DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 47


__ADS_3

DKAS #47


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


....


Sesampai di ujung tangga yang kami naiki..


Mata kami tertuju pada meja bundar yang pernah kami rempati sebelumnya.


Sekarang telah tersedia Nasi beserta dengan ikan bakar,


gulai cubadak (Nangka),gulai ayam, rebusan pucuk daun ubi (pucuk singkong) dan Samba Lado..


Tak lupa Dua sisir pisang siap di santap sebagai makanan pencuci mulut.


"Ayo makan" suara yodi mendahului langkah.


"Ya..iyalah..gue udah lapaaar" ucap dion.


Kami semua mengikuti langkah yodi yang sudah sampai pada meja makan.


"Kak,amay mana?" Tanya yodi pada seorang wanita yang sedari kami datang nampak membantu amaynya yosi.


"Amay pai ke batang luan (amay pergi ke sungai Luan)" ucapnya dengan bahasa minang tentunya namun agak berbeda nadanya dengan bahasa minang di padang.


"Mangga amay ka situ? ( ngapain amay kesana?)" Tanya yodi lagi


"Panen lauak larangan (panen ikan larangan) " jawabnya dengan masih meletakakan piringvpada masing-masing kami yang telah duduk di sekeliling meja.


"Terdengar seperti menyenangkan" ucap bayu le arahku yang duduk di depannya berbataskan meja makan


Aku hanya menggangguk tanda setuju


"Baiklah..habis makan kita meluncur kesana" ucap yodi

__ADS_1


"Siiiiiip ketua tour" jawab ical semangat..


Kamipun memulai makan kami dengan semanggat.


...........


Saat ini kami pada sebuah sunggai dengan begitu banyak masyarakat di sana.


"Waah...ikannya banyaaaaaak banget" teriak yona melirik ikan di tepian beralaskan plastik hitam 8 ×12 m..


Kami semua mengelilingi plastik itu dan membelakangi sungai


"Ni ikan dari sungai itu?" Ucap bayu memutar tubuhnya melihat beberapa orang di dalam air dengan memegang jaring , karung dan alat penagkap ikan tradisonal lainnya


"Iya" jawab yodi


"Kok bisa sebanyak ini?" Tanya dion lagi


" jadi begini..ini semua namanya ikan larangan..ikan yang di biarkan hidup di air tanpa boleh di sentuh sesiapapun..dan jika ada yang mencoba menangkap atau sampai memakannya..maka akan mendapat sebuah ganjaran." Celah amay yang sudah mendekati kami.


Kami semua menoleh amay yang suadh berdiri di samping yona.


"Kok bisa begitu?" Tanya bayu yang penasaran


"Waah...jadi sesiapa yang tinggal di lingkungan sini saja yang dapat menikmatinya?!" Sergah dion


"Bukan..tetapi,biasanya hanya kaum atau suku adat yang mempunyai sungai saja yang dapat menikmati..kecuali,jika mereka memberi orang lain" amay kembali memberi penjelasan.


Semua terilahat mengangguk-anggukan bertanda faham akan penjelasan amay.


"Ikan nya yang bisa sebanyak.


Dipanen sekali berapa lama?" Tanya bayu lagi yang terlihat begitu berantusias akan situasi yang didepan kami saat ini


"Biasanya sekali setahun..namun ini sudah dua tahun tidak di penen..makanya bisa sebanyak ini" jawab amay


"Nah..jadi kaum atau suku amay apa?..karna amay ikut di sini jadi ini kaum atau suku amay donk?!" Tanya dion lagi.


Kami semua hanya memnyimak setiap pertanyaan bayu dan jawaban dari bibi.


"Iya..sungai ini punya suku (marga) chaniago..jadi,Yang bersuku caniago bisa ikut memanen dan mantinya akan dapat bagian juga" ucap amay


"Ya sudah..kalian boleh lihat atau jika ingin ikut manen juga boleh" ucap amay menepuk pundak dion yang berada di sebelah amay

__ADS_1


"yodi kamu jangan tau dapat jatah saja..ayo ikut panen?" Teriak amay ke arah yodi di samping jamil yang memang agak jauh dari amay


Amay meinggalkan kami menuju sungai..


Aku melangkah mendekati arah bibir sungai.


menoleh kesegala penjuru sungai.


Begitu Ramai dan penuh suka cita.


Mereka bergotong royong memanen ikan di dalam sunggai baik pria maupun wanita tak mempersalahkan dinginya air sungai.


"Akuuuuu dapaaaaat" ucap seorang gadis dengan ikan di tanganya


Aku melirik wajah mahagia si gadis yang mendapatkan ikan yang lumayan besar


"Ternyata..dengan di buat seperti ini..akan membuat jalinan silaturahmi yang kuat" batinku


"Ci...kamu ngak ikut nangkap ikan?" Tanya dion yang terlihat bersiap-aiap menuju sungai


"Ngak..aku disini aja" balasku


Seketika terasa panas pada pundakku..


"Ni pegang" ucap bayu memberikan dompet serta kunci motornya padaku dan yang terasa hangat di pundakku tadi adalah jeketnya bayu.


"Iya" jawabku yang tak di hiraukan bayu yang menyusul lainnya ke arah sunggai.


Aku mencari akan ke beradaan yona. Dia nampak sibuk dengan ikan yang melompat-lompat pada tempat penampungan ikan tempat kami lama berdiri tadi.


"Kemana yang lainnya menitipkan barang berharga mereka ya?" Batinku


Melangkah kembali ke arah yona


"Yon..mereka pada mandi..barang-barang mereka titip dimana?" Tanyaku tepat di belakang yona


"Tenang saja..semua sudah di simpan di dalam mobil donie" ucap yona enteng dan masih ikut sibuk menilah ikan dan memisahkannya sesuai ukuran.


"Hmm.." jawabku memperhatikan mobil donie dan 2 motor lainnya yang terparkir tak jauh dari tempat aku berdiri saat ini.


Setelah lelah dengan bermain air dan menagkap ikan..


Kami memutuskan kembali ke tempat amay.

__ADS_1


__ADS_2