
DKAS #81
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Dion...." ucapnya terhenti memperhatikan sesuatu.
Dion menoleh asal suara nenanti ucapan selanjutnya.
Namun matanya mengikuti menatap mata dari suara orang yang di tunggunya berucap tadi.
"Loe kenal orang itu?" Tanya dion
Yang di tanya dion mengeleng namun matanya tak berkedip melihat kejadian di perempatan jalan di lampu merah saat pemberhentian mobil mereka kendarai.
"Tiiiiiiiiiit"
Suara klakson mobil di bekang
Mengingatkan dion untuk melanjutkan laju mobilnya.
Dion melaju berbelok kanan mobilnya.
"Putar balik dion" suara di sampingnya namun memperhatikan kaca spion mobil.
"Kenapa?" Tanya dion
"Entahlah.. tapi. Ikuti sepeda motor si cewek tadi" ucapnya
"Apa kamu sudah gila?.. kita harus belok lagi?.. dan gue ngak tau arah si cewek itu membawa motornya?" Ucap dion
__ADS_1
"Gue lihat kok.. sini biar gue yang nyetir" jawabnya.
"Baiklah.. kita cari rempat berbelok dulu..nanti kita berhenti loe yang gantiin gue" jawab dion.
"Jangan jauh-jauh nyari tempat berbeloknya" ucapnya tak tenang
"Loe kenapa sih?.. tenang.. gue tau tempat yang cepat buat kita bisa kembali kesana" jawab dion
"Semoga ada hal baik" batin dion
Setelah mendapat tempat berbelok dan bergantian menyetir mobil.
Dion hanya memperhatikan tingkah temannya tanpa banyak bicara.
Disinalah mereka saat ini..
Memarkir mobil mereka di tepi jalan sebuah mesjid besar nan indah di tepi gunung.
"Gue butuh seseorang untuk melihat apa yang di lakukan si cewek di dalam sana" ucapnya.
"Loe butuh mata-mata?" Tanya dion
"Tentu" jawab dion.membuka kaca pada pintu mobilnya
"Uda...uda..." panggil dion pada salah seorang penjaga mesjid yang tefag bersantai di depan pagar mesjid.
"Yo uda.. uda mimbau ambo? ( ya.. bang.. abag panggil saya?)" Tanya si penjaga mesjid
"Iyo uda.. namo ambo dion.. ambo ka mintak tolong ( iya bag..nama saya dion..saya mau minta tolong)" ucap dion
"Ambo afdal..Apo tu da? ( saya afdal..apa itu bag?)" Tanyanya lagi
"Mode iko da.. adik ambo sadang ado masalah tadi. Nampak inyo lari kamari.. ambo takuik inyo khilaf jadi ambo mintak tolong uda Vido call jo ambo tapi kamerae ka inyo..( begina bag. Adik saya lagi ada masalah.. saya lihat dia kesini.. saya takut dia bersikap khilaf..jadi saya mintak tolong abag VCd dengan namun kameranya memperlihatkan dia)" ucap dion
"Buliah uda.. ma nomor WA uda?.
(boleh bag Mana nomor WA abag?)" jawab si penjaga mesjid yang mau membantu.
__ADS_1
Dion memberikan no wa nya.
"Ma bantuak adiak uda tu?.. (seperri apa rupa adik abag itu?)" Tanya si penjaga tadi lagi takut salah orang
"Ini.. "dion memperlihatkan wajah orang yang akan di cari penjaga mesjid tersebut.
"Jadi da.. ambo pai dulu.." ucap si afsal meninggalkan mobil yang di hampirinya.
Si penjaga mesjid yang bernama afdal masuk mencari si wanita yang sebutkan dion tadi.
Afdal menelusuri mesjid, taman depan dan belakang mesjid tak menemui si wanita tersebut.
Afdal beranjak ke arah taman samping kanan mesjid yang memang sangat luas..
Untuk ke Taman area kanan mesjid kita yang harus menaiki tangga yamg karna memang temanya berada padadataŕan tinggi.
Banyak di sediakan pandopo-pandopo untuk santai di sana.
Penjaga mesjid duduk di samaping pandopo yang duduki suci sendirian.
Batanya nampak sembab sehabis menangis.
Si afdalpun memulai aksinya.
Suci beranjak karna merasa sudah lama di sana.
"Uda.. adiak tu lah pai ( bag.. sekarng adik itu audah pergi)" ucap afdal pada dion
" iyo da.. bisa uda tampek ambo sabanta? ( iya bag..bisa abag tempat saya sebentar?)" Ucap dion
"Jadi da.( baik..bag)" ucap si afdal dan mematikan sambunganya.
Afdal yang hafal dengan jalur mesjid dengan sigap menghampiri kembaili mobil yang parkir di depan pagar mesjid.
"Ado apo da?( ada apa bag?) " tanya fdal menghapiri
"Mokasih da.. iko bali roko uda( terimakasi bag.. ini buat beli rokok abag)" ucap terimakasih dan basa-basi dion menyodorkan 3 lembar uang warna merah uang pada afdal
__ADS_1
"Nda usah da.. ambo ikhlas (ngak usah bag.. saya ikhlas)" jawab afdal tak meu menerima uang pemberuan dion
" tarimolah uda.. iko cuma untuk bali pulsa uda senyo (terimalah bag..ini hanya buat beli pulsa abag saja)" basa basi dion yang tak enak hati.