
DKAS #37
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Autour POV
"Apa kamu mampu membunuh rasamu padanya?" Tanya evin
Pada laki-laki di sampimgnya
"Aku tau ini sulit..tapi..aku harus mencobanya" jawabnya dengan masih memprhatikan kapal yang akan meninggalkan dermaga
"Apa kamu mampu?" Selidik evin lagi
"Entahlah.." ucapnya pasrah namun sekika itu juga menoleh ke arah evin..
Tanpa bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Eh..kenapa kamu bisa tau?" Sandro tersadar akan pertanyaan-pertanyaan yang dia jawab dengan santainya
__ADS_1
"Jelas banget lagi..hanya si bodoh suci saja yang beranggapan semua sikap mu itu SEKADAR TEMAN" ucapnya
"Atau mungkin dia berpura-pura tidak faham..agar semua berputar sesuai porosnya" tambah sandro
"Jangan pakai bahasa ilmiah..pusing akunya" jawab evin memandang sandro walaupun hanya sebentar namun evin sempat melihat sandro yang sedikit menarik panjang bibirnya.
Evin kembali melihat ke arah kapal yang mulai meninggalkan dermaga dan melambai-lambaikan tanggannya walaupun tak tau apakah suci dapat melihat tingkahnya.
"Kamu kenapa tak mencoba untuk memberitahunya?" Tanya evin yang masih penasaran
"Jangan bilang karna keyakinan kalian yang berbeda" sergah evin sebelum sempat sandro untuk menjawabnya
"Dan kamu benar" senyumnya menggingat sergahan evin sebelumnya
"Itu yang pertama.. Yang selanjutnya,aku dan suci mempunyai adat-istiadat yang sangat berbeda..suci sangat menekuni agama dan adatnya..begitu juga aku..kamu ingat akan kepergian kita ke kampungku?!" Ucapnya yang terhenti sejenak
"Humm...." helaahan nafas sandro terdengar jelas.
"Si kerei..aku sebagai anak laki di keluargaku..Yang merupakan keturunan sikerei juga..tentunya mau atau tidaknya akan di wariskan padaku" jawabnya yang juga telah duduk di atas jok motornya di samping evin
"Maksudmu..kamu akan jadi 'sikerei'?..buat apa kamu capek-capek buat kuliah kalau ujung-ujungnya tinggal di pedalaman dan hidup seperti sikerei?.dan maaf 'primitif'" ucap evin yang takut sandro tersinggung akan ucapannya
"Ngak apa-apa" dengan senyum khasnya
"Aku akan tetap kuliah..aku akan mengambil bagian kesehatan...."
"Tunggu..bukannya kamu mau kuliah di UNES (universitas eka sakti) apa di sana ada bidang kesehatan?" Potong evin
__ADS_1
"Ngak..aku saat itu asal jawab saja..aku akan mengambil bagian farmasi agar aku bisa menggabungkan penggobatan sikerei dengan obat yang ku pelajari secara formal" jawabnya
"Apa hanya karna itu kamu menutupi perasaanmu buat suci yang aku perhatikan sejak kelas sebelas?" Tanya evinlagi
"Hehehe..kamu bisa membaca gerakanku..tapi sebnarnya dari kelas sepuluh aku suka dia di semester kedua tepatnya" ucapnya dengan cenggesan
"Ya..kita kan sekelasnya baru di kelas dua belas..kamu dan suci yang tak pernah pisah kelas di tiga tahun ini" jawab evin
"Iya..namun kamu walau beda kelas tetaaaap saja nempel dengan suci selama tiga tahun ini" jawabnya
"Aku sih nempelnya sejak kelas 6 sekolah dasar lagi" jawabnya dengan senyuman
"Tapi..kayaknya dia sudah ada gandengan?!" Ucap sandro yang melepaskan pandangan pada laut luas di depan kami
"Sepertinya..tepatnya sejak pulang liburan karen..namun dia selalu berusaha menutupinya..kenapa y?" Jawab evin yang juga menatap kapal yang semakin terlihat mengecil
"Ntahlah..namun yang aku tau..kemungkinan dia untuk sukses sangat tinggi. Gaya kedisiplinan PER keuletan plus kemampuannya membantu kelancaran usahanya" ucap sandro lagi
"Entahlah..penjabaran ilmiahmu membuat aku pusing" jawab evin yang mulai memasukkan kunci motornya
"Heheh..ya udah yuk kita pulang" ajak sandro dengan senyum akan tinggah selenggwh evin
"Ya..iya...kita harus pulang..aku ngak mau jadi ikan asing di tenggah terik begini" jawabnya di ikuti gas motor yang melajukan motornya
Sandro tak menjawab ucapan evin..
Hanya tersenyum dan mengikuti laju motor teman wanitanya itu.
__ADS_1