
DKAS #75
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dion keluar dari tempat kemudinya dan membuka pintu di sebelahnya..
Menggangkat tubuh suci..
"Loe...ngak buat sebuah hal yang salah kan dion?" Ucap donie belihat dion menggangkat tubuh seorang wanita yang ngak sadarkan diri.
"Loe gila..loe lihat wajah ni cewek dulu..baru ngerocos?!" Ucap dion membawa suci kearea dalm rumah donie
Sampai di dalam rumah dion langaung membaringkan suci pada ranjang pasien ruang praktek donie.
"Suci??..lie ketemu dia dimana?..kenapa begini??" Tanya donie seperti kerasukan.
"Ceritannya panjang..kita tumggu yona buat keterangan yang lebih akurat" ucap dion melangkah ke samping dispenser yang ada di ruangan itu..
Dion meminum air dengan masih memperhatikan donie memriksa suci..
"Aa..aku di mana?" Tanya suci di saat tersadar.
__ADS_1
"Cu..suci...loe ingat gue?" Tanya donie lembut.
Mendengar suci membuka suara dion menaruh minumnya, melangkah mendekati ranjang suci .
Suci seperti memperhatikan sekitarnya melirik dion dan donie.
"Evin mana?..uci mau tempat evin..ngak mungkin evin juga ninggalin uci..hiks..hiks..." ucapnya meronta-ronta..
Dengan sigap dion membantu donie memegangi suci..
"Loe pegang suci bentar dion" ucap donie.
Melepaskan pengangan pada suci..
Memasukan cairan ke dalam alat suntikan.
"Uci mau tempat evin..uci mau..hiks..hiks.." kalimat di syang sama di sertai tanggisan terdengar dari mulut suci.
" ngak ci..ngak ada yang ninggalin loe..lihat lah kita.akan selalu ada buat loe" mendengar ucapan donie..
Suci melirik dion dan donie bergantian.
" sekarang loe istirahat dulu ya?!" Ucap donie dan menancapkan jarum suntik pada lengan suci.
"Ngak..kalian juga balakan ninggalin uci" ucapnya dengan mulai hilang kesadaran dan tertidur.
Setelah itu donie memasang infus pada salah satu lengan suci..
"Apa dia ngak apa-apa don?" Tanya dion khawatir.
__ADS_1
"Kita duduk di luar..biarkan auci istirahat sejenak" ucap donie dan melangkah di ikuti dion meniju ruang tamu rumahnya.
Ayah dan ibu donie telah menunggu mereka di ruang tamu tersebut.
"Om..tante" sapa dion
"Ada apa donie?..dion?" Tanya om stev huan ayah donie
"Sorry dad..nanti akan ada keributan..teman donie akan datang lagi teman yang lain kesini" ucapnya tenang.
"Ooh..baguslah..akhirnya,tak hanya dion temanmu yang main kesini" ucap si mami donie
Mendengar ucapan itu dion binggung melirik donie
"You know sun,kami kira donie hanya punya satu teman setelah bayu tak lagi di sini" ucap dady donie
"Sudah lah dad..sebaiknya istirahat..aku mau nungguin teman yang..." ucapan donie terhenti dengan masuknya sepeda motor ke area parkiran dan tak lama satu mobil lagi berhenti di belakan sepeda motor tadi.
"Ok..kalian enjoy..anggap rumah sendiri" ucap dady donie berdiri dari duduknya
"Donie..jangan lupa berita temanmu minum" tambah maminya meninggalkan donie dan dion.
"Hei donie..dion..ada apa?" Suara yodi di depan pintu.
Dion nampak menujuk arah belakan yodi dengan mulutnya.
"Yona...gue fikir tadi siapa?..karna pertamana gue lihat keluar mobil seorang pria yang..maaf..belum gue kenal" ucapnya melirik yona dan suaminya.
"Ngak apa-apa..ayo masuk.." ucap yona dan mereka duduk pada ruang tamu donie..
__ADS_1
Donie datang membawa minuman kaleng pencegah panas dalam dan makanan kering yang masih bersegel..
Donie tau..mereka berbeda keyakinan..sehingga memberi hidangan yang bisa membuat temannya tak was-was saat mengosumsinya.