DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
kedatangan yona 01


__ADS_3

DKAS #87


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sehabis maGhrib.


Aku duduk di ruang tengah di temani bibi ku..


Bercerita akan keseharianku..


Bibi menanyakan kesehatan emak dan juga aku, bagaimana pekerjaanku, hinga persiapan ku akan pelaksaanan pernikahan yang kurang dari 2 minggu lagi.


"Ci, kapan kamu kembali ke mentawai?" Tanya bibi padaku.


"Mungkin selasa ini bi" jawabku singkat


" bagaimana kalau sabtu depan saja bareng bibi?" Usul bibi padaku.


" uci belum cuti kerjanya bi" jawabku lagi


" coba usulkan cutimu di percepat" pinta bibi yang aku fahami betul akan maksud dari bibi yang telah mendengar tentang sepak terjang ku selama di mentawai.


" uci akan coba bi.. tapi uci ngak bisa janji" jawabku melirik bibi yang terlihat lemah.

__ADS_1


"Ya.. usahakan lah" jawabnya singkat dan bergerak menuju ruang makan.


"Iya" jawabku lemah karna tau akan bagaimana sikap bibiku jika sesuatu yang tak sesuai ke inginannya.


Dengan berat hati. Aku mengambil phonsel atas meja di depanku.


Aku memainkan layar ponsel dengan jari-jariku dan menekan agak lama pada salah satu nama yang tertera di sana.


"Tuut..tutt..." nada menunggu panggilan di angkat dari sebrang saat ku dengarkan pada telingga kanan ku


" hallo" suara di seberang terdengar jelas.


"Hallo assalammualalikum pak" ucapku memberi salam


"Ya.. suci.. apa ada yang perlu bapak bantu?" Tanya suara yang menyebut bapak pada dirinya saat bicara denganku.


"Maaf pak.. apa uci bisa ambil cutinya lebih awal?" Tanya hati-hati pada seseorang yang jelas atasanku.


"Tidak masalah pak.. uci cutinya tergitung besok dan berakhir 2 minggu kedepan pak" ucapku


"Baiklah. Kirim kan surat cutimu via email saja. Jangan lupa berikan juga pada kantor kecamatan mu" balas atasanku.


"Siiap pak" balasku


"Baiklah. Apa ada lagi ci?" Tanya atasanku yang terbilang ramah.


"Tidak pak.. dan terimakasih banyak.. uci tutup ya pak.. assalamuuallaikum" ucapku


Dan menutup panggilan setelah mendengan balasan salam dari atasanku.


Aku bernafas lega karna salah satu atasanku memberi izin cuti 2 minggu dan waktu lebih awal untukku.

__ADS_1


"Bi.... uci balik bareng bibi sabtu depan" teriakku pada bibi yang masih berada di arah dapur


" iya. Syukrlah" jawab bibi yang datang dari arah ruang makan.


"Kalau kerja yang lain bagaimana?" Tanya bibi yang sudah mendekat padaku.


"Kalau LSM siaga bencana.. aman kok bi.." ucapku dan anggukan bibi memberikan penjelasan bahwa bibi faham.


"Baiklah bibi ke dalam dulu. Masih ada tugas kantor yang harus bibi selesaikan sebelum cuti nanti" ucap bibi menuju kamarnya di sebelah ruang yang ku tempati saat ini.


"Oya.. uci nyatai dulu di sini" balasku.


" baiklah" jawaban bibi yang masih ku dengar saat terlah memasuki kamarnya..


"Ci.. kamu cutinya dapat berapa lama?" Tanya bibi yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingku tanpa ku sadari telah keluar dari arah kamarnya.


"Astaffirullah..bi.." jawabku yang kaget karna baru lima menit yang lalu bibi masuk ke dalam kamarnya.


"Hehhe.. maaf. Bibi tiba-tiba kepikiran" jawabnya melihat responku saat serangan mendadak bibi.


"Uci.. dapat cuti hanya 2 minggu bi" ucapku membalas pertanyaan bibi sebelumnya.


"Nah.. karna itu bibi berubah fikiran.. baiknya kamu balik selasa ini saja. Cutimu ngak usah di percepat. Takutnya habis acara langsung masuk kerja ngak bagus di mata masyarakat" ucapan bibi membuatku tersenyum


Karna memang sedari awal itulah yang ku fikirkan.


Hanya karna tak enak dengan bibi aku melakukan memajukan waktu cutiku.


"Baiklah bi.. surat izin percepat cuti belum uci buat kok.. bapak TA (tenaga Ahli) pemberdayaan kabupaten ngak akan memberi izin tanpa surat izin di tangan mereka kok bi?!" Balasku tersenyum


"Syukurlah.. jadi bibi bisa tenang." Jawab bibi berbalik menuju kembali ke dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2