DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dia siapa ???


__ADS_3

DKAS #85


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=


Aotur pov


Donie yang telah dulu datang karna jembatan siti nurbaya tak jauh dari area rumah sekalaigus tempat prakteknya.


Donie tergesa-gesa mendekati mobil dion yang terpakrir di sedepannya.


Dengan sigapnya dobie menganti posisi seseorang yang telah tertunduk menjadikan setir mobilnya sebagai sandaran.


"What?" Pekik donie melirik wajah seseorang yang tak sadarkan diri.


Wajahnya menegang, tubuhnya membatu melirik lagi wajah yang telah duduk terkulai, kepala perrupang lemah pada sandaran kursi kemudi yang masih dudukinya.


Donie hanya memperbaiki duduknya saja.


Donie mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Apa ini benar atau aku lagi ber alusinasi?" Batinya yang takut menyentuh apa yang di dapannya.


"Dok.." suara seseorang yang datang bersamannya tadi.


Dinie mengusap kasar wajahnya.


"Maaf.. ini nyata bukan?" Tanya donie menoleh seseorang perawat yang merupakan asisten di tempat prakteknya.


"Tentu dok.. pasien ini nyata" jawabnya melirik binggung ke arah donie.

__ADS_1


"Khmm... baiklah.. kamu pulang dengan motor itu.. tunggu saya dan siapaka apa yang di perlukan" titah donie.


"Siap dok" ucap asisten donie.


Bergerak sesuai arahan bossnya.


mendekati motor metik yang di pakai donie sebelumnya dan melaju meninggalkan donie.


Donie kembali menoleh si pasien.


"Baiklah.. mari kita kerumahku dan loe banyak berhutang penjelasan ke gue" ucap donie pada pasian yang tak bisa mendengar maupun menjawab ucapan donie.


Donie memindahlan si pasien ke kursi penumpang dan melajukan mobil ke arah rumahnya.


Dalam perjalanan donie menyempatkan mengutak-atik benda persegi miliknya.


"Tuuuuut...tuuut..." suara menunggu panggilan terhubung donie meletakan benda pipih itu pada salah satu indra pendengar..


"Ya.. don" suara di seberang


Menaruh kembali benda tersebut pada saku celana dasar yang pakainya.


Dan kembali memfokuskan laju mobil yang di bawa.


10 menit saja donie sudah sampai di rumahnya.


Setelah menaruh si pasien pada tempat yang sebelumnya di huni suci.


Dengan telatennya donie memeriksa pasien dengan seksama.


Infus yang telah terpasang demgan sempurna.


Donie memperhatikan wajah pasiennya dengan seksama.


Setalh puas donie bergerak ke ruang tamunya.


Duduk pada sofa yang berda di sana. tangganya kembali sibuk dengan ponsel yang tadi di ambil kembali dari saku celananya.

__ADS_1


"Hai semua..loe kerumah gue ya.. gue ada sesuatu buat kalian" sms donie sekali kirim pada Yona, yodhi , ical, rizky kecuali suci.


"Ada apa?" Balas yona sigap


"Ok" balas ical


"Gue meluncur" balas rizky


"Suci ikut ngak?" Tanya yodhi


" suci harus istirahat yod" cepat balas donie takut yodhi singgahbuat jemput suci


"Ok.. gue faham.. gue OtW" balas yodhi membuat donie mengusap dadanya.


"Maaf yon. loe kesini saja dulu. Semua udah di jalan kok" balas donie


"Baiklah" jawab yona membuat donie tenang..


..........


Ruang prakter dokter donie yang berkaca ditutupi tirai gelap dan tertulis "CLOSE" pada pintu masuk.


Petanda tak menerima pasien di hari minggu ini.


yang biasanya di sesaki para manusia yang membutuhkan konserling dan pengobatan.


hari ini terpaksa terhenti karna sang dokter yang membutuhkan sebuah kepastian untuk ketengan di fikirannya.


Sementara Ruangan tamu rumah donie di penuhi wajah tegang menatap permintaan penjelasan pada dion.


"Maaf, kita tunggu dia siuman dulu" ucap dion lemah.


"Ngak bisa yon!" Jawab donie yang memang paling merasa di pecundang.


Semenjak awal kuliah mereka selalu bertiga.


Bahkan mereka bukan merasa seperti sahabat lagi tetapi saudara.

__ADS_1


__ADS_2