DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
Dkas 23


__ADS_3

DKAS #23


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


............


Evin meLajukan motor dengan kecepatan santai....


"Apa saja yang kamu lakukan di padang kemaran?" Tanya evin memecahkan sunyian kami


"Sama seperti liburan-liburan sebelumnya" jawabku


"Apanya yang sama,rambut kamu saja udah beda?"diam sejenak


"Jangan-jangan..pilihan hatimu juga sudah beda?" Godanya kembali sebelum sempat aku menjawab pertanyaan sebelumnya


"Ah...ada-ada saja kamu?!" Ada nada lesal di ucapanku


Ku lihat senyuman wajah evin dari spoin motornya


"Kamu marah??..waaah..bisa jadi tu?!!" Godanya lagi


"Ngak!!" Dengan wajah menegaskan ke spion dan ku lihat evin melihatku juga pada wadah yang sama.


"Hahahahha..." tawa besarnya seolah meraih sebuah kemenangan.


Namun,di saat mengarah ke spion motornya.


Melihat mimik wajahku seketika itu juga tawanya berhenti..


"Maaf..aku hanya bercanda.


Aku tahu demgan pasti saat ini.

__ADS_1


Yang si sini lebih membungkus hatimu" jawabnya kembali dengan tawanya..


"Tapi aku masih penasaran dengam apa yang kamu lakukan selama dua minggu di padang?" Ucapnya sekatika wajahnya pun berubah serius


"Ahh...sudahlah,yang terpenting sekarang tu. U and I " Mencoba mengidanya.


Sayang yang di goda malah berkata


"Booeh aku beri saran ngak?" Dengan wajah yang bener-benar serius.


"HAh?!!" Jawabku bengong.


"Baiklah..sampai di rumah kita bicarakan lagi" jawablu yang tak tua dengan apa yamg ada di fikiran sahabatku saat ini..


Evin yang sibuk memgendalikan laju motornya hanya terlihat mangganggukan kepalanya bertanda setuju dengan ucapanku.


Sesampai di rumahku..


Tepat setelah standar motor di jatuhkan..


Evin menoleh ke arahku yang masih duduk di belakang motornya..


"Kita masuk atau duduk di motor ini saja?" Tanyaku


"Disini saja" jawabnya


"Baiklah,sekarang kamu mau beri aku saran apa?" Tanyaku pasrah dengan keinganan temanku ini


"Loe jangan lagi jadi orang yang Egois" evin bersuara dengan penekanan di akhir katanya.


"Hahahha.. itu saran atau larangan sih?! Spontan aku tertawa degan ucapan di akhirtawaku


"Kamu tau ngak..akmu tu egois baget jadi orang" ucapnya lagi degan penuh penekanan.


"Menurut,kamu aku seperti itukah?" Tanya ku


"Menurutloe?" Tanya balik


"Ngak!" Jawabku pendek


"Kamu sadar ngak?!,di saat kamu suka dengan satu Hal. kamu akan fokus hanya dengan hal itu.kamu ngak bakalan ambil pusing dengan hal lain di sekelilingmu.termasuk dirimu sendiri" ucapnya menjelaskan

__ADS_1


Aku menatap evin..


"Ci..aku kenal kamu dari dulu..kita berteman sedari duduk di bangku kelas enam Sekolah dasar.aku dah hafal baik buruknya kamu.Memang, aku akui banget kamu tu bisa di andalkan.namun, Adakalanya kamu bisa buat orang disekelilingmu merasa tak berarti buat kamu" ucap panjang × lebar evin yang tau akan maksud tatapanku tadi.


"Apa kamu merasakan hal itu juga kah?" Tanyaku mengalihkan maksud dari ucapan evin tadi


"Ngak lah..aku tu dah kebal" ucapnya dengan penuh kebangaan


Aku turun dari motor evin.


Ambilposisi depan agar lebih intens menatapnya.


"Terimakasih sarannya sobat" ucapku


"Ngak usah ngedrama" blasnya


Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya


"Ahh...satu lagi..istilah hidup yang selalu kamu pegang teguh itu tolong di hapus.aku yakin CINTA PERTAMA UNTUK SELAMANYA itu tak semuanya bermanfaat baik buat hidup" celotehnya lagi


"Kayaknya, hari ini kamu lagi kesambet" ku mencoba mengalihkan pembicaraan


"Kasihan tu cowok yang slalu kamu rijek sedari tadi,cobalah Damaikan hati dengan fikiran kamu" terdengar semakin mengintimidasi


"Insyaallah" jawabku karna semakin di ladenin celoteh evin akan semakin panjang.


Nampak Evin tersenyum kecut menandakan ketidak puasan di sana


"Hati ini tidak berubah evin,aku ngak mungki berubah secepat ini.DIA HANYA TEMAN BIASA" ucapku menekankan di kalimat akhir untuk meyakinkan sahabatku itu.


"Aku memang sempat curiga dan berharap apa yang aku curigai itu benar.aku ingin yang terbaik buat kamu vi?!" Ucapnya ku lihat ketulusan dimatanya


"Terimakasih sobat..aku tau kamu pasti akan slaluu mendoakan yang terbaik untukku" membalas ucapannya


"Baiklah..aku balik dulu" ucap evin menghidupkan kembali mesin motornya.


"Baiklah..hati-hati di jalan... sampai jumpa besok di sekolah"


"Iya..assllammmuallaikum" pamitnya di ikuti motornya


"Waallaikumsalam" jawabku tanpa di dengarkan dulu sama si pemberi salam.

__ADS_1


Dan akupun melangkah menuju ke


__ADS_2