantungan handuk di kamar mandinya..
Membuat kami tak perlu membawa handuk saat mandi..hanya mengantungkannya lembali setelah memakainya.
Pukul 8.10 menit kami meninggalkan kamar menuju ruang pelatihan..
Saat memasuki ruangan kami di pesilahkam dusuknpada tempat yang sudah tersedia buatvkami bertiga..
Kami beriga saling melirik..
"Kami bertiga sengaja diberi duduk terpisah?!" Batinku.
Yang kurasa sependapat dwngan fikiran 2 temanku yang lain
Waktu pun berjalan dengan baik..
Pembukaan kegiatan pun terlaksana dengan pengesagan di lakukan oleh seorang pria perwakilan salah satu LSM internasional yang telah banyak bekerja sama dengan kami LSM yang berstandar nasional bercabang pada daerah rawah bencana..
Kata pembukaa dari nerbagai pihak mengahabiskan setenggah hari ini..
Hingga Break untuk sholat dan makan siang.
Pukul 1.30 kegiatan sesi kedu berlanjut..
Dengan pembahasan tata cara pemberiam pertolongan pada korban bencana..
Kegiatan di laksanakn dengan simulasi..
__ADS_1
Kami di pecah menjadi dua kelompok.
Kelompok A dan Kelompok B
Masing-masing 9 anggota.
Pada sesi pertama..kelompok A menjadi korban..
Kelompok B menjadi seorang Tim penolong..
Maka di suatu desa yang hinu oleh kelompok A telah terjadi bencana tanah lonsor akobat curah hujan yang tinggi.
Maka seperti menghadapi suatu musibah..kelompok A bersorak-sorak mintak tolong..
Ada yang tergeletak di himpit meja yang di ibaratkan sebagai rumah..
Ada yang twrgeletak di atas jalan.ada juga yamg di himpit kursi beraarti di himpit tanah lonsor..dan ada kuga yang selamat..
Maka..kelompok B menjadi pihak penolong
Sebelumnya,melakukan rumbukan atau brifing untuk mencari solusi bagai cara penyelatannya.
Dan simulasi kelompok B pun berjalan..
Hal itupun berlaku sebaliknya.
Kelompok B memjadi korban..
Kelompok A menjadi penyelamat..
Hingga pada akhir sesi..
Nara sumber memberikan cara mana yang lebih Efisien dalam penangganan korban bencana..
Buka menunjukan mana bemar atau salah dalam pelaksanan pertolongan pada korban.
Namun mencari solusi terbaik atau penaganan yang lebih tepat..
Suasana simulasi yang awalnya seperti sebuah permainan dan candaan menjadi agak serius di saat memberi contoh pelaksanan pertolongan yang lebih efisien.
Waktu menunjukan pukul 17.12 menit waktu yang sudah melebihi 12 menit dari jadwal pelatihanpun tak terasa berlalu.
Kami keluar dari suangan demgan wajah ceria dan bersenda gurau dengan teman yang baru saja kami kenal saat perkenalan di pertemuan awal tadi..
Yang pastinya aku belum hafal semua namanya.
__ADS_1