DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 35


__ADS_3

DKAS #35


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...........


"Ok..udah sampai" ucap seorang gadis manis memberhentikan laju motornya di sebuah dermaga dengan kapal elit terpajang di depannya.


"Terimakasih sobat" jawab si penumpang yang turun dari kursi gonjengannya.


"Mana ada sekarang 'projek thankyu' " ucap si pengemudi motor dengan senyum devilnya


"Ngak usah senyum kayak gitu?!..ngak cocok di wajahmu" sindir si penumpang


"Ya udah..ntar jikalau balik ke sini..bawain aku donat J.co satu lusin" ucapnya tanpa penolakan


"Baiklah..jikalau uangku masih ada buat membelinya..Jikalau udah menipis aku beliin kiko satu pack" balasnya dengan mengulang kata jikalau di setiap kalimatnya..


"Itu sih..disini yang jual banyaak" timpanya


"Ya udah ci... aku ikhlasin ngojeknya..Alu balik dulu.


kamu masuk gih..panas tau?!!" Ucapnya masih duduk di atas motornya dengan beratapkan langit.

__ADS_1


Si gadis terlihat seakan ragu sisaat melangkah..


Seperri mengingat-ingat serasa ada yang tertinggal..


"Aduuh vin... aku belum beli tiketnya...balik ke loket yuk?!!" Ucap suci sigadis yang di gonceng


"Suci...dimana-mana mau berangkat beli tiket dulu..kirain udah kamu boking tiketnya..kalau tau gini bagusnya tadi mampir dulu di loket,beli tiket agar tau no tempat duduk nanti di kapal" cerewet aslinya keluar..


"Iya..aku lupa..kamu sih ngajak bercandaan beluluk di motor.. lupa deh?!" Jawabku dengan senyum merayu


"Ngak usah ngerayu..aku temenin beli tiketnya kok" jawabnya dan menghidupkan kembali mesin motornya dan melaju menuju loket pembelian tiket..yang tak beberapa jauh dari dermaga.


Sesampai di loket..


aku memasuku ruang pembelian tiket..


"Tiket satu kak" ucapku pada si penjual yang melirik ke arahku yang di batasi kaca sebagai pembatasnya.


"Atas nama suci" jawabnku


"Usianya berapa deck?" Tanyanya lagi.


"18 tahun kak..berapa kak?" balasku


"Ini deck. Rp 155.000 sudah termasuk pajak" ucap si penjual yang faham arah pertanyaanku.


Akupun menyodorkan uang pada loket kaca yang di beri ruang pada sisi bawahnya


"Terimakasih deck" ucap sipenjual tiket setelah memberi kembalikan uangku yang memang kuberikan lebih dari yang di sebutkan.


"Masama kak" ucapku dan mengambil tiket yang telah bertuliskan nama dan nomor tempat dudukku di kapal nanti.

__ADS_1


Akupun meninggalkan loket pembelian tiket.


Menghampiri kembali evin yang setia menunggu duduk di atas motornya di parkiran depan loket .


"Udah" tanyanya yang melihat aku mendekatinya


"Udah..yuk" ajak ku


Akupun langsung dusuk di jok belakang motor sohib ku itu.


walaupun evin nampak kesusahan untuk menemukan posisi nyamanya menegndari motor metiknya karna koper ku yang berada pada depannya,namun tetap setia dan terlihat tulus menemaniku kemanapun aku inginkan.


Tuuuuuut......tuuuut....


Bunyi peringatan akan keberangkatan pada kapal berbunyi.


Sesaat kami sampai di dermaga.


"Kok terasa agak sepi ya ci?" Tanya evin


"Kan belum jadwal liburan?!"ucapku


"Iya juga sih...biasanya ramai baget..sesak buat kita masuk" Timpahnya lagi yang sering melihat keramaian kapal walaupun sekedar jalan-jalan si saat musim liburan.


"Sekarang kan hari kamis juga,yang cuti sabtu minggu paling berangkat sabtu..balik selas. kan hanya 2 hari mereka nambah waktu cutinya" ucapku yang di anggukan oleh evin


"Ya..begitulah kalau jadi orang kantoran, Bisa cuti buat reffresing" ucapnya


"Kamu mau temenin aku masuk?..aku mau titip koper di bagasi dan cari nomor tempat duduk juga" ajakku pada evin


"Hmm...baiklah..kalau kamu butuh teman buat nemenin" jawabnya

__ADS_1


#berambung


__ADS_2