
DKAS #82
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
Afdal yang hafal dengan jalaur mesjid dengan sigap menghampiri kembaili mobil yang parkir di depan pagar mesjid.
"Ado apo da?( ada apa bag?) " tanya fdal menghapiri
"Mokasih da.. iko bali roko uda( terimakasi bag.. ini buat beli rokok abag)" ucap terimakasih dan basa-basi dion menyodorkan 3 lembar uang warna merah uang pada afdal
"Nda usah da.. ambo ikhlas (ngak usah bag.. saya ikhlas)" jawab afdal tak meu menerima uang pemveruan dion
" tarimolah uda.. iko cuma untuk bali pulsa uda senyo (terimalah bag..ini hanya buat beli pulsa abag saja)" basa basi dion yang tak enak hati.
Ndak da.. ambo batua-batua ikhlas (ngk usah bag.. saya benar-benar ikhlas?" kekeh si afdal
"Kalau sarupo tu.. tarimokasih da. Ambo pai dulu da.. kamu harus mangaja adiak kami tu baliak..(Kalau seperti itu..terimakasih bag..saya pamit dulu. kami harus mengejar kembali adik kami)" jawab dion.
Anggukan si afdal menjarakan tubuhnya dari mobil.
Mobil dion membunyika 2 kali klasonnya meninggalkan tempet tersebut melanjutkan mengukuti suci.
"Masih ada orang baik ya yon?!" Suara di samping dion
"Tentu.. walau sulit kita menemukan orang seperti itu di zaman ini" jawab dion.
"Loe masih mau.ngejer tu cewek?" Tanya dion
__ADS_1
"Tentu.." jawabnya mantap
"Loe antar gue ke kantor dulu.. setelahnya terselah loe" ucap dion
"Kalau gue antar loe.. gue bakalan kehilangan jejak dia" jawabnya santai
"Baiklah.. loe turunin gue di saat ada kesempatan.. gua akan cari taksi online nanti" ucap dion pesrah akan sikap sahabatnya.
"Baiklah.. tapi kok loe ada foto tu cewek di ponsel loe?" Suara bertanya di samping duon
"Setelah loe dapat dari jawaban kenapa loe berbuat seperri ini..loe akan tau sendiei jawaban dari perranyaan loe barusan" jawab dion
"Kita tidak sedang bervaim tebak-tevakan dion?" Ucapnya
"Angap saja begitu" jawab dion.
Mata si pengemudi tak lepas dari sepeda motor yang tak jauh dari mereka
Lampu merah memaksa mereka berhenti.
"Gue cabut..loe hati-hati" ucap dion meninggalkan si pengemudu tadi.
"Siiiap boss" jawabnya tenang.
Diin sekarang sudah berada di tepi jalan raya.
"Loe sendiri ngak sadar kenapa loe bersikap begini..bagaimana gue menjelasinnya?!" Batin dion melirik arah berlalu Mobil yang di tumpanginya tadi mengikuti persepeda motor yang tak tau arah tujuan.
.......
Setelah lama mengikuti di
Semua tempat yang di kunjugi oleh sipengendara sepeda motor tadi.
membuat si penguntit tadi sering memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dan tubuhnya bergetar hebat.
__ADS_1
"Tempat ini.. aku seperti pernah melihatnya" gumamnya
"Ini seperti puzzel di kepalaku..potongan-potongan yang sering hadir dalam mimpiku" batinya lagi
"Apa gadis ini ada hubungannya dengan masa laluku?" Tanyanya pada diri sendiri.
Tanganya yang ikut gemetar mencari sesuatu di saku cela jensnya.
Maka benda persengi di dapatkanya.
sentuhan jemari yang bergetar mencari sesuatu dan meletakan benda persegi tursebut di teliganya.
"Tuuut..tuttt"...
Kepalanya yang semakin sakit membuatnya terpaksa menghubungi seseorang.
"Hallo.." suara di seberang.
"Kepala gue sakit.. loe cari gue sekarang.. gue tunggu loe" ucapnya cepat tanpa belasan di seberang memutus sambung panggilannya..
Dengan sekuat tenaga mencoba mengirim lokasinya pada si penerima panggilan sebelumnya.
Tanpa peduli akan ponselnya yang telah terjatuh dari pengangannya.
Menyandarkan tubuhnya pada jok mobil tempat kemudi.
Menunggu petolongan.
Tangan yang bergetar masih memeganggi kepalanya yang berdenyut sangat kuat dan terasa sakit. di dalam mobil yang terparkir di area jembatan siti nurbaya.
Motor yang di ikutinya tak tau lagi ada dimana..
Sejak kepalanya mulai sakit dia tak lagi memperhatikan orang yang ikutinya..
Dia malah sibuk dengan Potongan-potingan gambar yang katanya mimpi itu seperti jelas di fikirannya.
__ADS_1