
DKAS #92
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi ini, aku terbangun karna alunan suara merdu yang berkumandang.
"Alhmdullilah aku terbangun" ucapku melangkah menuju keluar kamarnya.
Aku memilih kamar mandi dapur karna ingin mencari angin untuk keluar kamar walau sejenak.
Sedari hari memulai prosesi pelaksanan pernikahan aku tak berkutik dari kamar dan ruangan di depan kamar saja.
Sesampai di area dapur suasana begitu riuh.
Bunyi mesin kukur kelapa,mesin pengiling bumbu yang tak hanya satu saling bertautan tak terkira. Tak terkecuali suara para ibu-ibu yang tengah beraktifitas penuh semanggat walaupun sepagi ini..
"Suci, mau berwuduk?" Tanya seorang ibu yang berada pada pintu kamar mandi.
"Iya buk" jawabku singkat
"Baiklah, kamu duluan. Ibu juga mau wudhuk" jawabnya
"Ibu saja duluan" basa-basiku
"Ngak.. kamu saja.. sehabis sholat tidurlah dulu. Nanti pukul 8.30 bangun dan mandi agar frees saat mau di pasang 'suntiang' " titah sang ibuk .
"Iya buk" jawabku menuju kamar mandi.
Setelah menyelesaikan wudhuk. aku kembali ke kamar. Menutup pintu kamarku setelahnya.
melaksanakan kewajibanku dan beristirahat kemvalu sesuai ucapan si ibuk tadi.
#suntiang \= pakaian adat minang kabau
.........
Pukul 8.30 pintu kamar ku di ketuk.
"Ci... suci" suara dari luar yang aku tau siapa yang memanggilku.
"Ya.. sebentar mak" ucapku yang masih setegah sadar.
Aku berjalan menuju pintu.
"Ceklek" pintu ku buka.
"Sekarang mandilah. Sebentar lagi akan datang mbak salon dan orang yang memakaikan suntiang" titah mak ku.
"Baiklah" jawabku singkat.
Mendengar jawabku. Si emak kembali ke arah dapur.
Aku kembali ke dalam kamar sepeninggal si emak.
__ADS_1
Aku langsung menuju kamar mandi di dalam kamar dan melaksanakan ritual mandiku.
Sesuai ucapan si emak seorang wanita masuk ke kanar dan memake over wajahku..
Satuja selesai..
Seorang wanita pemilik pelaminan juga memasang baju mempelai wanita atau baju 'anak daro' dan 'suntiang' berkilau emas di kepalaku.
Pukul 10.30 aku di giring pada pelaminan yang telah di pasang di dalam tenda depan rumahku.
Di samping pelaminan ada organ tunggal untyk pemeriah acara.
Di sana telah ada mempelai pria yang terlebih dulu duduk.
Dia menatapku lama..
"Ah..kenapa dia menatapku. Aku kan jadi risih" gumamku mencoba mengalihkan pandangan agar tak menatap langsung padanya.
Aku duduk di sampingnya dan melihat sekeliling.
Walau masih pukul 11 siang tamu undangan sudah banyak yang berdatangan.
"Loe makin cantik" bisiknya
Membuat aku merinding, wajahku terasa memanas..
Akupun mencoba tersenyum.
Dan berucap.
"Terimakasih" namun tak melirik padanya.
Mereka kompak dengan baju berwana putih.
Mereka datang dari arah kanan pelaminanku.
Secara bergantian mengisi daftar hadir pada meja tunggal di sisi kanan mereka masuk dan terlihat memasukan sesuatu pada kotak seperti rumah adat minangkabau yang berdiri disisi meja tunggal tersebut.
Setelahnya secara bergantian menuju meja di sisi kiri dan mengambil piring serta memgisinya dengan makanan yang telah tersedia pada meja oanjang dengan hidangan khas sumatera-barat.
Setelah semua piring mereka penuh.
Mereka menatap kami dengan tersenyum dan duduk pada meja yang telah tersedia pada dalam tenda.
Setelah menghabiskan makan dan duduk rehat bercerita mereka menghampiri ku.
"Wow... selamaaaat bro" ucap dion dengan lantang dan imdi ikuti para pria lainnya.
"Selamat ya ci.. semoga loe bahagia" ucap dion bersalaman dengan.
"Selamat.. ya selamat.. jangan lama-lama pengannya" suara pengantin pria
Membuat semua mata sahabatku menatap tangan dion yang masih menyalami tanganku.
"Sorry bro" jawab dion
Mereka semua sontak tertawa ..
"Loe cemburu?" Tanya donie pada si pengantin pria.
"Ngak!" Jawabnya cuek
__ADS_1
Namun jawabnaya membuat semua pria terlihat menahan tawanya.
"Loe harus lebih waspada bro. Karna semakin lama loe tinggal. Loe bakalan semakin banyak saingan" ucap dion membuat wajah si pengantin pria memerah.
"Gue ngak bakalaan ninggalain dia!" Jawabnaya penuh penekanan.
"Yakin bro?!, kerjaan suci gimana?, dia masih dalam masa kontrak lho?!" Tambah yona yang senggaja menggoda si pemggantin pria.
"Jangan bilang loe ngak tau?!" Ucap donie bagai tampara telak pada wajah si pengantin pria.
"Gu..gue tau kok, dan udah gue fukirkan" ucapnya terbata-bata.
"Hmm.. begitu yaaa?!!" Goda yona lagi.
"Iya donk. Gue ngak mungkin lupa kalau bini gue masih dalam masa kerjanya" ucap si pengantin pria.
"Deg" ucapan 'binie gue' membuat jantungku berdetak kencang.
"Loe kenapa ci?" Tanya yona menatap wajahku .
"Ngak kenap-kenapa" ucap ku gusar
"Kenapa yona perhatikan aku?!. Kan malu banget" batinku.
"Ya sudah..kita foto-foto dulu. Dan gue harus balik pulang. Masih capek soalnya." Ucap yona menggingatkan kami untuk mengambil moment kebersaamaan.
"Loe bareng suami loe pulang duluanyon..kita-kita di sini dulu sampai acaranya selesai" ucap dion
"Iya.. loe harus istirahat yon. Semalam loe pulangnya udah malam banget, ngak baik buat loe dan keponakan kita" tambah donie.
"Baiklah. Habis foto-foto gue bareng suami balik ke tempat kita ginap dulu. Memang tubuh gue capek banget" tambah yona mengoyakan ucapan dion dan donie.
Serelah kepergian yona.
Lima pria sahabatku masih setia duduk di sampingku dan di samping mempelai pria.
Lima kursi tambahan di dekat pelaminan.
Pemandangan mempelai di apait lima pria tampanpun menjadi pemandangan indah di acara resepsi pernikahanku.
"Loe ngak ada yang niat buat menghibur tamu disini?" Tanya donie pada yodhi,ical dan rizky namun melirik organ tunggal di samping kami.
"Ngak." Jawab ical santai
"Hah.. yakin loe?!" Suara yodhi.
"Yakin donk!" Balas ical menekankan
"Biasanya loe paling semangat dengan organ tunggal" timbal yodhi lagi.
"Karna itu. Ical takut ngak mau turun lagi dari pamggung organ tinggalnya" balas rizky
Kami semua tersenyum mendengar ucapan rizky
"Kenapa omongan loe bener!" Tambah ical membuat kami semakin tersenyum.
Pukul 17.30 acara pun selesai.
Akupun kembali kekamar untuk madi sholat dan istirahat.
Sementara mempelai pria kemvali kerumah tampat dia menginap di antar para keluarga dan mamak adat serta ke lima sahabat pria ku.
__ADS_1