
DKAS #58
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...........
"Kamu bener-bener menghabiskan waktu untuk bekerja..menyiksa tubuhmu..hanya untuk menutupi luka di dalam hatimu,apa setelah menikah kamu bisa berubah?" Gumam evin dengan wajah sendu
"Bagaimana aku akan bisa menceritakan hal lain padamu?" Tambahnya dengan menatap kosong foto yang terpampang di depannya.
Tak butuh lama... hanya 10 menit suci telah menyelesaikan ritual mandinya..
Setelah mengambil pakaiannya, dia kembali ke kamar mandi dan keluar kembali dengan t-srit dan jelana jens panjangnya..
"Hari ini kamu mau aku bantu apa??,aku free hanya sampai jam 9.30 karna jam 10 aku ada sedikit pertemuan dengan ibu-ibu kelompok kegiatan desa" suci memulai pembicaraan sambil menaburkan bedak pada wajahnya tanpa menoleh evin si lawan bicaranya..
"Aku ngak minta bantuan apa-apa..dan apa kamu fikir aku kesini cuma buat nyusahin kamu doang??"
Jawab evin agak sedikit ketus
__ADS_1
"Bukan itu maksud aku..dan biasanya kamu ngak begini deh??..
Sensi amat??..
Kamu lagi hamil??" Menatap lawan bicaranya Dengan wajah selidik
"Hehehhehe... ngak...memang aku agak sensi dalam beberapa bulan ini..kamu aja yang ngak pernah nyadar..sibuk truuuus...di fikiran kamu,hanya ada kerjaan saja!"
Jawabnya bernada protes
"Maaf..karna sibuk aku sering ngabaikan kamu "dengan pasang wajah memelas
"Lagian..kerja..ya kerja biasa saja lah..ngak usah double job segala..mana organisasi disana sini kamu jalani..jangankan buat aku ,buat nyenagin diri kamu sendiri aja kamu ngak ada waktu"
Cerocos evin dengan sedikit memasang wajah kesalnya..
Alhasil suci hanya tertunduk membisu..
"Maaf..aku ngak bermaksud apa-apa. Aku juga ngak merasa iri atau apalah yang ada di fikiran kamu saat ini..tapi...ku hanya kasihan padamu..kamu ngak berlaku adil pada tubuhmu itu..yanh sudah ngak ada dagingnya lagi?!!"ucap evin lembut sambil mendekat dan memegang tanga suci..
"Maaf..aku ngak tau ini benar atau salah..hanya saja..aku mau ngilangin semuanya dengan cara nguras isi kepala dan tenaga buat bisa lupain semuanya"
Jawab suci dengan suara yang agak sedikir serak dan air yang meluncur begitu saja dari matanya..
Dengan helaan nafas berat
"Aku ngak tau apa yang terjadi di pada masa itu, kamu ngak pernah cerita ke aku akan masa sulit kamu saat di padang itu. Kamu masih saja menutup rapat semua dari aku.." berhenti sebentar mengela nafasnya yang terdengar begitu berat.
__ADS_1
"Namun,saat ini...ada masa depan menantikanmu.. fokuskanlah diri kamu pada itu ..
Aku berharap,saat kamu sudah menikah..kamu tinggalkan semua pekerjaan ini..
mulailah dengan hari-hari yang baru ..bukankah kamu menikah dengan cinta pertamanya kamu?!..."
Ucapan evin yang panjang × lebar membuat suci menegakkan kembali kepalanya dan berdiri sambil merangkul sahabatnya itu..
"Kamu memang sahabat terbaik.. dari kelas 6 Sd aku kenal kamu.. aku ngak pernah kamu tinggalkan walau dalam keadaan apapun..terimakasih"
Ucapan suci yang jujur di dalam pelukan evin membuat evin ikut mengalirkan air matanya..
"Maaf ci....aku tau semuanya..walaupun kamu ngak mau cerita langsung padaku" batin evin
Namun seketika itu juga..
"Karna kita teman dari kecil itulah aku tau kamu kebangetan,walau ada hal yang kamu ngak cerita ke aku"
Sindir evin sambil melepaskan pelukan kami
"Sudahlah..kamu hobby banget ngedrama..dah lapar aku..habis sarapan disini aku pulang..suami tercintaku pasti sudah nungguin aku di rumah"
Ucap evin dengan menghapus air matanya
"Ya....bilang aja kamu mau numpang sarapan di rumah aku..makanya pagi-pagi dah kesini..untung suami kamu baik..kalau ngak, dah di tunggalin kamu sejak lama"
Ejekan suci sambil tersenyum
__ADS_1
"Dia mah tau aku...kalau keluar pastinya hanya ke rumah kamu doang dan juga dia kan tau sebelum merid,kita dah kayak apa.,dia paham lah?!!" Jawab evin dengan sombongnya..
Kami pun meninggalkan kamar dan menuju meja makan untuk memakan sarapan yang telah di sediakan si amak (ibu) ku...